Sawan Fibrosis: Ilmu Pengetahuan
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Pengetahuan. Show all posts

Monday, November 1, 2021

Matinya Ikan di Danau Saat Musim Gugur

Fig 01- Ikan mati di danau

Jalan pagi kali ini mengitari perumahan yang ada “danau” kecil. Jalan terpaksa dihentikan karena melihat ikan ikan mengapung, mati di pinggir danau.

Jumlahnya barangkali seratusan di seluruh permukaan. Baunya mulai tercium menyengat.

Kenapa ikan ikan tersebut mati?

Pertanyaan sederhana, dan jawabannya juga simpel, yaitu terjadi perubahan suhu!

Bagaimana mekanismenya?

Saat ini sudah masuk ke musim gugur (Autumn atau Fall). Suhu mulai dingin, bisa sekitar 10 derjat Celsius di malam sampai pagi hari (subuh), di lokasi perumahan kami tentunya.

Permukaan danau akan terimbas, segera mengalami pendinginan. Tetapi, suhu di dasar danau masih hangat.

Terus?


Fig 02- Ikan mati di atas rumput


Fig 03- Ikan mati di salah satu sudut danau


Fig 04- Terlihat ikan mati mengapung


Fig 05- Sisi danau dekat jalan

Untuk menyesuaikan suhu air di permukaan danau yang mulai mendingin, maka air di dasar danau akan naik ke atas.

Sehingga terjadi percampuran (mixing) antara air permukaan dan air dari dasar danau.

Gerakan air dari dasar danau ini membawa gas sulfur dan methane dalam jumlah besar.

Gas inilah yang bisa membunuh ikan ikan di danau.

Cara mencegahnya?

Masukkan aerator atau kincir ke dalam kolam, sehingga kosentrasi oksigen meningkat, dan ikan bisa selamat.

# Posting sebelumnya:

Thursday, October 14, 2021

Merayap bukan ular – Setelah Besar Menjadi Mahluk Apakah ini?

Fase dari siklus hidup mahluk bukan ular.

Waktu kecil anak kami paling suka berteka teki, apa saja mau diteka teki, main tebak tebakan.

Diantara teka teki favoritnya adalah sebagai berikut:

Melingkar bukan ular.
Berasap bukan rokok.
Benda apakah itu?

Atau dia membuat pertanyaan pertanyaan, diantaranya: “di ujung langit ada apa?”

Sebelum kita menjawab, dia cepat cepat bilang: “menyerah apa belum?” Menyerah ajalah katanya.

Kemudian sambil tertawa tawa, dia jawab sendiri pertanyaannya:”di ujung langit ada huruf t.”

Dia happy, kalau kita tidak bisa jawab teka teki atau pertanyaan pertanyaan yang dia ajukan.


Tidak serupa, dan tidak sama mahluknya.

Nah, berhubung anak kami masih berada di hutan belantara, bisakah anda menjawab pertanyaan ini:

- Mahluk apakah setelah dewasa nanti?

Sekarang dalam fase ulat berwarna orange dan hijau dengan dua mata serta bintik bintik di sekujur tubuhnya, merangkak di tapak tangan pada foto di atas.

Atau jika dibuat teka teki:

Merayap bukan ular.
Cantik warna warni bukan boneka kecil.
Setelah Besar Menjadi Mahluk Apakah dia?

# Hints untuk menjawab pertanyaan adalah sebagai berikut:

- Ada 4 fase dalam siklus hidupnya
- fase ulat ini banyak ditemui di rumput atau tanaman herbal
- banyak ketika musim semi dan awal musim panas.
- Ketika besar berwarna hitam
- bersayap dan bisa terbang saat dewasa.

Monday, October 4, 2021

Facebook Tidak Bisa Diakses – Harga Saham Langsung Turun

Saham Facebook turun 18,25 point (credit to FB Inc)

Saya hanya punya dua medsos yang aktif dibuka boleh dikatakan tiap hari:

- Facebook
- Blogger

Ketika membuka Facebook jam 11.30 AM (4 Oktober, 2021) waktu Amerika Serikat, tertulis: “Sorry, something went wrong. We're working on it and we'll get it fixed as soon as we can.”

Implikasinya?

Ya, Facebook tidak bisa di ”log in” alias tidak bisa dibuka atau diakses.

Saya mencoba mencari tahu, ternyata tidak hanya Facebook, dua media sosial lain juga tidak bisa dibuka:

- Whatsapp
- Instagram

Kemudian membuka blogger, ternyata bisa. Tidak ada pengaruh sama sekali. Tetap “on service.”

Apa respon pasar terhadap kejadian ini?


Dekorasi rumah mini waktu musim dingin

Iseng, melihat respon pasar (stock market) di New York. Ternyata saham Facebook langsung turun sebesar 18,25 point:

- dari 335,53 menjadi 324.76

Turun sekitar 5,32%. Tidak begitu signifikan sebenarnya. Tetapi jika hal ini dibiarkan berlarut larut, sangat mungkin akan terus anjlok.

Wow!

Akhirnya Facebook bisa diakses kembali, sehingga kita bisa berkomunikasi seperti biasa.

Namun demikian, kejadian ini menyiratkan Facebook punya problem seperti yang banyak pihak sudah yakini.

Kita masih belum tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya!


Thursday, August 12, 2021

Metamorfosis - Dari Telur Menjadi Kupu Kupu

Fig 01- Tahapan larvae

Saat musim panas ini, banyak ketemu “larvae” kupu kupu, dalam bahasa Inggris disebut “caterpillar.”

Cantik warna warni, berjalan (merangkak) di dahan bunga biasanya, atau tanaman serupa itu.

Jadi ingat dengan anak waktu SD, dia kami kasi proyek mengamati metamorfosis kupu kupu.

Begini kira kira catatan pengamatan si anak, ada 4 fase metamorfosis:

1) Telur
2) Larvae
3) Puppae
4) Kupu kupu dewasa.

Proses dari telur sampai menjadi kupu kupu memakan waktu sampai 60 hari. Katanya bisa juga sampai 100 hari, tergantung ketersediaan makanan dan kondisi alam.

Berapa lama telur menetas?


Fig 02- Dua ekor caterpillar

Kupu kupu biasanya meletakkan telur di sebalik daun. Kira kira 7 (tujuh) hari, telur menetas menjadi larvae.


Fig 03- Proses metamorfosis (credit to Biology Ease)

Fase larvae adalah fase makan secara congok. Karena rakusnya si larvae bisa sebesar sampai 100 kali dari ukurannya semula.

Dari larvae menjadi pupa (kepompong) memakan waktu sekitar 30 hari.

Ketika di fase kepompong, kupu kupu berhenti makan, kemudian akan melalui proses pembentukan:

- membuat cangkang
- tubuh
- sayap
- kaki
- organ tubuh lain.

Setelah 12 sampai 23 hari, maka pupa akan menjadi kupu kupu, dan terbang bebas ke mana mau pergi.


Apakah anda pernah mengamati metamorfosis kupu kupu?

Di mana? Taman atau belakang rumah?

Tuesday, June 22, 2021

Ransomware Hackers – Menyebabkan Panik dan Kerugian Triliunan Rupiah

Fig 01- Komputer yang dijual di Walmart, hanya ilustrasi

Ada sekitar 2.200 cyber attacks (serangan) oleh hackers setiap hari di Amerika Serikat. Serangan ini terus meningkat dari hari ke hari, dan tahun ke tahun.

Kita mungkin bertanya tanya: apa maksud dari serangan cyber ini? Paling tidak, ada dua tujuan utamanya:

- untuk menghancurkan jaringan komputer (computer networks)
- untuk mengakses data dan informasi pada komputer yang diserang.

Para hackers bisa meng-hack apa saja (fasilitas publik dan pribadi), termasuk:

- individual
- sekolah (SD sampai SMA)
- universitas
- usaha kecil kecilan
- rumah sakit
- pemerintahan (kota, propinsi, negara)
- organisasi apa saja.


Fig 02- Bunga ungu sedang mekar di taman

Baru baru ini hackers meng-hack fasilitas penting, yaitu operasi pipa penyalur minyak dan gas milik perusahaan Colonial Pipeline, Amerika Serikat.

Akibatnya operasional perusahaan sempat terhenti di beberapa titik, dan akibat lanjutnya adalah kenaikan harga minyak.


Fig 03- Salah satu fasilitas publik sasaran hackers

Masyarakat panik, histeri, takut supply terhenti dalam tempo yang tak pasti. Antri panjangpun terjadi di beberapa states (negara bagian).

Kemudian, kelompok kriminal hackers tersebut memeras uang sebesar Rp 62 milyar.

Setelah dibayar, minyak dan gas kembali mengalir normal.

Inilah yang disebut dengan istilah Ransomware Hackers.

Dunia diperkirakan rugi triliunan bahkan ribuan triliun rupiah karena kejahatan yang disebut dengan istlah Ransomware Hackers ini.

Selanjutnya, sebagai individu, kita bisa saja menjadi sasaran Ransomware Hackers atau hackers lainnya.

Sebagai individu, apakah kita bisa menghentikan kejahatan Ransomware Hackers?

Jawabnya: ya, tentu saja bisa.

Bagaimana caranya?

Tindakan yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut:

- membuat password (kombinasi dari huruf, nomor dan karakter khusus)
- tidak pernah memakai kembali password lama (tua).
- back up data
- jika mungkin, pakai “multiple authentications.”

Apakah komputer anda pernah diserang oleh ransom cyberattacks atau ransomware hackers?

Wednesday, June 16, 2021

Bangun Setelah Tidur 24 Ribu Tahun

Fig 01- Bdelloid rotifer setelah di-scanning dengan electron micrograph (SEM),credit to Steve Gschmeissner.

Mungkin anda masih ingat, ada mahluk hidup yang “tidur” di musim dingin, istilahnyanya “hibernasi.”

Ya, nama hewan itu Beruang.

Ada banyak mahluk selain Beruang, “tidur” dalam waktu tertentu, mulai dari mahluk satu sel seperti bakteri dan virus, sampai mahluk triliunan sel seperti mamalia.

Kita mungkin bertanya tanya, kenapa mahluk itu tidur lebih panjang dari normal? Alasan utamanya adalah:

- berubahnya suhu secara ekstrem (terlalu dingin atau terlalu panas)
- kurangnya sumber makanan.

Selain tidur, cara orhanisme menghindar dari kondisi ekstrem (kurang makan dan perubahan suhu):

- menurunkan ritme detak jantung
- menurunkan temperatur tubuh
- menurunkan metabolisme rate


Video tentang Bdelloid rotifer yang hidup dan berbiak setelah tidur 24.000 tahun.


Fig 02- Rotifer, hidup di air tawar (credit to Britannica)

Baru baru ini ilmuwan menemukan rotifera atau “bdelloid rotifer” yang tidur selama 24.000 (Dua Puluh Empat Ribu) tahun di daerah Arctic, Rusia.

Organisme multi sell ini ukurannya sangat kecil, tidak kelihatan dengan mata telanjang.

Ukurannya sekitar 500 mikron (0,5 mm), memang tidak kelihatan sepintas. Tapi jika jumlahnya ribuan, kita bisa melihatnya pakai lampu senter sebagai titik titik putih di dalam air.

Bisa ditemui di mana saja, terutama di:

- sungai
- danau
- kolam

Di Indonesia. Biasanya dijadikan sebagai bahan makanan untuk larvae ikan.

Apa yang mengejutkan dari peristiwa tidur selama 24 ribu tahun ini?

Setelah dibangunkan, ternyata bisa berkembang biak (reproduksi) secara asexual, disebut dengan istilah parthenogenesis.

Dimana telur telur “bdelloid rotifer” bisa menetas menjadi rotifer (anak anak rotifer) tanpa perlu dibuahi.

Rotifer baru dari hasil penetasan asexual berenang sangat aktif, bisa dilihat di video di atas.

Menurut anda, apakah ini sebuah keajaiban?

Saturday, May 1, 2021

Cara Memperbaik Error Pada Google Adsense

 Fig 01- Error pada Adsense

Jika anda menemukan tulisan berikut pada Adsense anda, maka anda sebaiknya segera memperrbaikinya:

Earnings at risk – You need to fix some ads.txt file issues to avoid severe impact to your revenue

Caranya adalah sebagai berikut:

1) Di halaman “dashboard” GoogleAdsense, anda akan menemui berbagai fitur. Klik fitur ini:
- Account

2) Anda akan berada di halaman “Account Information,” ada publisher ID:
- misalnya Publisher ID: pub-1234567891234567

3) Copy nomor Publisher ID. Nomornya saja:
- misalnya: 1234567891234567

4) Kemudian kembali ke dashboard BLOGGER, dan klik fitur
- Setting


Fig 02- Fitur setting blogger

5) Di fitur Setting (laman dashboard blogger), maka anda akan menemukan:
- Monetisation

6) Dibawah Monetisation, akan ditemui:

- Enable Custom ads.txt
- Custom ads.txt


Fig 03- Keju, hanya ilustrasi

7) Kemudian balik ke Adsense, dan akan kembali menemukan Earnings at risk – You need to fix some ads.txt file issues to avoid severe impact to your revenue. Kemudian klik:
- “Fix now”

8) Klik download, anda akan menemukan kode berikut (hanya contoh):
- google.com, pub-1234567891234567, DIRECT, f00d47fcg0923fb0

9) Kembali ke dashboard blogger, akan ditemui (lihat no 6 di atas):

- Enable Custom ads.txt
- Custom ads.txt

10) Di Enable Custom ads.txt, klik yes, kemudian masukkan kode (lihat no 8):
- google.com, pub-1234567891234567, DIRECT, f00d47fcg0923fb0

11) Klik Save changes

Beres!!

# Jika TIDAK terjadi perubahan, maka abaikan saja. Yang penting kita sudah memberitahu sistem, dan orang lain TIDAK bisa mengklaim iklan kita.

Saturday, April 24, 2021

Misteri Hilangnya Burung Pelatuk dan Hummingbird

Fig 01- Burung pelatuk atau “woodpecker.”

Suara burung mulai terdengar kira kira sejam sebelum matahari terbit, sambil “bersiul siul,” si burung mulai kelihatan meloncat sana sini bersamaan dengan munculnya mentari di belakang rumah kami.

Ada dua jenis burung yang saya tunggu tunggu sambil minum kopi pagi, yaitu: burung pelatuk dan hummingbirds

Ya, burung Pelatuk adalah si “woody pecker,” diantara film kartun yang saya dan anak saya gemari.

Hummingbirds” adalah burung paling kecil di dunia, lebih besar sedikit dari serangga.

Uniknya, burung “Hummingbirds” hanya ada di benua Amerika. Jika ingin melihatnya terbang di alam, ya, anda harus ke Amerika.

Dengan singgah di rumah saya ketika musim bunga, berarti anda bisa melihat satu satunya burung terkecil di dunia, tak ada di benua lain di muka bumi.

Ndak ada do di tempat lain, kata orang Pekanbaru. Nikmat apalagi yang ingin kau dustakan?


Fig 02- Burung hummingbird di sekitar perumahan.


Fig 03- Pohon yang ditebang

Baik burung Pelatuk maupun si “Hummingbirds” menghilang, tidak pernah berkunjung ke halaman belakang rumah lagi dalam beberapa tahun ini.

Apa penyebab hilangnya burung Pelatuk dan hummingbird?

Sebenarnya, baik Pelatuk dan Hummingbird, tidak termasuk dalam daftar hewan langka.

Dan nyatanya masih bisa ditemui di perumahan kami, walaupun jumlahnya sudah berkurang, dibandingkan dengan 5 tahun lalu.

Kenapa bisa menghilang dari belakang rumah?

Setelah pikir pikir, inilah penyebab utamanya:

1) Tiga pohon di depan rumah sudah dipotong

2) Dua pohon tetangga kiri rumah juga ditebang

3) Lebih dari 5 pohon tinggi besar tetangga kanan rumah dibabat atau diterjabg badai.

Pohon pohon yang jadi sumber makanan dan tempat berlindung sudah sangat berkurang.

Maka, banyak burung yang mencari makan atau perlindungan di tempat lain, dan ada beberapa yang tanpa “kabar berita”. Lesap, tidak ada yang kembali!


Tuesday, April 14, 2020

Apakah Tidak Ada Anak Usia 9 tahun ke bawah MATI Karena Covid-19?

Anak anak di Denmark

* Tanya: Kata siapa anak anak TIDAK ada yang mati karena Covid-19?
Jawab: Kata CDC China, data sampai 19 Maret, 2020 (silahkan baca post saya : Older, Men and Preexisting conditions are Vulnerable to Covid-19 – Virus 3 | Tanza Erlambang Update)

** Tanya: Bagaimana dengan data terbaru?
Jawab: Sampai saya mengetik ini, 14 April 2020, Kata CDC China ada 10 anak anak yang terinfeksi. Tapi TIDAK ada yang mati

*** Tanya: Bagaimana dengan di negara negara Skandinavia?
Jawab: Di Denmark, Islandia, Finlandia TIDAK ada anak anak dibawah 9 tahun yang MATI.

*** Tanya: Bagaimana dengan negara lain, apakah anak anak TIDAK ada yang mati?
Jawab: Kata CDC Amerika Serikat, dari data 12 Februari sampai 2 April 2020, ada 3 (tiga) yang mati.

**** Tanya: Kenapa ada anak anak akhirnya ditemui ada yang mati?
- Jawab: kemungkinan pre-existing conditions (baca kembali post dan argumen saya).

- Bahkan ada komen saya, berdasarkan data sebelumnya bahwa Pria lebih banyak MATI dari perempuan, tapi beberapa hari sempat perempuan lebih banyak MATI. Itu terjadi di Italy

# Di Indonesia, sudah ADA anak anak mati karena Covid-19.
- Kenapa? silahkan baca argumen saya di setiap posting yang berkaitan dengan virus!

### Kesimpulan:
- Covid-19 seperti yang ditulis di banyak media, sudah mengalami “mutasi.” Bisa saja “membolak balikkan” anggapan, data dan fakta sebelumnya.

- Saya baca posting medsos dari seorang dokter Indonesia: “ Covid-19 is a great imitator.” Yang kita percayai sekarang, besok BISA berubah, dan bahkan BATAL.

- Yang perlu kita debatkan, bukannya ada atau tidak ada anak anak yang mati; apakah pria lebih banyak mati atau perempuan; apakah yang muda akan lebih banyak mati?

TAPI, perdebatan sebaiknya: BAGAIMANA menekan kematian dan MENCEGAH infeksi massal !!

Thursday, March 26, 2020

Kenapa Covid-19 Gampang Berpindah dari 1 Orang ke Orang Lain?

Batuk bisa nyebar ke mana mana (credit to MIT news)

Di dalam SATU sel kita, Covid-19 mereplikasi dirinya. Setelah sel tersebut mati, maka si virus (anak, cucu, cicitnya) menginfeksi sel sel lainnya.

Total sel kita 37 triliun. Jika 0.1% saja yang terinfeksi, berarti ada sekitar 30 milyar sel sel yang menderita sakit.

Pasien POSITIF Covid-19, seandainya BATUK atau BERSIN, maka akan mengeluarkan “droplets” (semacam lendir atau cairan) yang di dalamnya ada virus.

Satu kali batuk atau bersin, ada sekitar 3.000 sampai 40.000 virus beterbangan di udara.

Dulu diperkirakan, Covid-19 hanya BISA hidup di udara selama 2 menit. Penelitian terbaru menyebutkan BISA hidup sampai 3 jam.

Kenapa dari 2 menit menjadi 3 jam?

DIDUGA, Covid-19 sudah “bermutasi” menjadi strain-2. Sudah beda dengan strain aslinya yang dari Wuhan.

Bayangkan saja, jika pasien positif Corona virus 10 kali terbatuk batuk dan bersin, berarti akan ada 30.000 sampai 400.000 virus beterbangan di udara selama tiga jam.

# Dulu...duluuu…. Saya pernah mengukur kecepatan perpindahan parasit dari satu inang ke inang lainnya. Sangat cepat.

Kembali ke virus, seandainya, ada angin dengan kecepatan 2 km perjam, maka Covid-19 akan beterbangan ke mana mana dalam jarak 6 km dari tempat asal yang terbatuk batuk dan bersin.

1 orang bisa menginfeksi 5 orang, kemudian bisa menginfeksi 25 orang, kemudian bisa menginfeksi 125 orang, kemudian 625 orang…...begitu seterusnya. Bertambah secara eksponential.

Berapa kira kira orang yang bisa terjangkiti oleh Virus Corona?

Hanya sebagai gambaran:
- Kepadatan Penduduk Italia adalah 206 orang per km2.
- Kepadatan penduduk Indonesia adalah 140 orang per km2.
- Kepadatan penduduk pulau Jawa adalah 1.000 orang per km2.

Terakhir, infeksi di Italia adalah 80.000 jiwa, mati 8.000 jiwa, sekitar 10% fatality rate

Khususnya pulau Jawa yang kepadatan penduduknya 5 kali lebih besar dari Italia, berapa kira kira yang akan terinfeksi dan mati karena Covid-19?

GELAP gulita …. kita berada dalam zona GUA HANTU !!