Sunday, December 29, 2019

Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 2

Lukisan jam oleh Gerald Murphy.

Terlebih dulu, silahkan baca bagian satu: Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1

Sekarang dadanya naik dan turun dengan kacau. Ny. Mallard mulai menyadari kondisi semacam ini telah menjadi bagian hidup, dan berusaha untuk mengalahkannya – meskipun dalam kondisi tak berdaya dengan dua tangan yang kelihatan kurus.

Ketika dia menerawang nasib, ada kata seperti bisikan kecil keluar dari bibir tipis. Dia sebutkan berulang ulang: “bebas, bebas, bebas!”

Tatapan kosong dan ketakutan terlihat di mata. Dua bola mata tajam dan bersinar. Detak jantung cepat, dan darah hangat mengalir di setiap inchi tubuhnya.

Ny. Mallard tak berhenti bertanya apakah kami monster yang menguasai dirinya. Persepsi bahwa kami monster, menyebabkan dia menolak saran saran kami, meskipun sepele.

Dia tahu, dia akan menangis kembali jika melihat tangan lembut terlipat dalam kematian; wajah yang tak pernah terlihat terlindungi, menatap dengan penuh cinta, kaku dan pucat, dan telah mati.

Tapi, dia melihat di luar batas kepahitan panjang, dan telah menjadi bagian absolut diri. Ny. Mallard membuka tangan lebar lebar kepada siapa saja yang menerima dengan lapang dada. 

Tak ada seorangpun akan hidup di tahun tahun mendatang; dia sendiri saja yang akan tetap bertahan. 

Tak ada kekuatan apapun yang akan membuatnya bertekuk lutut atas kepercayaan bahwa manusia punya hak untuk memaksa keinginannya terhadap mahluk lain.

Perhatian yang baik maupun yang jahat akan terlihat bukan tindakan kriminal sejauh dilakukan saat momen momen pencerahan.

Dan Ny. Mallard mencintai sang suami – kadang kadang. Tapi, sering, dia tidak mencintai dengan sesungguh hati. Apanya yang jadi masalah. Apakah cinta, sebuah misteri tak terungkap, dihitung sebagai hak milik yang hanya kadang kadang diakui keberadaannya?

# Bersambung ke bagian 3!

Diterjemahkan dari judul asli: The Story of an Hour oleh Kate Chopin

Thursday, December 26, 2019

Apakah Ada Hubungan Antara Telur dan Diabetes? - Diabetes 2

Telur mata sapi, hanya ilustrasi

Study awal sekitar tahun 1970-an menghasilkan dugaan bahwa diabetes type 2 dipicu oleh kolesterol yang terkandung dalam telur.

Tidak hanya diabetes, koleterol pada telur juga diyakini sebagai salah satu penyebab terjadinya penyakit “cardiovascular.”

Dokter kemudian menyarankan kepada penderita diabetes untuk membatasi mengkonsumsi telur.

Kemudian, beberapa pakar kesehatan mengatakan konsumsi sehat adalah 4 telur per minggu atau satu telur dalam dua hari.

Tapi, dari hasil penelitian terbaru, ilmuwan merasa ragu bahwa ada hubungan antara konsumsi telur dan diabetes.

Dengan demikian, mitos tentang telur yang menyebabkan diabetes (terutama diabetes type 2) telah terbantahkan.


Telur kaya dengan kandungan nutrisi, diantaranya:
- rendah kadar karbohidrat (0.4 gr)
- rendah kalori (80 cal)
- Kolesterol sebanyak 216 mg
- 1.8 gram saturated fat

Perlu ditambahkan bahwa telur adalah sumber vitamin D, asam lemak dan protein yang sangat penting untuk:
- memperkuat tulang
- pengangkut oksigen dan sumber energy (jika tidak ada glucose)
- memperbaiki dan menumbuhkan jaringan tubuh
- memformulasi hormon dan enzym

Mengingat kandungan kolesterol dan lemak jenuh, pakar gizi memberi rekomendasi:
- untuk mengkonsumsi 300 mg kolesterol per hari (sebenarnya tidak ada batasan khusus untuk mengkonsumsi kolesterol di Amerika)
- mengkonsumsi 11 sampai 13 gr lemak jenuh per hari.

Sangat disarankan agar mengkonsumsi makanan yang rendah kalori dan karbohidrat untuk mengontrol fluktuasi gula darah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makan 1 butir telur setiap hari sangat baik untuk penderita diabetes.

# Artikel ini adalah terjemahan dan modifikasi dari artikel berbahasa Inggris:

Sunday, December 22, 2019

Tentang Ekspor Lobster: Dua Menguak Aneh

Lobster mutiara, unggulan Indonesia.

Aneh pertama (sebenarnya juga membanggakan), Indonesia adalah produsen lobster 3 besar dunia (data FAO tahun 2013):
- Canada, produksi 75 ribu ton
- USA, produksi 71 ribu ton
- Indonesia, produksi 17 ribu ton

Aneh kedua, Canada dan USA, produsen sekaligus eksportir. Ternyata Indonesia bahkan TIDAK masuk 10 besar eksportir lobster dunia. Top 3 eksportir dunia:
- Canada
- USA
- France

Apakah Indonesia TIDAK mengekspor lobster sama sekali?
------------------------------------

Tentu, kita mengekspor lobster, dibawah menteri perikanan dan kelautan, Susi Pudjiastuti , ekspor lobster meningkat pesat.

Pada tahun 2015, ekspor senilai US$ 7,1 juta (Rp 99 milyar), meningkat menjadi US$ 29 juta (Rp 400 milyar) pada tahun 2018.

Peluang pasar ekspor lobster dunia tahun 2025 sebesar Rp 200 Triliun. Artinya kita hanya dapat “serpihan” saja saat ini, nilai ekspor kita jauh dibawah angka dunia.

Kemudian, kenapa kita ribut ribut soal ekspor lobster, terutama bibit lobster?
---------------------------------


Dari data produksi, ekspor dan peluang ekspor dunia menunjukkan:
1) Konsumsi pasar dalam negeri kita sangat besar.
2) Indonesia punya “potensi” untuk meningkatkan produksi, kemudian ekspor (bibit maupun lobster dewasa).

Di Canada dan America, hatchery milik pemerintah memproduksi berjuta juta juvenile lobster, setelah dipelihara sampai ukuran beberapa cm (paling sedikit 1 cm), kemudian dilepas ke laut.

Bibit inilah yang kemudian membesar dan ditangkap, untuk diekspor dan konsumi dalam negeri.

Jika mau, kitapun bisa melakukan hal yang sama, yaitu produksi bibit:
- diekspor
- dilepas ke laut, setelah besar ditangkap untuk konsumsi dalam negeri serta ekspor.

10% saja pasar ekspor dunia dikuasai Indonesia, ada sekitar Rp20 Triliun valuta asing masuk ke kas negara.

Ekspor artinya duit dolar (hard currency) dan lapangan kerja!

Wednesday, December 18, 2019

Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1

Ilustrasi (credit to Amazon).

Mengetahui bahwa Ny. Mallard menderita sakit jantung, perhatian besar diberikan kepadanya, terutama untuk menyampaikan berita kematian sang suami dengan hati hati.

Josephine sang adik, mendekati kakaknya, dan berbicara dengan kata terpatah patah: membuka fakta dengan setengah disembunyikan.

Teman suaminya, Richard juga berada di samping. Dia yang berkunjung ke kantor sebuah surat kabar, menyaksikan kedatangan seorang intel tentang bencana rel kereta api yang membawa daftar korban, dimana tertulis nama Brently Mallard.

Richard tak percaya, kemudian memastikan sambil menunggu telegram kedua, dan takkan tergesa gesa untuk membuat kesimpulan tentang kematian teman, serta berfikir cara tepat untuk menyampaikan berita duka.

Ny. Mallard tidak seperti wanita lainnya, mampu menerima berita duka dengan tegar. Dia menangis, tiba tiba menepis tangan adik yang memeluk. Lalu masuk ke kamar, tanpa ada yang berusaha mengikutinya.

Ada yang berdiri, menatap jendela yang terbuka, ruangan yang diisi kursi empuk. Dalam situasi seperti ini, Ny. Mallard tenggelam dalam kesedihan, badan kelelahan menusuk sampai ke sanubari terdalam.
-----------------------------

Dia dapat melihat dari halaman terbuka puncak pohon yang melambai lambai sebagai tanda kehidupan baru di musim semi. Udara nyaman setelah hujan turun.

Seorang pedagang menjajakan dagangan melintas di jalan. Nyanyian yang dinyanyikan terdengar samar, dan burung gereja yang jumlahnya tak terhitung berkicau di atas atap rumah.

Dari arah barat jendela, terlihat jejak jejak langit biru dan awan yang saling tumpang tindih satu sama lain.

Dia duduk dengan kepala yang menyandar di kursi, diam tak bergerak, kecuali jika sedang menangis sehingga ada sesuatu keluar dari tenggorokan dan akan membuatnya terguncang, seperti bayi yang menangis terisak isak sampai terbawa mimpi.

Saat muda, wajah Ny. Mallard boleh dikatakan tenang, garis di muka menunjukkan represi dan bahkan, barangkali kekuatan tertentu.

Tapi sekarang, matanya menatap hampa, mengarah ke langit biru yang kosong. Bukan refleksi tiba tiba, tapi mengindikasikan pikiran intelektual yang mati.

Ada sesuatu yang akan datang dan ditunggu dengan penuh ketakutan.

Apa itu?

Dia tidak tahu: terlalu samar dan dihindari untuk menyebutnya. Tapi, Ny. Mallard dapat merasakan, merangkak di angkasa, merasuk pikirannya melalui suara, bau dan warna yang memenuhi udara.


# Bersambung!
Diterjemahkan dari judul asli: The Story of an Hour oleh Kate Chopin

Sunday, December 15, 2019

Apa yang Dimaksud dengan Diabetes type 2? - Diabetes 1

Kue dengan kadar gula tinggi, hanya ilustrasi

Diabetes type 2 adalah penyakit diabetes yang terjadi bila gula darah meningkat di atas normal (tidak terkontrol), juga disebut dengan istilah “hyperglycemia.”

Gula darah normal berada pada kisaran antara 70 mg/dL sampai 130 mg/dL (sebelum makan) dan 70 mg/dL sampai 180 mg/dL (setelah makan).

Jika di atas 130 mg/dL atau 180 mg/dL disebut “hyperglycemia,” sedangkan dibawah 70 mg/dL disebut dengan istilah “hypoglycemia.”

Di dunia, ada sekitar 400 juta penderita diabetes type 2 pada tahun 2015, dan bertambah menjadi 463 juta jiwa tahun 2019. Angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 10,3 juta jiwa menderita diabetes, di-estimasi akan bertambah menjadi 16,7 juta pada tahun 2045 nanti.

Saat ini, Indonesia menempati urutan ke 6 di dunia sebagai negara yang penduduknya terkena sakit diabetes. 


Aneka “candy” yang dijual di pasar Amerika, hanya ilustrasi.

Di Amerika, jumlah orang yang didiagnosa menderita diabetes type 2 sekitar 30.3 juta jiwa, dan 80 juta pada tahapan “pre-diabetes” pada tahun 2015.

Sama dengan di belahan dunia lain, jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bagaimana orang bisa terkena sakit diabetes? Jawaban dasarnya adalah karena tubuh tidak efectif dalam menggunakan insulin.

Awalnya, “pancreas” memproduksi insulin sesuai kebutuhan. Karena tubuh tidak efektif “menggunakannya,” kemudian produksi insulin ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Sampai ke waktu tertentu (lama lama kemudian), kemampuan “pancreas” untuk menghasilkan insulin menurun.

Akibatnya apa? Gula darah tidak bisa dikontrol ke level normal. Setelah makan, makan gula darah akan meningkat tajam.

Faktor penyebab (risk factors) diabetes type 2 adalah sebagai berikut:
- badan terlalu gemuk (over weight)
- kurang aktif secara fisik
- diet buruk (diantaranya, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi).

Faktor lain yang bisa “mendorong” terkena diabetes type 2 adalah:
- usia
- genetik atau turunan (ada anggota keluarga dekat yang terkena diabetes)
- etnis tertentu
- tekanan darah tinggi

# Artikel ini adalah terjemahan dan modifikasi dari artikel berbahasa Inggris: