Monday, February 4, 2019

Pilpres 2019: Pemimpin Negara Demokrasi Biasa Saja Dimaki, Presiden Kita CENGENG Tak Bertepi!

Foto Rahayu Saraswati dan Sandiaga Uno, credit to Fadhli

Ketika berkampanye di Jawa tengah akhir Januari, 2019 lalu, Sandiaga Uno melewati beberapa kabupaten diantaranya Wonogiri dan Pati, diteriaki oleh pendukung Jokowi-Ma’ruf. Respon spontan Sandiaga adalah melambaikan tangan dan tertawa kecil, sambil berkata:”sampaikan salam ke pak Jokowi.”

Saat ditanya wartawan, Jawaban Sandi sangat tidak diduga, dimana Sandiaga Uno malah merasa senang, karena ternyata pendukung presiden Jokowi mau ikut hadir di acara kampanyenya. Dan tentu saja kemudian dirangkul dan diajak makan!

Tak kalah menarik adalah jawaban Rahayu Saraswati atau lebih dikenal dengan Sara Djojohadikusumo ketika ditanya wartawan tentang teriakan pendukung Jokowi.

Apa jawaban Rahayu Saraswati? Teriakan pendukung Jokowi ke arah Sandi adalah bentuk dari ekpresi kebebasan menyampaikan pendadapat dan dilindungi oleh UU.

Luar Biasa…. Jawaban seperti inilah yang ditunggu oleh rakyat Indonesia. Demokratis dan menyejukkan!

Tahukah anda, kalau hearing di parlemen di negara Inggris, Perdana Menteri bisa dicaci maki dan itu disiarkan secara langsung oleh TV, tanpa ada editan?

Di Amerika pun begitu, kalau hearing dengan Menteri kabinet, anggota kongres dengan enteng saja mengatakan:”anda TIDAK becus bekerja.” Dan juga disiarkan secara langsung oleh TV, tanpa editan. Selain “dimaki,” tak jarang menteri diancam akan dijebloskan ke penjara jika TIDAK BECUS melayani rakyat !

Ahmad Dhani masuk penjara di era presiden Jokowi

Di negara kita?

Presiden hampir setiap hari “berkeluh kesah” dan CENGENG CENGENGAN:
-bahwa dia dicaci maki,
-bahwa dia dituduh anak PKI,
-bahwa banyak cerita hoax tentang dirinya

Pak presiden Republik Indonesia! Anda adalah kepala negara, sekaligus panglima TERTINGGI. Ada 5 orang bintang 4 dibawah anda! Apakah anda TIDAK MALU dengan watak CENGENG anda?

Rakyat ingin rasa aman dan perlindungan dalam berdemokrasi, bukanya dijebloskan ke dalam penjara karena menggunakan HAK HAK dalam berekspresi!

Tahukah anda bahwa memenjarakan orang yang menyampaikan pendapatnya hanya dilakukan oleh pemimpin komunis dan otoriter fasis seperti Lenin, Stalin, Mussolini, Hitler? 

2 comments:

  1. Replies
    1. yup...

      Thanks:
      Pilpres 2019: Pemimpin Negara Demokrasi Biasa Saja Dimaki, Presiden Kita CENGENG Tak Bertepi!
      -
      Foto Rahayu Saraswati dan Sandiaga Uno, credit to Fadhli

      Delete