Wednesday, December 18, 2019

Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1

Ilustrasi (credit to Amazon).

Mengetahui bahwa Ny. Mallard menderita sakit jantung, perhatian besar diberikan kepadanya, terutama untuk menyampaikan berita kematian sang suami dengan hati hati.

Josephine sang adik, mendekati kakaknya, dan berbicara dengan kata terpatah patah: membuka fakta dengan setengah disembunyikan.

Teman suaminya, Richard juga berada di samping. Dia yang berkunjung ke kantor sebuah surat kabar, menyaksikan kedatangan seorang intel tentang bencana rel kereta api yang membawa daftar korban, dimana tertulis nama Brently Mallard.

Richard tak percaya, kemudian memastikan sambil menunggu telegram kedua, dan takkan tergesa gesa untuk membuat kesimpulan tentang kematian teman, serta berfikir cara tepat untuk menyampaikan berita duka.

Ny. Mallard tidak seperti wanita lainnya, mampu menerima berita duka dengan tegar. Dia menangis, tiba tiba menepis tangan adik yang memeluk. Lalu masuk ke kamar, tanpa ada yang berusaha mengikutinya.

Ada yang berdiri, menatap jendela yang terbuka, ruangan yang diisi kursi empuk. Dalam situasi seperti ini, Ny. Mallard tenggelam dalam kesedihan, badan kelelahan menusuk sampai ke sanubari terdalam.
-----------------------------

Dia dapat melihat dari halaman terbuka puncak pohon yang melambai lambai sebagai tanda kehidupan baru di musim semi. Udara nyaman setelah hujan turun.

Seorang pedagang menjajakan dagangan melintas di jalan. Nyanyian yang dinyanyikan terdengar samar, dan burung gereja yang jumlahnya tak terhitung berkicau di atas atap rumah.

Dari arah barat jendela, terlihat jejak jejak langit biru dan awan yang saling tumpang tindih satu sama lain.

Dia duduk dengan kepala yang menyandar di kursi, diam tak bergerak, kecuali jika sedang menangis sehingga ada sesuatu keluar dari tenggorokan dan akan membuatnya terguncang, seperti bayi yang menangis terisak isak sampai terbawa mimpi.

Saat muda, wajah Ny. Mallard boleh dikatakan tenang, garis di muka menunjukkan represi dan bahkan, barangkali kekuatan tertentu.

Tapi sekarang, matanya menatap hampa, mengarah ke langit biru yang kosong. Bukan refleksi tiba tiba, tapi mengindikasikan pikiran intelektual yang mati.

Ada sesuatu yang akan datang dan ditunggu dengan penuh ketakutan.

Apa itu?

Dia tidak tahu: terlalu samar dan dihindari untuk menyebutnya. Tapi, Ny. Mallard dapat merasakan, merangkak di angkasa, merasuk pikirannya melalui suara, bau dan warna yang memenuhi udara.


# Bersambung!
Diterjemahkan dari judul asli: The Story of an Hour oleh Kate Chopin

12 comments:

  1. Baru bagian satu, masih belum jelas arahnya dari cerpen.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan baca lanjutannya…

      Thanks atas kunjungannya:
      Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1
      -
      Ilustrasi (credit to Amazon).

      Delete
    2. Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1
      -
      Ny. Mallard tidak seperti wanita lainnya, mampu menerima berita duka dengan tegar. Dia menangis, tiba tiba menepis tangan adik yang memeluk. Lalu masuk ke kamar, tanpa ada yang berusaha mengikutinya.

      Delete
  2. nyimak dulu :)

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1
      -
      Mengetahui bahwa Ny. Mallard menderita sakit jantung, perhatian besar diberikan kepadanya, terutama untuk menyampaikan berita kematian sang suami dengan hati hati.

      Delete
    2. Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1
      -
      Ada yang berdiri, menatap jendela yang terbuka, ruangan yang diisi kursi empuk. Dalam situasi seperti ini, Ny. Mallard tenggelam dalam kesedihan, badan kelelahan menusuk sampai ke sanubari terdalam.

      Delete
  3. Kisah yang masih misterius atau mungkin baru awal..😄😄 Dan apa yang dilihat Nyonya Mallard??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1
      -
      Josephine sang adik, mendekati kakaknya, dan berbicara dengan kata terpatah patah: membuka fakta dengan setengah disembunyikan.

      Delete
  4. Permisi Ya Admin Numpang Promo | www.fanspoker.com | Agen Poker Online Di Indonesia |Player vs Player NO ROBOT!!! |
    Kesempatan Menang Lebih Besar,
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1
      -
      Teman suaminya, Richard juga berada di samping. Dia yang berkunjung ke kantor sebuah surat kabar, menyaksikan kedatangan seorang intel tentang bencana rel kereta api yang membawa daftar korban, dimana tertulis nama Brently Mallard.

      Delete
  5. ditunggu sambungannya
    Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Cerita Tentang Jam – Cerpen 1 – bagian 1
      -
      Richard tak percaya, kemudian memastikan sambil menunggu telegram kedua, dan takkan tergesa gesa untuk membuat kesimpulan tentang kematian teman, serta berfikir cara tepat untuk menyampaikan berita duka.

      Delete