Sawan Fibrosis: Tahun ini adalah tahun 3.300 Masehi – Intermezo

Friday, June 9, 2023

Tahun ini adalah tahun 3.300 Masehi – Intermezo

Sudah lama rasanya tidak jalan pagi bersama istri, karena kesibukannya yang luar biasa dengan jabatan baru sebagai “Clinical Manager” untuk 4 unit. Pergi kerja jam 6.30 pagi, pulang paling cepat jam 8 malam.



Image – Salah satu unit kerja istri

Katanya dia sudah “burn out,” karena scope kerja bukan hanya medis, tapi masalah tetek bengek yang tidak ada urusannya dengan kesehatan pasien.

Mulai dari absensi, kebersihan, maintenance gedung sampai sampai kualitas airpun harus dilaporkan ke dia. Tidak terkecuali soal kopi dan teh habispun harus dia yang menyelesaikannya.

# Posting penting:

Setelah ngomal ngomel sana sini, diapun cerita tentang “assessment” dua orang pasien. Dialognya sebagai berikut:

Istri: kamu lahir tahun berapa?

Pasien 1: eee…. anuu…

Istri: Ok, kayaknya kamu lupa tahun lahirmu?

Pasien 1: anu… pan…. eee. ...anuu

Istri: Aku ganti pertanyaan, tahun ini tahun berapa?

Pasien 1: Kalau pertanyaan ini gampang. Kenapa nggak tanya dari tadi sih?

Istri: tahun berapa emangnya?

Pasien 1: tahun 3.300 masehi

---------------------------------------------

Pasien 2: Kamu mau nyuntik aku?

Istri: ya, kenapa?

Pasien 2: itukan suntik mati!

Istri: darimana kamu tahu?

Pasien 2: Jarumnya gede!

Istri: ok, aku ganti jarum kecil

Pasien 2: terus, nanti apa reaksinya terhadap tubuhku?

Istri: kamu bisa jadi Superman!

---------------------------------------

Siapa sebenarnya dua orang pasien tersebut?

Assessment dilakukan untuk menentukan: apakah pasien perlu didiagnosa lebih detail oleh yang lebih ahli, kemana (unit apa, rumah sakit di mana) pasien akan dikirim, rawat inap atau cukup rawat jalan. Keputusan terakhir akan dibuat setelah rapat dengan seluruh tim medis keesokan harinya.

Pasien 1, setelah di-scanning otaknya, ternyata isi otak si pasien mengecil (menkerut), sehingga kelebihan semacam cairan. Hal ini menyebabkan dia menderita “mild dimentia.” Lupa tahun lahirnya.

- Penyelesaiannya, yaitu operasi otak untuk mengeluarkan cairan tersebut.

Pasien 2 adalah penderita Schizophrenia. Sakit jiwa, mulai agresif. Dia harus dikirim ke rumah sakit jiwa, bukan unit Neurological care.

- Setelah disuntik tidur, si pasien diantar pakai ambulan ke RS Jiwa.

Soal Schizophrenia, sudah saya singgung di posting sebelumnya:

Demikian cerita istri sambil jalan pagi hari ini. Dan, tentu saja akan ada cerita cerita lain nantinya.

9 comments:

  1. Replies
    1. have a great day-
      Tahun ini adalah tahun 3.300 Masehi – Intermezo

      Delete
  2. Ya walaupun sibuk paling tidak tingkah pasien itu bisa jadi hiburan, hihi..

    ReplyDelete
  3. Artinya, orang sakit jiwa tuh bisa disembuhkan dengan operasi otak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasien yang dioperasi otak itu adalah pasien yang mulai pikun (mild dimentia), sebabnya karena "kelebihan" cairan di otak.....

      pikun itu sendiri BELUM bisa diobati, tapi bisa "ditahan" kecepatan seseorang menjadi pikun, kalau diketahui secara dini.... diantaranya dengan mengeluarkan kelebihan cairan di dalam kepalanya...

      Thanks-
      Tahun ini adalah tahun 3.300 Masehi – Intermezo

      Delete
  4. Wah, kalau pikun apa selalu harus operasi bukannya semakin tua kita akan semakin pikun. Apa kasusnya kalau masih muda

    ReplyDelete
    Replies
    1. pikun bukan karena tua, tapi karena otak nggak mau dipakai.... yang 40-an sudah banyak yang pikun sekarang...

      Kasus pasien 1, otaknya memang menyusut, sehingga cairan di otak menjadi berlebih.... harus dikeluarkan.

      Tidak semua orang otaknya menyusut, ...kasus perkasus...

      Thank you-
      Tahun ini adalah tahun 3.300 Masehi – Intermezo

      Delete