Tuesday, June 23, 2020

Pilpres 2024 – Dua Terbilang Dalam Timangan Istana


Ganjar dan Khofifah

Baru saja diumumkan pemenang “new normal,” dimana daerah yang dianggap “sukses” menangani Covid-19 dapat ganjaran dari istana.

Untuk level Propinsi, ada EMPAT hal menarik dari hadiah ini:

1) 6 dari 7 kategori jatuh ke tangan propinsi yang memenangkan Jokowi dalam pilpres 2019

2) Dua propinsi yang menjadi lumbung suara Jokowi, yaitu Jatim dan Jateng adalah diantara pemenang. Bahkan Jatim mendapat hadiah di dua kategori.

3) Dua propinsi, yaitu Jakarta dan Jabar TIDAK termasuk dalam daftar pemenang

4) Wanti wanti dari panitia:”Jangan PILIH pertahana yang Gagal Menangani Covid-19.” Anda pasti tahu arahnya ke mana.
--------------------------------------------------------
Posting saya tertanggal 12 June 2020: Pilpres 2024 – Akankah Giliran Jawa Barat?

Dalam kolom komentar, ada saya sebutkan bahwa Gubernur Jawa Timur lebih “menggiurkan” ketimbang Jawa Tengah. Dua hadiah untuk Jawa Timur “membuktikan” “benarnya” komen saya.

Khofifah adalah “anak manis”, dari menteri diizinkan Jokowi untuk ikut pemilihan gubernur, dan MENANG. Balasan Khofifah, memenangkan Jokowi.

Padahal, menurutkan teman yang bekerja di salah satu lembaga penelitian di Singapura, “exit poll” yang dia lakukan menunjukkan angka “imbang” antara Jokowi dan Prabowo.

Soal suara di Jatim, ada saya buat coretan dengan judul:”Angka yang Janggal di Jatim.”

Tapi, saya dan teman TIDAK berani menyimpulkan bahwa hasil Pilpres 2019 apakah Sah atau TIDAK SAH. Kenapa? Lain kali saja dibahas.
-----------------------------------------------------------------

Terus, apa maksudnya dengan judul: “Pilpres 2024 – Dua Terbilang Dalam Timangan Istana?”

Ada apa dengan Jabar dan DKI?
---------------------------------------------------------------

Ada istilah “stick and carrot” dalam politik. DKI dan Jabar mendapat “gebukan” dari istana.

Untuk DKI, pasti sudah bisa anda raba raba. Sedangkan Jabar, sudah saya komen di posting sebelumnya bahwa RK mempermalukan presiden, kalah dua kali berturut turut di wilayahnya. “Anak tak tahu diuntung!”
----------------------------------------------------

Presiden negara mana saja punya keinginan agar warisan “kebijaksanaannya” dan dirinya sendiri (beserta keluarga) aman aman saja setelah tidak menjabat.

Memang benar, selama Ganjar gubernur, tidak ada yang menonjol di Jateng. Tapi jabatan Ganjar masih ada sekitar 3 tahun, masih punya kesempatan untuk “menarik” perhatian publik.

Jika memang Ganjar menjadi anak “timangan” Jokowi, maka beliau akan mendapat jabatan di seputar istana sekitar tahun 2023 nanti. Berpeluang untuk tampil di panggung nasional.

Khofifah sendiri masih punya waktu panjang juga, ada 4 tahun sampai 2024 nanti. Banyak hal bisa dikerjakan untuk “mencuri” perhatian nasional.

Gabungan SUARA dari propinsi Jatim dan Jateng, terbukti menjadi KUNCI kemenangan 4 kali pilpres di era reformasi.

Kita tunggu saja pesta demokrasi 2024 nanti!

Friday, June 12, 2020

Pilpres 2024 – Akankah Giliran Jawa Barat?

Susi dan AHY sedang berbincang

Benar, masih terlalu jauh bicara Pilpres 2024, ini hanya coretan imajinasi saja. Sekedar iseng kala “carut marut” pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Jika anda menyimak pilgub DKI 2017, salah satu poling yang “menggemparkan” adalah Susi Pudjiastuti berada di posisi atas.

Soal ini pernah ditulis di Kompasiana oleh seorang teman, saya memberi komentar kira kira: “Buk Susi lebih dibutuhkan pada posisi menteri, kemungkinan besar beliau tidak diizinkan presiden untuk maju di pilgub DKI 2017.”
---------------------------------------------

Terus...apa hubungannya dengan judul: Pilpres 2024 – Akankah Giliran Jawa Barat?

Dan apa pula hubungannya dengan AHY?

Dari presiden yang “TERPILIH” atau DIPILIH oleh PPKI, MPRS, MPR atau oleh rakyat langsung, TIDAK termasuk yang MENGGANTIKAN presiden sebelumnya (BJ Habibie dan Megawati), mereka berasal dari:

- Sukarno : Jatim
- Suharto : Yogyakarta
- Gus Dur : Jatim
- SBY : Jatim
- Jokowi : Jateng

Sedangkan jumlah daftar pemilih presiden 3 besar Indonesia, berdasarkan data tahun 2019:
- Jawa Barat : 33 juta
- Jawa Timur : 30 juta
- Jawa Tengah : 28 juta

Ada dua catatan penting dari data 3 besar pemilih tersebut:
Catatan 1 - Belum ada presiden dari Jawa Barat semenjak Indonesia merdeka, padahal Jabar adalah pemilik suara terbesar di Indonesia.

Catatan 2 – Berdasarkan “teori peluang,” kombinasi Jabar dan Jatim memiliki suara TERBANYAK yaitu 63 juta pemilih.

Sudah bisa anda TEBAK, siapa dan dari daerah mana kombinasi yang BERPELUANG paling BESAR untuk menang pilpres 2024.

Keunggulan Susi adalah berpengalaman di pemerintah, dan TIDAK usah ditanya“asam garamnya” di sektor swasta. Dan tercatat sebagai salah satu orang kaya Indonesia dengan duit triliunan rupiah

AHY sendiri, meskipun NOL pengalaman di pemerintahan, ya, paling tidak, sangat mengerti seluk beluk militer.

Menariknya, kedua orang ini punya STAMINA luar biasa. Susi Pudjiastuti adalah pemegang “license to flight” dari Florida, USA.

Kemudian, anda pasti tahu bahwa AHY bisa berlari 10 km dengan beban di pundak, serta berjalan kaki dari pagi sampai sore tanpa lelah.

Jika mereka maju pilpres, maka kampanye 2024 akan riuh rendah, karena mereka bisa berada di titik manapun di Indonesia, tanpa letih!

Siapa kira kira pasangan pilpres 2024 lainnya?

Stay tune!