Sunday, August 25, 2019

Pilgub Kepri 2020 - M.Rudi, Peluang dan Rasionalisasi

Walikota Batam dan Bupati Karimun

Sebelum kita bahas, siapa yang berpeluang mengalahkan “wonder boy,” Isdianto, mari kita lihat fakta fakta.

Di data nasional untuk pilgub maupun pilkada TK 2, pertahana itu menang 70%.

Jika kita fokuskan ke pilgub Kepri yang sudah berlangsung 3 kali, pertahana itu MENANG 100%.

Artinya apa? Semua pertahana pilgub Kepri MENANG. Mau BUKTI?:
1. Ismeth (Pertahana) – M.Sani (Bupati), pilgub pertama, kategori pertahana karena Ismeth adalah Penjabat gubernur

2. M. Sani (Wakil Gubernur) – Soerya (Legeslatif, Ketua Parpol), kategori pertahana karena M. Sani praktis sebagai Gubernur. Gubernur sendiri sedang menghadapi masalah hukum saat itu.


3. M. Sani (Gubernur) – Nurdin Basirun (Bupati). Jelas pertahana.

Pertahana artinya adalah ekskutif. Apa keunggulan ekskutif? Ini dia:
- Menguasai logistik (politik anggaran)
- Menguasai birokrasi di semua kabupaten dan kota madya yang ada di Kepri
- Ketua Forkopimda, diantara anggotanya adalah aparat Kepolisian dan TNI

Dari “intro” di atas, jawaban pertanyaan: siapa yang “berpeluang” mengalahkan “wonder boy,” Isdianto? Tentu bisa dijawab dengan gamblang.

Perlu diingat, kata “peluang” bukan berarti bisa atau pasti mengalahkan pertahana. Peluang tetap ”30%”

Ada judul judul berita di berbagai media di Kepri, diantaranya:
- Branding Personal Rudi Sinyal Kuat Maju ke Pilkada Kepri
- Dikabarkan Maju Pilgub Kepri 2020 Dampingi Rudi, Ini Tanggapan Bupati Karimun Aunur Rafiq

Kesimpulan yang dapat ditarik dari dua judul berita di atas adalah:
- Rudi, walikota Batam merasa punya “peluang” menjadi gubernur Kepri.

Apa “rasionalisasi” walikota Batam sehingga merasa berpeluang menjadi gubernur? Jelasnya adalah penduduk dan sekaligus DPT Batam terbesar di Kepri.

Terus, rasionalisasi memilih Bupati Karimun sebagai pendamping?
- psywar terhadap Plt Isdianto yang juga putra daerah Karimun.
- tak PD jika sendirian menghadapi Plt yang menguasai 6 daerah TK II (Natuna, Anambas, Lingga, Bintan, Tanjung Pinang dan Karimun) lainnya.

Apa pula rasionalisasi bupati karimun menolak jadi calon wakil gubernur Rudi?
- peluang yang hanya 30%
- lebih aman di posisi bupati, daripada mencari jabatan wakil gubernur yang tak jelas.
- tak mau seperti pepatah Melayu: Mendengar guruh di langit, air di tempayan langsung dibuang.


Siapa lagi yang “berpeluang” berlaga di pilgub Kepri 2020? Kita lanjutkan di tulisan berikutnya. 

Thursday, August 22, 2019

Pilpres USA 2020 - OTAK Sangat Menentukan

Calon presiden dari partai Demokrat

Apa yang paling menentukan dalam Pilpres di negara negara demokrasi seperti di Amerika Serikat?

Jawabnya adalah: OTAK

Kenapa dengan OTAK? Dengan Otak, bisa mengemukakan gagasan dan ide ide untuk memecahkan masalah saat ini dan apa yang terbaik ke depannya!

Setelah OTAK, Gagasan dan ide, apakah yang lain tak perlu? Perlu dong. Apa itu?:
- Money
- Duit
- Uang
- Piti
- Hepeng
- Artos

Uang tersebut dipakai untuk apa saja? Diantaranya adalah untuk:
- membayar konsultan, analist dan strategis
- membayar pengamat dan tukang debat yang cuap cuap di media: TV, Koran, Radio
- membayar penggerak/koordinator sukarelawan (di setiap provinsi atau kabupaten, ada beberapa koordinator yang dibayar untuk mengkoordinasi sukarelawan).
- membayar iklan di TV, koran dan radio
- biaya transportasi dan akomodasi

Bagaimana cara mendapatkan UANG kampanye? Menjual OTAK, yaitu gagasan dan ide ide inovatif.

Debat Capres adalah cara tepat menjual OTAK dengan gagasannya. Ide ide satu calon, kemudian didebat dan dibantah oleh calon calon presiden lainnya.

Siapa yang OTAK-nya cemerlang, maka akan mengalir: DUIT, PITI, Uang.

Dari mana saja uang itu datang mengalir?:
- Dari rakyat yang kagum dengan OTAK dan gagasan Capres.
- Dari LSM yang merasa satu perjuangan
- Dari Perusahaan yang merasa ide ide Capres cocok dengan usaha mereka.
- Dari siapa saja.

Partai Demokrat menggelar 10 kali debat untuk mendapatkan CALON presiden yang akan menantang presiden Donald Trump tahun 2020.

Debat sudah berlangsung dua kali, untuk masuk ke debat ketiga, maka Calon presiden harus punya minimal:
- Dana Kampanye yang disumbangkan oleh paling sedikit 130 ribu penyumbang (rakyat, LSM, perusahaan dan pihak pihak terkait).

- minimal punya 2% suara dari 4 survei terakhir.

# Di Amerika, TIDAK ada calon presiden yang masuk gorong gorong, jual janji KARTU sakti, dan janji janji tak masuk akal.

## Pemilihan Gubernur-pun mirip dengan Pilpres dalam hal cara cara mendapatkan dana kampanye.

### Incumbent yang pakai fasilitas negara seperti pesawat terbang, HARUS bayar pakai duit kampanye.

Sunday, August 11, 2019

Pilgub Kepri 2020 - Sekali Kongres, Dua Presiden Mendukung Kader Di Pilkada

Plt Gubernur Kepri dan istri

Tak mantan (Megawati), tak presiden (Jokowi), dua duanya dalam satu Kongres PDIP di Bali, sama sama memberikan poin penting dalam pidato mereka, yaitu: MENDUKUNG penuh kader kader PDIP yang maju di Pilkada 2020.

Hal ini diaminkan oleh Sekjen, Hasto Kristiyanto di beberapa interview selama kongres.

PDIP sangat menyadari, diantara KUNCI kemenangan pileg dan pilpres adalah “penguasaan lapangan.” Gain ground dalam istilah pilpres dan pileg Amerika

--------------------------------------------------------

Keseriusan PDIP menorehkan kemenangan di setiap Pilkada dimulai dari tahun 2013, dan terus dilanjutkan sampai saat ini.

Tahun 2013, Jokowi ikut langsung terjun di Pilkada Jateng, begitu juga dengan Megawati serta pengurus pusat PDIP, dan di kemudian hari selalu terlibat langsung di banyak pilkada.

Kerja keras PDIP menghasilkan “buah manis,” diantaranya pengusaan Jawa Tengah. Selain kursi gubernur, ada 18 kepala daerah tingkat II Jateng dikuasai oleh kader kader PDIP.

Kita ketahui bersama, salah satu kunci kemenangan Jokowi dan PDIP di pilpres dan pileg 2019 adalah Jawa Tengah.
----------------------------------------------------------------------

Kemudian, apa hubungannya dengan Pilgub Kepri 2020?

Isdianto, Plt Gubernur Kepri adalah kader PDIP.

Sebagai kader, jika Isdianto “maju,” tentu saja dengan restu pengurus (tingkat pusat dan daerah), maka PDIP termasuk presiden Jokowi akan “all out” atau secara TOTAL akan memenangkan kadernya.

Presiden Jokowi dalam poin pidatonya, selain akan berusaha memenangkan Pilkada 2020, juga akan memastikan kemenangan PDIP tahun 2024.

Kemenangan di Pilkada, termasuk di Kepri adalah “pondasi” kokoh untuk memenangkan pemilu dan pilpres 2024.
--------------------------------------------------------------------------------
Apakah calon lain TIDAK punya peluang di Pilkada Kepri 2020?

Mari kita bahas di artikel berikutnya!

# Tulisan ini adalah bagian dari serial tulisan tentang Pilgub Kepri 2020.