Saturday, February 16, 2019

Pilpres 2019: Jokowi Untung, Petani Tebu Buntung

Ilustrasi, credit Egrafis

Uang “fee” untuk impor gula saja “sampai” sebesar Rp4,5 Triliun (silahkan baca semua media nasional, diantaranya dari kantor berita resmi pemerintah, ANTARA, 28 September 2016 dan Detik, 13 Februari 2019).

Masuk ke saku siapa uang fee tersebut?
-Tentu saja ke yang memberi izin impor.

Siapa yang menyetujui pemberian IZIN impor?
-Pada debat pilpres pertama, Jokowi MENGAKU dengan BANGGA bahwa dialah yang memberi izin impor!

Bagaimana dengan ribuan item izin impor lain? Ya, setali tiga uang: fee masuk ke saku Jokowi!!

NGERTI nggak? Kenapa majalah “investing” memperkirakan KEKAYAAN presiden Jokowi sebesar Rp200 Triliun. Presiden paling SERAKAH sejak Indonesia merdeka.

Ada BERIBU alasan untuk impor, agar rakyat yang DUNGU (meminjam kata Rocky Gerung) bisa semakin DUNGU dan mati matian membela Jokowi. Diantara alasan itu adalah (dilontarkan Jokowi sambil tidur tiduran menghitung duit fee):
-Menstabilkan harga
-Petani nggak usah capek capek bertani, kasihan
-Pekerjaan lain lebih baik daripada menjadi petani
-Lah, wong, aku nggak anak petani aja bisa jadi presiden kok! Dst...dsb….

Pokoknya beribu ribu alasan bisa diberikan, bahkan jutaan alasanpun bisa ditelurkan dan ditetaskan oleh Jokowi!

Tahukah anda, apa akibat negatif dengan impor? Diantaranya adalah sbb:

1) Petani Indonesia rugi triliunan rupiah, karena hasil panen mereka tak bisa dijual
2) Jokowi membesarkan petani Thailand, karena produk Thailand diserap oleh pasar Indonesia
3) Untuk impor diperlukan devisa, otomatis cadangan devisa kita berkurang
4) Akibat impor yang terlalu besar, maka trade deficit kita juga gede.
5) Trade deficit gede, diantara sebab kenapa rupiah kita terus anjlok.

Bisa satu buku kalau mau ditulis efek negatif dari impor. Terlalu banyak implikasi utama maupun kaitannya.

Nah, debat kedua capres 17 April 2019, diantara temanya soal ketahanan pangan. Apakah masih sama alasan Jokowi untuk melakukan impor seperti di atas?

Apapun alasannya semakin MEMBUKTIKAN bahwa Jokowi hanya MEMENTINGKAN dirinya sendiri!!

2 comments: