Sawan Fibrosis: Karir dan Pekerjaan
Showing posts with label Karir dan Pekerjaan. Show all posts
Showing posts with label Karir dan Pekerjaan. Show all posts

Sunday, September 18, 2022

Jutaan Lowongan Kerja Diisi oleh Robot di Amerika Serikat

Di seputar perumahan kami belum ketemu restoran yang memakai robot, apakah sebagai waitress, cleaning service maupun tukang masak (chef cook).



Fig 01- Chef Cook robot sedang membuat pizza.

Tapi, agak jauh dari rumah, restoran “Chilis” namanya sudah terlihat memakai robot sebagai tenaga kerjanya.

Kenapa robot masuk pasar tenaga kerja?

Karena lowongan pekerjaan yang tersedia sejak di era presiden Obama dan Donald Trump, serta saat ini (Joe Biden) tidak terisi.

Dari bulan ke bulan, lowongan kerja ini terus menumpuk. Sehingga berjuta juta kesempatan kerja tidak ada pelamar.

Bidang atau keahlian apa saja yang sangat kurang tenaga kerja?



Fig 02- Restoran Chili

# Posting penting dan yang berkenaan dengan lowongan pekerjaan:



Fig 03- Bunga, hanya ilustrasi saja

Shortage atau kekurangan tenaga kerja tersebut terjadi di semua bidang, baik untuk yang tamat SMA maupun perguruan tinggi. Buruh kasar sampai professional. Pekerja lapangan maupun perkantoran.



Fig 04- Robot, pelayan restoran

Ya, benar usaha usaha besar seperti Tesla, Google dan Facebok berencana merumahkan karyawannya secara besar besaran.

Tapi kemudian setelah dievaluasi kembali, hanya beberapa ratus karyawan saja yang diberhentikan. Namun sudah membuat rencana “recruitment” beberapa tahun ke depan.

Uniknya, usaha menengah kecil sangat kekurangan tenaga kerja. Karyawan baru dengan keahlian khusus justru diperlukan.

Kemudian, usaha kuliner hampir “collapse” ketika pandemi, dan masih kekurang saat ini. Sehingga banyak usaha di bidang kuliner yang menggunakan robot.

# Posting sebelumnya:

Saturday, June 18, 2022

Entrepreneur Cilik Kelas Kampung di Perumahan Kami

Saat ini, siswa TK sampai SMA libur panjang selama musim panas. Banyak aktifitas ekstrakuler yang mereka lakukan.



Fig 01- Jualan minuman dingin di pagar belakang rumah

Ekstrakulikuler tersebut dikelola (disponsori) oleh sekolah, maupun pemda. Sama saja dengan di negara kita, ekstrakulikuler itu mencakup bidang olahraga, seni dan iptek.

Apa nggak ada bedanya dengan negara kita, Indonesia?

Ini subject (bidang) khusus yang mungkin tidak ada di negara kita:

1) Summer reading

- kecepatan membaca, membuat summary dan menganalisa isi buku



Fig 02- Warung kaget di salah satu sudut perumahan kami

2) Hobi khusus

- apa saja yang disukai termasuk masak, gardening, otomotif (untuk yang SMA), photography dan sebagainya.

Perbedaan yang menyolok dengan negara kita adalah dalam hal mencari ini:

- duit.
- piti
- uang
- hepeng
- cuan
- money

Bagaimana caranya? Kan masih kecil?



Fig 03- Harga minuman Lemonade ukuran besar dan kecil

Untuk yang di atas usia 15 tahun, boleh bekerja “part time” sekitar 2 sampai 4 jam sehari. Setelah aktifitas ekstrakulikuler atau hari Sabtu dan Minggu.

Pekerjaan apa saja, biasanya di perpustakaan, restaurant, Fast Food, supermarket dan sebagainya.



Fig 04- Harga aneka minuman

Hanya sekedar informasi, waktu SMA, anak presiden Obama bekerja di Minimarket saat liburan musim panas.

Elon Musk (no 1 kaya dunia) jadi tukang petik buah, dan Jeff Bezos (no 2 kaya dunia) menjadi tukang pungut buku bekas dari tong sampah.

Untuk yang usianya dibawah 15 tahun, ya, jualan di depan rumah. Jual minuman dingin seperti Lemonade. Jeruknya ditanam sendiri, kemudian diperas. Jadilah minuman dingin.

Bisa laku sampai 100 cangkir, lumayan, bisa dapat US$100 (Rp 1,5 juta) perhari. Tanpa modal.

Dari sinilah mereka belajar menjadi entrepreneur!

# Posting sebelumnya:

Saturday, January 15, 2022

Teman Teman SMA Anak – Adakah yang Menjadi Petani?

Rakyat Amerika Serikat yang tamat perguruan tinggi sebesar 37,5%.

Hanya sebagai pembanding, persentase lulusan perguruan di beberapa negara adalah sebagai berikut:

- Inggris, 35%
- Perancis, 34%
- Canada, 30%
- Jerman, 30%
- Jepang, 30%


Fig 01- Anak (pakai topi) di tengah teman teman saat SMA

Bagaimana dengan negara kita, Indonesia?

Hanya 8,5% yang bergelar sajana (S1). Jauh dibawah negara negara industri maju.

Khusus untuk Amerika, beberapa pertanyaan menggelitik:

- kemana tamatan SMA yang 62,5%?

- apakah ada yang jadi petani?


Fig 02- Anak (pakai topi merah), diantara teman teman

Ketika kelas 3 SMA. mereka yang akan ke perguruan seperti anak saya, disiapkan untuk menghadapi kondisi saat nanti kuliah.

Sebenarnya, saat naik kelas 3 SMA, anak saya sudah diterima masuk di beberapa perguruan tinggi.

Dia bahkan boleh ambil mata kuliah di perguruan tinggi.

Anak saya sudah ambil mata kuliah Matematika dan komputer science saat dia kelas 3 SMA. Ya, dia pergi kuliah di universitas yang berdekatan dengan SMA.


Fig 03- Anak, ketika SMA

Kita sekarang bicara yang HANYA tamat SMA, tidak melanjutkan ke Perguruan tinggi, umumnya mereka belajar skill.

Banyak skill yang dipelajari saat SMA, misalnya saja otomotif dan program komputer.


Fig 04- Anak dan teman SMA

Mereka akan mulai magang kerja di berbagai tempat saat kelas 3. Ketika tamat SMA, mereka sudah tahu kerja di mana dan dengan gaji berapa.


Fig 05- Anak (baju hitam), sedang ngobrol

Untuk yang ingin jadi petani, mereka akan kursus sekitar 3 sampai 9 bulan, tergantung luas lahan dan modal yang akan dikelola.

Bantuan pemerintah sudah saya singgung di tulisan sebelumnya:

Kembali ke pertanyaan: Adakah teman SMA anak saya yang tidak meneruskan kuliah, kemudian menjadi PETANI?

Tentu saja ada. Sangat ada!

Jumlah yang sudah ketemu langsung TIGA orang. Dua orang ketemu di supermarket, dan satu orang kebetulan sejak beberapa tahun lalu orang tuanya tinggal di komplek perumahan kami.

# Posting sebelumnya:

Thursday, January 13, 2022

Petani Kaya Raya dengan Penghasilan Rp1,14 Milyar di Amerika Serikat

Data resmi dari pemerintah (USDA, 2021) bahwa penghasilan keluarga petani Amerika Serikat, kalau dikurs rupiah, kira kira sebesar Rp1,14 milyar per tahun.

Bandingkan dengan income rata rata rumah tangga Amerika Serikat yang jumlahnya sebesar Rp964 juta per tahun.

Petani jauh lebih kaya.


Fig 01- Petani cantik di dalam traktornya (credit to Patreon)

Kenapa petani Amerika bisa lebih kaya?

Karena bantuan pemerintah!”

Mengapa pemerintah Amerika membantu petani?

Pemerintah mencintai petani, dan menikmati produk pertanian yang dihasilkan petani Amerika”

Oh, kalau begitu, apakah NKRI harga mati, eh, Amerika Serikat harga MATI?

Kok tanya saya? Mana saya ngerti yang begi begituan”

Kalau begitu, apa saja bantuan pemerintah Amerika kepada petani?


Fig 02- Chia seed, salah satu produk pertanian yang sedang trending

Bantuannya mulai dari penyediaan lahan, bibit, teknologi, kualitas SDM sampai ke subsidi dan pemasaran.

Hanya sekedar untuk mendapatkan gambaran:

1) Penyediaan lahan

- pemerintah meminjamkan atau menyewakan lahan untuk petani yang mau ekspansi, dan petani baru (anak muda yang mau jadi petani).


Fig 03- Blackberry, favorit istri, banyak di penghujung musim semi.

2) Bibit unggul

- semua tanaman komersial, ada bibit unggulnya: tahan hama, tahan lahan kering, tahan cuaca dingin, tinggi produksi dan sebagainya.
- riset bibit unggul terus dilaksanakan oleh universitas dan lembaga riset.


Fig 04- Jagung, harganya menjulang tinggi


3) Peningkatan kualitas SDM
- melalui kursus kursus yang dilakukan pemerintah dan lembaga lembaga terkait.


Fig 05- Anggur hitam, ada sepanjang musim

4) Bantuan teknologi
- traktor paling canggih dengan berbagai fasilitas modern di dalamnya, seperti alat pendingin, pemanas, komputer dengan internet wireless, alat komunikasi dengan pihak pihak terkait


Fig 06- Hanya ilustrasi saja


5) Subsidi
- bentuk subsidi pemerintah adalah membeli sebagian produk pertanian, untuk kemudian dijadikan sembako. Siapa saja yang merasa kurang mampu, bisa minta bantuan sembako.


Fig 07- Grafik perbandingan penghasilan petani dan rata rata orang Amerika

Selain petani, konsumen juga dapat subsidi. Double subsidy istilahnya. Beberapa bahan makanan pokok seperti kentang, terigu, gula disubsidi di tingkat konsumen, sehingga harganya terjangkau.


Fig 08- Daging yang siap dimasak

6) Bantuan ekspor

- untuk ekspor luar negeri, seperti produk beras, jagung, kedele, daging dan ayam, pemerintah Amerika Serikat melakukan perjanjian perdagangan dengan banyak negara.

Hanya sekedar mengingatkan, Poin 3) dan 4), ada saya singgung di posting ini:

Keseriusan pemerintah Amerika membuahkan hasil, dimana selain penghasilan petani meningkat, sektor pertanian juga menjadi sumber lapangan kerja untuk para pemuda dan devisa negara.

# Posting sebelumnya:

Saturday, January 8, 2022

10 Ribu Lowongan Kerja dengan Gaji Rp150 juta Per Bulan

 Meskipun Amerika Serikat sedang mengalami badai virus varian Omicron, tetapi pertumbuhan ekonomi tetap positif dan lowongan kerja tetap melimpah (jutaan lowongan kerja).

Apa alasannya?

Silahkan baca di posting sebelumnya:
- Kasus Positif Covid 19 Meningkat - Kenapa Pasar Amerika Justru Bergairah?


Fig 01- Vaksinasi gratis untuk umum

Ya, memang, populasi yang disuntik dua kali (fully vaccinated) baru sekitar 62.4%, tetapi yang sudah divaksin:

- satu kali suntikan lebih dari 75%
- booster (3 kali suntikan) sebanyak 22%

Fakta fakta ini semakin menggairahkan dunia usaha. Soal vaksinasi sukses ini sudah saya tulis di posting sebelumnya:

Saat ini, effect positifnya, bahkan, hanya untuk satu jenis pekerjaan dengan ijazah S1, ada sekitar 10 ribu lowongan dengan gaji Rp150 juta per bulan.

Apa jenis pekerjaan itu?


Fig 02- Karena pandemi, cafeteria ditutup

Pekerjaan itu namanya “Java developers” dengan persyaratan:

- S1 jurusan computer science
- Punya professional certificate bidang IT
- Kemampuan programming di level expert
- pengalaman di bidang management database dan arsitektur komputer


Fig 03- Kaktus dijual di pasar petani

Kemudian, apakah ada bidang lain yang bergaji di kisaran Rp125 juta per bulan dan banyak lowongan?


Fig 04- Lokasi vaksinasi, masih belum ramai

Ini diantara bidang bidang tersebut:

- data scientist
- arsitek
- insinyur listrik

Tentang perbandingan biaya hidup di Amerika dan Indonesia, silahkan baca posting sebelumnya:

- Karena Biaya Hidup Mahal- Apakah Gaji Rp70 juta Tamatan SMA Amerika Sama Saja Dengan Gaji Indonesia?


# Posting sebelumnya:

Wednesday, December 15, 2021

Nasehat Elon Musk – Kunci Masa Depan adalah penguasaan Teknologi dan Ilmu Sosial

Tercatat sebagai orang terkaya di dunia menurut majalah Forbes (2021), harta milik Elon Musk diperkirakan sebesar Rp4.300 triliun.

Angka ini setara dengan dua tahun APBN negara kita, Indonesia.


Fig 01- Terpilih sebagai person of the year majalah Time

Majalah Time memilih Elon Musk sebagai “person of the year” tahun 2021. Pilihan yang menyebabkan Donald Trump iri.

Mengapa?

Donald Trump “mengigau” untuk menjadi “person of the year,” jauh sebelum menjadi presiden. Sampai hari ini tetap belum menjadi kenyataan.

Selanjutnya, dalam beberapa kesempatan, Elon Musk memberikan nasehat kepada generasi muda tentang karier masa depan.


Fig 02- Ornamen kuda.

Tentu saja teknologi tinggi adalah masa depan. Computer dengan segala keterkaitannya semisal Artificial Intelligent (AI) dan internet security.


Fig 03- Kue coklat, kesukaan anak

Tetapi, technologi itu sendiri membutuhkan manusia, apakah sebagai pengguna atau orang yang mengendalikan teknologi itu sendiri.


Fig 04– Hanya ilustrasi saja

Disinilah dibutuhkan skill yang berkaitan dengan “human interaction” atau ilmu sosial secara garis besar.

Ada tiga komponen penting dalam penguasaan ilmu sosial menurut Elon Musk.


Fig 05- Sebuah quote di cangkir

Apa yang termasuk 3 komponen penting dalam ilmu sosial itu? Ini dia:

1) Kesehatan mental (mental health)

- diperlukan kondisi sehat wal’afiat untuk berinteraksi dengan orang lain.
- saat ini di Amerika Serikat, untuk pekerjaan tertentu, seperti istri saya harus didiagnosa kesehatan jiwanya setiap tahun.

2) Mampu mengendalikan emosi

- semua orang sibuk di masa depan, jadi harus sabar dalam berinteraksi

3) Berpenampilan sesuai dengan konteks

- saat negosiasi, tentu harus beda dengan penampilan saat santai.

Untuk yang muda, apakah anda siap menghadapi karier masa depan?

# Posting sebelumnya:

Thursday, December 9, 2021

Pengusaha Indonesia di Amerika Serikat – Produsen Tempe di Wisconsin

Pada posting lalu, ada saya tulis tentang Tempe hoax di Amerika Serikat:
- Ada Tempe Hoax di Amerika Serikat

Apakah ada Tempe asli?


Fig 01- Bungkus Tempe dari Wisconsin

Sudah barang tentu ada Tempe asli, bahkan diproduksi oleh orang Indonesia asli.

Migran yang sudah puluhan tahun menetap di negara bagian Wisconsin.

Kamipun pernah mencoba memesannya.

Sesuai pesanan, 10 bungkus Tempe (orang Amerika Serikat menyebutnya Tempeh) tiba dari Madison, Wisconsin.

Berat satu bungkus Tempe sekitar 320 gram, jadi total berat 3,2 kg.

Tempe ini diproduksi oleh “Bandung Indonesian Restaurant” milik Mochammad Sjahrani, seorang imigran asal Bandung, Jawa Barat.


Fig 02- Potongan Tempe, siap dimasak

Sebenarnya sudah mulai banyak imigran asal Indonesia yang buka restoran, bahkan ada yang punya “franchise” atau cabang sampai 500 cabang, tersebar di seluruh negara bagian Amerika.


Fig 03- Hanya ilustrasi

Tergantung besar kota, kalau di atas 1 juta jiwa seperti Los Angeles, California, gampang saja mencari makan menu Indonesia.


Fig 04- Grocery yang terkadang menjual Tempe

Sebut saja: rumah makan padang dengan rendangnya, Mie kocok Medan, Batagor, Sate, Ikan bakar dan sebagainya semua tersedia.


Fig 05- Tempe yang dijual di grocery Amerika

Jangan heran, baik tamu dan pelayan restoran berbahasa Indonesia, bahkan di Rumah Makan Padang bisa “ngecek Minang.”


Fig 06- Tempe Mendoan

Balik ke Tempe, setibanya, sebungkus langsung “diiris” tipis dikasi bumbu, kononnya disebut “Tempe Mendoan.” Enak banget sambil disantap dengan secangkir kopi.

Untuk masyarakat Indonesia di Amerika Serikat yang ingin memesan Tempe, silahkan hubungi Mochammad Sjahrani. Sebungkus (320 gram) harganya US$3 (Rp43 ribu):

Mochammad Sjahrani

2222 S Whitney W
Madison WI 53711

# Posting sebelumnya: