Friday, July 24, 2020

Pilgub Kepri 2020 – Kudeta Politik yang Gagal Total


Isdianto unggul, hasil survey terkini

Upaya para pesaing untuk membentuk koalisi besar atau memborong semua partai yang ada dapat diibaratkan sebagai upaya “kudeta” politik di Pilgub Kepri 2020.

Kudeta politik juga termasuk mencegah PKS dan Hanura untuk mendukung pasangan “incumbent” dengan Suryani, seorang politisi dan ustadzah handal.

Disamping itu, opini, distorsi dan hoax di-pabrikasi dan disebarluaskan melalui berbagai media, seolah olah “incumbent” batal berlaga karena hasil survey rendah.

Padahal dari keseluhan pilkada di era reformasi, fakta menunjukkan:
- 70% incumbent menang Pilkada di Indonesia
- 100% incumbent MENANG di Pilgub Kepri
- incumbent TIDAK pernah pada posisi rendah di survey (silahkan saja cek).
-----------------------------------------------------

Publik bertanya tanya: “Ada apa?.” Apa yang sebenarnya telah terjadi?
-----------------------------------------------

Jawaban sederhananya adalah: TAKUT….. Takut bersaing secara “fair” dan bermartabat.

Dalam “ketakutan,” cara terbaik adalah main kayu, main kudeta politik.

Pada tanggal 24 Juli 2020, akhirnya keluar pernyataan dari DPW PKS Kepri bahwa Presiden PKS pusat, Muhammad Sohibul Iman sudah secara resmi mendukung Isdianto – Suryani.

Rekomendasi disampaikan secara verbal (melalui telphon), tinggal menunggu rekomendasi tertulis.

Hampir bersamaan, pada tanggal 27 Juli 2020, presiden Jokowi akan melantik Isdianto sebagai gubernur definitif Kepri.

Meskipun Pilgub Kepri akan berlangsung 5 bulan ke depan, arti politik dari pelantikan ini bisa dimaknakan bahwa presiden Jokowi “menginginkan” pembangunan Kepri dilanjutkan oleh “incumbent.”
------------------------------------------------------

Arti lainnya apa?
- Kudeta politik Gagal total
- Ada restu terselubung dari RI1 untuk incumbent

Atas kenyataan ini, akan semakin kentara kepanikan para penantang incumbent. Dalam beberapa hari ini, tanda tanda panik ini terlihat di media sosial.

Para pendukung calon nepotisme seperti “orang mabuk” ber-argumentasi di medsos, diantaranya:

# menjadi calon adalah hak setiap warga negara, walaupun dengan prestasi TERTINGGI sebagai bini pejabat.

# presiden juga begitu, padahal bini presiden selama Indonesia merdeka TIDAK pernah menjadi calon atau calon wakil bupati, gubernur, dan apalagi calon wakil presiden.

# karena rasa benci makanya anti sama praktik nepotisme. Wow. Jadi kita semua harus mencintai nepotisme? Mencintai bini orang?

Selanjutnya?

Mari kita tunggu badut badut nepotisme berakrobat, kita, sudah barang tentu, sambil ngopi dan tertawa terpingkal pingkal membaca argumen pembenaran dari para badut di medsos.

Saturday, July 18, 2020

Pilgub Kepri 2020 – Sabda Didengar, Rakyat Berbinar Binar

Isdianto dan Suryani (credit to KalbarOnline)

Setelah hiruk pikuk akan berpasangan dengan “istri orang,” yang notabene adalah meng-abadikan “nepotisme,” akhirnya Isdianto mendengarkan “sabda” rakyat, sabda langit.

Ini sekaligus sebagai “edukasi” politik yang bisa diselipkan saat kampanye dan temu masyarakat bahwa:
- siapa saja bisa menjadi peserta pilkada asal punya “track record” sebagai pejabat publik, bukan semata mata karena dia ibu rumah tangga dan istri orang (bini pejabat).

Terang benderang, Suryani pasangan Isdianto adalah anggota legeslatif, DPRD Kepri dari partai PKS, untuk maju di Pilgub Kepri 2020.

Dua periode terpilih sebagai anggota DPRD Kepri menunjukkan Suryani punya “jam terbang” yang sangat memadai dalam dunia politik Kepri.

Beberapa posting saya pernah menyinggung tentang Isdianto, mulai dari puja puji sampai ke kritik pedas, diantaranya adalah sbb:

Apa keunggulan dan bagaimana peluang MENANG pasangan Isdianto dan Suryani?
----------------------------------------------------------

Sudah saya tulis berkali kali tentang keunggulan sebagai “incumbent,” diantaranya:
- Menguasai logistik yang “melimpah”
- Bisa mengakses birokrat sampai ke desa, RT/RW
- Punya wewenang untuk berkoordinasi dengan aparat, baik Polisi, TNI, termasuk Babinsa soal keamanan pilkada.

Untuk kasus Isdianto, ini keunggulan berpasangan dengan Suryani dan kemudian didukung oleh PKS dan partai Hanura:
- Partai PKS mengantarkan Prabowo-Sandi meraup suara 52% umat Islam. PS kalah karena suara non-muslim.
- Hanura adalah partai nasionalis yang konstituennya terdiri dari semua etnis dan agama.

Mayoritas penduduk Kepri, dan orang Melayu Kepri yang muslim, ditambah demograpi Kepri yang multi-etnis dan multi-agama, merupakan peluang besar untuk Isdianto dan Suryani. PKS dan Hanura adalah kartu “as.”

Apakah semua sumber keunggulan ini bisa mengantarkan Isdianto dan Suryani menang Pilgub Kepri 2020? Mari kita tunggu.

Wednesday, July 1, 2020

Tentang Masa Kecil - Castle on the Hill

Salah satu danau di pinggir hutan, tempat anak dan temannya istirahat
setelah keluar masuk hutan.

Ketika anak bertanya tentang masa kecil, maka saya kasikan lagu “Castle on the Hill” oleh Ed Sheeran.

Lirik lagu dalam bahasa inggris:

When I was six years old I broke my leg
I was running from my brother and his friends
And tasted the sweet perfume of the mountain grass I rolled down
I was younger then, take me back to when I

Found my heart and broke it here
Made friends and lost them through the years
And I've not seen the roaring fields in so long, I know I've grown
But I can't wait to go home

I'm on my way
Driving at ninety down those country lanes
Singing to "Tiny Dancer"
And I miss the way you make me feel, and it's real
We watched the sunset over the castle on the hill

Fifteen years old and smoking hand-rolled cigarettes
Running from the law through the backfields and getting drunk with my friends
Had my first kiss on a Friday night, I don't reckon that I did it right
But I was…

Saya suka lagu ini dinyanyikan dalam video berikut Castle On The Hill
--------------------------------------------------------

Tak semua bait lagu sesuai dengan masa kecil, hanya ini bait bait yang saya alami, saya modifikasi dalam bahasa Indonesia:

- jungkir balik dari atas bukit sambil mencium bau rumput.
- berlari kencang di bibir pantai dan suka menyusuri anak sungai
- nonton tari, musik dan pernah tampil di atas panggung
- ngisap rokok gulung, dan mengeluarkan asap dari hidung.
- minum “spirit” sampai mabok
- menikmati “sunset” dari pelabuhan

- punya teman, ada yang jadi: penjual baju, bekerja di luar negeri, ada yang punya dua anak, dan ada pula yang kawin berkali kali.
---------------------------------------------------------------

Tidak ada dalam bait lagu:
- berenang seharian sambil mengintip ular laut kawin, kemudian disengat ampai (ubur ubur).
- menunggangi penyu di sungai, bukan main happy-nya, tapi ketika si penyu menyelam, langsung gelagapan, lemas mau mati.

Misteri TIDAK terjawab:
- Naik sepeda motor mati mesin, tengah malam buta, bulan purnama, tiba tiba datang perempuan cantik membawa bensin.

- Jam dua malam, keluar dari apartment di sebuah negara (bukan Indonesia, bukan Amerika), ada sosok rambut panjang berjalan, saya kejar agak berlari, ternyata jarak saya dan si rambut panjang tetap.
Merasa heran, lihat ke kakinya….. wow…. TIDAK ada kakinya.

# Ternyata, masa kecil saya (sampai hari ini) SANGAT indah, nggak sabar mau diceritakan ke cucu.
--------------------------------------------------------

Bagaimana dengan masa kecil anda? Apa saja yang INDAH dalam hidup anda?
- Kapan “first kiss?”…...