Wednesday, September 23, 2020

Pilgub Kepri 2020 – Bisakah Soerya–Iman Mengalahkan Pertahana?

Calon gubernur Kepri 2020 (credit to Seputar Riau)

Ada dua berita yang menarik perhatian dalam pertarungan merebut kursi gubernur Kepri:

1) Ketua DPW Nasdem, Rudi mentargetkan 10% suara untuk Ansar – Marlin di Karimun (Surya Kepri, 26 July 2020).

2) “Pilkada Kepri 2020: Soerya Yakin Menang Mutlak di Karimun” (batamnews, 17 September 2020).

Kabupaten Karimun sangat penting dalam Pilkada Kepri, karena jumlah pemilih kabupaten ini berada di urutan kedua setelah Batam.

Selanjutnya, apa makna dari dua berita di atas?

----------------------------------------

Bisa diartikan bahwa Rudi sudah “menyerah kalah” sebelum bertanding. Istrinya TIDAK bisa bersaing di Karimun, kampung halamannya sendiri.

Kemudian, berita kedua, Soerya Respationo “yakin” menang di Karimun.

Mungkin anda tersentak kaget: Masa sih?

Apa penyebab Soerya merasa yakin, bahkan yakin menang mutlak di Karimun?

Padahal, publik tahu persis, Isdianto (incumbent) adalah putra daerah Karimun.

Bukan itu saja, karier Isdianto boleh dikatakan diawali di Karimun. Mulai dari lurah, camat sampai memegang jabatan di beberapa Dinas (kepala Dinas).

----------------------------------------------

FAKTA BAHWA Soerya bersama Nyat Kadir menang di Karimun dalam Pilgub Kepri tahun 2005.

Persantase kemenangan adalah 49,1%. Sementara saingan terdekat, Ismeth – M.Sani hanya memperoleh angka 45,5%.

Angka ini cukup “significant,” mengingat yang dilawan adalah incumbent (Ismeth Abdullah) dan Bupati sekaligus putra daerah Karimun (M Sani).

Jika saja Soerya bisa mengulang kemenangan di Karimun tahun 2005, apa implikasinya dalam Pilgub 2020?

Pasangan Soerya – Iman berpeluang besar “memecah” tradisi Pilgub Kepri yang selalu dimenangkan oleh Petahana.

Kenapa bisa begitu?

Tunggu jawabannya di tulisan tulisan berikut.

Stay tune !!!

Saturday, September 19, 2020

Garage Sale – Jualan Murah Tetangga Pindah

Tetangga pindah, sebagian barangnya akan dijual

Orang Amerika Serikat biasa biasa saja pindah dari satu kota ke kota lainnya. 12 kali dalam hidup mereka berpindah dengan berbagai alasan. Diantaranya:

- pekerjaan

- gaya hidup

- menikmati hari tua

Jika ada yang pindah, dalam hal ini tetangga, biasanya barang barang mereka, apa saja, diklasifikasi sebagai berikut:

- barang yang disayangi akan dibawa pindah

- untuk barang masih bagus akan dijual ke tetangga atau ke siapa saja.

- yang jelek akan dibuang ke tempat sampah.

Ada dua istilah dalam hal jual menjual barang oleh tetangga untuk tetangga ini:

- Yard sale

- Garage sale


Barang dengan bahan kaca dan keramik

Jika barangnya banyak, biasanya dipajang di mana mana, termasuk di halaman depan dan belakang (Yard sale).

Garage sale hanya terbatas di garasi (mobil), kadang kadang juga di dalam rumahnya. Barang yang akan dijual tidak begitu banyak.

Berapa harganya?

Ya, harga tetangga dari GRATIS sampai US$ 1 – 30. Pokoknya dibawah US$ 50. Tergantung barang dan kualitas (usianya).

Hanya untuk contoh saja:

- barang barang yang berhubungan dengan dapur seperti piring, pisau, periuk dan peralatan dapur harganya GRATIS. Nol rupiah.

- buku buku juga GRATIS.

- Kulkas, Mesin cuci dan alat elektronik lain sekitar US$ 20 - 30 (Rp 300 ribu sampai Rp 450 ribu).

- Mesin pemotong rumput US10 (Rp 150 ribu). Harga baru di pasar diatas Rp 2 juta.


Harga harga ini bisa dinegosiasi, ya, namanya tetangga. Sekedar nyumbang, dan bantu bantu membersihkan rumah yang mau pindah.


Thursday, September 17, 2020

Pilwako Batam 2020 – Pertahana Merasa Ditikam Dari Belakang

Dua pasang calon walikota Batam (credit to GoKepri)

Pada posting lalu, saya menyinggung soal walikota Batam yang mungkin saja kalah dalam pilkada.

Hal ini bisa terjadi karena praktik nepotisme yaitu Walikota Batam, Rudi “menyorong” istri sendiri untuk maju sebagai calon wakil gubernur kepri:

Pilgub Kepri dan Pilwako Batam 2020 - Akankah Tiga Terjungkal?

Belum satu bulan sejak pendaftaran di KPUD Batam, 4 September 2020, sudah ada riak riak di seputar partai pendukung pertahana.

Menurut berita mainstream, paling sedikit ada dua partai pendukung pertahana yang main dua kaki.

Masyarakat bisa saja menilai ini sebagai bentuk:

- gerakan tikam dari belakang

- musuh dalam selimut

- menggunting dalam lipatan

- dsbnya

Apa implikasinya untuk pasangan pertahana, Rudi – Amsakar, dalam Pilwako Batam?

Google trending yang tidak menguntungkan pertahana

Hal ini akan semakin menguras energi dan mengurangi kosentrasi pertahana dalam Pilwako:

- habis energi untuk mengurus bini dalam Pilkada Kepri sebagai calon wakil gubernur

- ber-akrobat dengan partai pendukung. Sekarang ada dua partai yang mbalelo, bukan mustahil akan bertambah mendekati hari “H” nanti.

Jika dilihat dari Google trending, awalnya Rudi – Amsakar seperti TIDAK terbendung, tapi saat ini terjadi pergeseran persepsi masyarakat secara besar besaran.


# Periode 6 September – 12 September :

- Lukita - Abdul Vs Rudi-Amsakar: 36% Vs 64%


## 13 September – Hari ini :

- Lukita-Abdul Vs Rudi-Amsakar: 50% Vs 50% (berimbang)


Adalah fakta, SDM Batam termasuk yang terbaik di Indonesia. Mereka akan bertanya tanya dan mencari tahu: siapa sebenarnya Rudi, apa yang telah diperjuangkannya untuk Batam, apa policy-nya untuk mengatasi pengangguran di Batam.


Akhirnya, apakah target Rudi – Amsakar menang 62% akan tercapai?

Saturday, September 12, 2020

Pasangan Apri – Roby DIKALAHKAN oleh Kata “Pilkada Bintan” - Bagian 1

Grafik dari Google Trending

Salah satu cara untuk melihat respon masyarakat terhadap suatu peristiwa adalah melalui “Google Trending.”

Benar, ini bukan polling atau survey, hanya untuk mengetahui “trending” perbincangan di media sosial. Sehingga juga bisa diketahui “mood” masyarakat dalam Pilkada misalnya.

Saya mencoba melihat “google trending” dengan kosa kata: Apri – Roby Vs Pilkada Bintan.

Hasilnya sebagai berikut (angka sengaja dibulatkan, hanya untuk tulisan ini):

1) Periode 23 sampai 29 Agustus 2020:

Apri – Roby Vs Pilkada Bintan : 100% Vs 0%


2) Periode 30 Agustus sampai 5 September 2020:

Apri – Roby Vs Pilkada Bintan : 29% Vs 71%


3) Periode 6 September sampai 12 September 2020:

Apri – Roby Vs Pilkada Bintan : 40% Vs 60%


Terlihat jelas, ketika periode sebelum pendaftaran calon bupati Bintan, masyarakat hanya memperbincangkan (100%) pasangan Apri – Roby.

Perbincangan bergeser menjadi “Pilkada Bintan” pada saat pendaftaran calon (71%) dan pasca pendaftaran calon (60%).

Artinya?

Bukan mustahil, jika Apri – Roby melawan “kotak kosong,” pemenangnya adalah KOTAK KOSONG.

Selanjutnya, apakah ini momentum penting untuk pasangan Awe dan Dalmasri yang akhirnya menggantikan Kotak Kosong?

---------------------------------------------------------------

Seperti tulisan sebelumnya bahwa SDM Batam, Bintan, dan Karimun termasuk yang TERBAIK di Indonesia.

Sama saja dengan MERENDAHKAN harkat dan martabat mereka, jika calon calon yang maju berbau NEPOTISME.

Sudah saya singgung di posting sebelumnya:

Pilgub 2020 – Berkaca Pada Pilwako Tanjung Pinang

Pilgub Kepri dan Pilwako Batam 2020 – Akankah Tiga Terjungkal?

Setelah dua tulisan ini, saya memuji Isdianto yang akhirnya mendengar suara masyarakat untuk menolak nepotisme:

Pilgub Kepri 2020 – Sabda Didengar, Rakyat Berbinar

-----------------------------------------------

Perlu diingat, calon nepotisme Aida (pilgub Kepri) dan Maya (Pilwako Tanjung Pinang) tenggelam ditelan masa.

Hukuman masyarakat sangat kejam.

Kembali ke Pilkada Bintan, bagaimana peluang Awe dan Dalmasri setelah berhasil menggantikan kotok kosong?

# Bersambung


Wednesday, September 9, 2020

Pilpres 2024 - Anies Baswedan dan Politik Identitas

 

Anies Baswedan dalam sebuah acara (credit to detikNews)

Di Amerika Serikat, biasa biasa saja orang mengidentikkan dirinya dengan:

- African American

- Japanese American

- Chinese American

- Asian American


Dalam dunia politik adalah biasa biasa juga seorang calon presiden mengidentikkan dirinya dengan suatu golongan atau asal usulnya, karena identitas berhubungan sumber SUARA dan DUIT.

Ketika mencalonkan diri sebagai presiden tahun 2008, Obama mendapat suara 95% dari African American, dan sumbangan uang sebesar US$760 (Rp 11 triliun).

Uang umumnya datang dari orang hitam (African American) yang berprofesi sebagai bintang film, olahragawan, seniman dan pengusaha kecil menengah.

Sekarang, Kamala Haris meng-identikkan dirinya sebagai anak imigran Jamaica dan India.

Ketika diumumkan sebagai calon wakil presiden Joe Biden, hanya dalam waktu 24 jam uang terkumpul sebanyak US$24 juta (Rp 350 milyar).

Sepanjang bulan Agustus, hanya satu bulan, kamala Haris dan Joe Biden mengumpulkan uang US$364 juta (Rp 5,3 triliun). Uang ini umumnya datang dari komunitas India dan Jamaica di Amerika Serikat.

Tentu saja, India dan Jamaica di Amerika akan memberikan suara mereka untuk Joe Biden – Kamala Haris.

-------------------------------------------------------------------------------------

Pernahkan anda mendengar Ahok secara LANTANG mengaku dia orang Cina?

Orangtua, ya, Ayah Ahok emangnya lahir di mana?

Kakek Ahok lahirnya di mana? Dan apa profesi kakek Ahok?

Hanya sekedar menguji pengetahuan anda!!

Terus, apa hubungannya dengan Anies Baswedan?

--------------------------------------------------------------------------

Kakek Anies Baswedan dilahirkan di Surabaya.

Kalau anda TIDAK tahu Surabaya itu di mana, saya kasih tahu bahwa Surabaya itu berlokasi di Pulau Jawa.

Kakek Anies Baswedan adalah “founding father,” yaitu salah satu tokoh pendiri Republik Indonesia. Diantara founding father yang lain adalah Sukarno dan Hatta.

Ayah Anies Baswedan adalah mantan Dekan dan wakil Rektor UII. Tahukah anda UII itu di mana?

Di Medsos, ayah Anies mengaku berasal dan menetap di Yogyakarta. Dan Yogyakarta itu berada di Beijing, eh, Yaman.

Anies Baswedan sendiri lahir di Kuningan (Jawa Barat). Ibunya berasal dari Cipicung, Jawa Barat.

Dari TK, SD, SMP, SMA, dan Kuliah di Yogyakarta. Silahkan cek di Youtube, bagaimana lancarnya Anies Baswedan berbahasa Jawa.

Selain lancar, aksennya “medok.”

Dimana letak salahnya, kalau saya nuduh Anies Baswedan orang Jawa atau saya menuduh Ahok adalah orang Bangka Belitung?

Soal identitas ini, terserah orang Jawa, calon pemilih terbesar Indonesia apakah akan menganggap Anies Baswedan sebagai “putra daerah” dan kemudian memilihnya sebagai presiden tahun 2024.

Mari kita tunggu!!

Sunday, August 30, 2020

Tradisi Pilgub Kepri – Kombinasi antara Melayu dan Pendatang

Foto hanya ilustrasi saja

Persentase komposisi penduduk kepri berdasarkan etnis adalah sebagai berikut (sudah dibulatkan, hanya untuk posting ini):

- Melayu: 30%

- Jawa: 25%

- Batak: 13%

- Minangkabau: 10%

- Tionghoa: 8%

- Dan lain lain: 14%

Apa makna angka ini dalam Pilgub selama Kepri berdiri?

Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, selalu kombinasi antara penduduk tempatan (Melayu) dan pendatang, kekecualian hanya terjadi pada tahun 2015.

Uniknya, yang mendapat TUAH ketika Gubernurnya Melayu, dan Wakilnya Pendatang.

Apakah anda tidak percaya?

Ini daftar gubernur dan wakil gubernur Kepri:

- Tahun 2005: Ismeth Abdullah – M. Sani: Pendatang – Melayu

- Tahun 2010: M. Sani – Soeryo Respationo: Melayu – Pendatang

- Tahun 2015: M. Sani – Basirun: Melayu – Melayu

Saat Gubernur Melayu dan Wakilnya Pendatang (M.Sani – Soeryo R), pemerintahan berjalan mulus, diantaranya TIDAK ada yang ditangkap karena KORUPSI.

Sepertinya, antara suku Melayu dan Pendatang memiliki komitmen tidak tertulis untuk bersama sama membangun tanah Melayu.

Terjadi hubungan “simbiosis mutualisme,” dimana antara suku tempatan dan pendatang merasa saling membutuhkan, dan saling mengisi kekurangan masing masing.

Anehnya, ketika Gubernur Pendatang (2005), dan ketika Gubernur dan Wakilnya dua dua Melayu (2015), maka “PUAKE” pun tiba.

Diantaranya dua orang Gubernur (tahun 2005 dan gubernur pengganti 2015) DIJEBLOSKAN ke penjara.

Bisa saja hal ini adalah KEBETULAN, tapi itulah fakta yang sudah terjadi. Dan data demografi juga mendukung fakta ini.

Bagaimana dengan Pilgub 2020?

Apakah kombinasi Melayu dan Pendatang akan mendapat TUAH, terhindar dari PUAKE bumi Melayu?

Dan kemudian pemerintahannya berjalan MULUS?

Mari kita tunggu!

Thursday, August 20, 2020

Apakah Anda Berbakat Menjadi PIKUN?

 Jumlah orang di dalam lukisan

Banyak test “sangat sederhana” untuk mengetahui apakah anda sudah menderita pikun (Alzheimer’s) atau berbakat menjadi pikun di kemudian hari atau normal normal saja.

Diantara tes itu adalah mengenal objek di dalam sebuah gambar atau photo.

-------------------------------------------

Ayah Donald Trump menderita penyakit Alzheimer’s selama 6 tahun sebelum meninggal dunia pada usia 93 tahun di New York.

Mengingat sudah berusia 74 tahun (lahir 14 Juni 1946), kemudian, dokter White House menyarankan Donald Trump agar ikut tes apakah dia sudah masuk ke tahap pikun?

Diantara isi Tes yang diikuti oleh Donald Trump adalah:

- membedakan hewan Singa, Gajah dan Unta

- mengidentifikasi foto orang orang terkenal: George Washington, Abraham Lincoln dan Barrack Obama

- membedakan buah buahan: nenas, anggur, apple


Apakah tesnya sesederhana itu?

Ya untuk anda yang normal, tapi sulit untuk orang yang punya tanda tanda menderita kepikunan.

-----------------------------------------------

Setelah tes dengan pertanyaan SANGAT sederhana tentu akan diikuti oleh soal soal yang sulit.

Pertanyaan SULIT, bertujuan untuk mengetahui apakah OTAK anda masih aktif digunakan untuk berpikir atau hanya menghayal setinggi langit.

-------------------------------------------

Untuk anda, salah satu pertanyaan yang SAMA untuk Donald Trump: Berapa jumlah orang di photo atau lukisan dalam post ini?


Jawaban anda akan menentukan apakah anda:

- sudah atau punya tanda tanda PIKUN (Alzheimer)

- akan PIKUN beberapa tahun ke depan

- normal

- suka memakai OTAK


Hayo, berapa jumlah orang di photo atau lukisan yang saya posting??

Sunday, August 9, 2020

Apakah Pilwako Tangsel Sebagai “Test Case” Pilpres 2024?


Sara, Prabowo dan Muhammad

Pada posting yang berjudul “Cawagub DKI – Cerdas, Cantik dan Nasrani,” ada saya sebutkan bahwa berdasarkan exit poll Pilpres 2019, suara 52% umat Islam tidak mengantarkan Prabowo ke Istana.

Sementara itu, Jokowi menang dengan komposisi suara 48% umat Islam dan 90% non-muslim.

Suara non-muslim naik pesat, dari 70% tahun 2014, menjadi 90% di tahun 2019. Kenaikan yang fantastis.

Menyimak pelaksanaan KLB Partai Gerindra, dapat dibaca, Prabowo ingin “meng-kopi:”
- Formula kemenangan Jokowi: 48% Islam + 90% non-muslim pada Pilpres 2024 nanti.

Apa kaitannya dengan Pilwako Tangsel?
------------------------------------------

Hasil poling, RMOL Banten


Tiga pasangan yang akan bertarung dalam Pilwako Tangsel adalah:
- Muhammad dan Rahayu Saraswati
- Siti Nur Azizah dan Ruhama Ben
- Benyamin dan Pilar Saga.

Adalah fakta, hanya Rahayu Saraswati satu satunya yang Nasrani. Dengan demikian, bukan hal mustahil, pasangan Muhammad – Rahayu akan meraup 100% suara non muslim.

Kalau angka 100% terlalu optimis, adalah hal yang biasa biasa saja, jika Muhammad – Rahayu kemungkinannya dapat suara di atas 50% atau 70% dari non muslim.

Bukan hanya mengandalkan beragama Nasrani, Rahayu lebih jauh sudah melakukan berbagai upaya untuk meraih suara maksimal:
- program kerja untuk minoritas
- pemberdayaan perempuan
- pendekatan dengan “buzzer” yang mendukung Jokowi

Bagaimana dengan suara dari umat Islam?

Ini pertarungan 3 pasangan, maka untuk menang, TIDAK perlu seperti Jokowi, yaitu butuh suara 48% dari umat Islam.

Muhammad – Rahayu memerlukan dukungan umat Islam “cukup” 35% saja.

Hanya sekedar info, dari Poling yang dilakukan RMOL Banten, Muhammad – Rahayu mendapatkan angka 60%+
Meskipun ini bukan poling “serius,” akurasinya diragukan, tapi bisa ditarik kesimpulan:
- Pasangan Muhammad - Rahayu sudah dikenal luas masyarakat.
- Kampanye program program kerja, baik langsung dan melalui media (mainstream dan sosial) akan mudah dilakukan.

Jika Muhammad – Rahayu MENANG, maka rumus 48% + 90% dengan modifikasi dan varian variannya akan diaplikasikan di Pilpres 2024.

Mari kita tunggu!!

Saturday, August 1, 2020

Kenapa Vaksin Covid-19 Harus HALAL?

Vaksin yang pernah menjadi kontraversi

Di Amerika, 50% orang tidak disuntik vaksin flu, sehingga sekitar 9.000 (sembilan ribu) orang mati tiap tahun karena influenza.

Jika, vaksin Covid-19 selesai uji coba, berdasarkan survey, ada sekitar 25% sudah menyatakan TIDAK mau divaksin.

Alasannya apa?

Banyak alasannya, terutama AGAMA. Banyak sekte (aliran) agama yang ada di Amerika keberatan dengan vaksinasi.
------------------------------------------------------

Banyak rumah sakit di Amerika, termasuk tempat istri bekerja berusaha mencari masukan tentang pelayanan kesehatan yang sesuai dengan agama agama yang ada.

Sekitar 5 tahun lalu, istri pernah diundang untuk memberikan briefing tentang bagaimana prosedur dalam agama Islam untuk melayani pasien.

Sekarang?

Jika anda berobat di rumah sakit tempat istri bekerja, anda bisa minta formulir untuk dirawat secara agama yang anda anut.

Jika anda Islam? Maka anda akan dirawat sesuai dengan ajaran Islam, dan obat obat yang disuntikkan ke dalam tubuh anda 100% HALAL!.

Obat, umumnya diimpor dari Turki dan Syria.

---------------------------------------------------------------

Terus, apa hubungannya dengan Vaksin Covid-19 yang dari China?

Berdasarkan tulisan seorang dokter di Indonesia bahwa vaksin China adalah vaksin yang menggunakan virus (Covid-19) yang “dilemahkan” atau dimatikan.

Problemnya, berarti vaksin ini memakai media tertentu, nah media itu bisa saja dari bahan yang “haram.”

Karena Indonesia ikut dalam uji coba (clinical trials), maka HARUS minta “media” virusnya dari bahan HALAL.

Kenapa MUI atau ulama harus dilibatkan dari awal?

Agar mereka (MUI dan para ulama ini) tahu persis:
- bahan untuk media virus adalah bahan HALAL
- efek samping vaksin kecil atau TIDAK membahayakan bagi manusia. Lebih banyak manfaatnya

Hal ini SANGAT penting, sehingga MUI bisa langsung menyediakan Sertifikat Halal, jika uji coba selesai.

Dan para ulama bisa menyebarkan ke umat bahwa vaksin sangat bermanfaat dalam “memerangi” Covid-19.

Semoga bencana Covid-19 bisa segera diatasi!

# Hanya sekedar mengingatkan bahwa MUI pernah TIDAK mengeluarkan sertifikat halal untuk vaksin MR tahun 2017-2018 lalu.

Friday, July 24, 2020

Pilgub Kepri 2020 – Kudeta Politik yang Gagal Total


Isdianto unggul, hasil survey terkini

Upaya para pesaing untuk membentuk koalisi besar atau memborong semua partai yang ada dapat diibaratkan sebagai upaya “kudeta” politik di Pilgub Kepri 2020.

Kudeta politik juga termasuk mencegah PKS dan Hanura untuk mendukung pasangan “incumbent” dengan Suryani, seorang politisi dan ustadzah handal.

Disamping itu, opini, distorsi dan hoax di-pabrikasi dan disebarluaskan melalui berbagai media, seolah olah “incumbent” batal berlaga karena hasil survey rendah.

Padahal dari keseluhan pilkada di era reformasi, fakta menunjukkan:
- 70% incumbent menang Pilkada di Indonesia
- 100% incumbent MENANG di Pilgub Kepri
- incumbent TIDAK pernah pada posisi rendah di survey (silahkan saja cek).
-----------------------------------------------------

Publik bertanya tanya: “Ada apa?.” Apa yang sebenarnya telah terjadi?
-----------------------------------------------

Jawaban sederhananya adalah: TAKUT….. Takut bersaing secara “fair” dan bermartabat.

Dalam “ketakutan,” cara terbaik adalah main kayu, main kudeta politik.

Pada tanggal 24 Juli 2020, akhirnya keluar pernyataan dari DPW PKS Kepri bahwa Presiden PKS pusat, Muhammad Sohibul Iman sudah secara resmi mendukung Isdianto – Suryani.

Rekomendasi disampaikan secara verbal (melalui telphon), tinggal menunggu rekomendasi tertulis.

Hampir bersamaan, pada tanggal 27 Juli 2020, presiden Jokowi akan melantik Isdianto sebagai gubernur definitif Kepri.

Meskipun Pilgub Kepri akan berlangsung 5 bulan ke depan, arti politik dari pelantikan ini bisa dimaknakan bahwa presiden Jokowi “menginginkan” pembangunan Kepri dilanjutkan oleh “incumbent.”
------------------------------------------------------

Arti lainnya apa?
- Kudeta politik Gagal total
- Ada restu terselubung dari RI1 untuk incumbent

Atas kenyataan ini, akan semakin kentara kepanikan para penantang incumbent. Dalam beberapa hari ini, tanda tanda panik ini terlihat di media sosial.

Para pendukung calon nepotisme seperti “orang mabuk” ber-argumentasi di medsos, diantaranya:

# menjadi calon adalah hak setiap warga negara, walaupun dengan prestasi TERTINGGI sebagai bini pejabat.

# presiden juga begitu, padahal bini presiden selama Indonesia merdeka TIDAK pernah menjadi calon atau calon wakil bupati, gubernur, dan apalagi calon wakil presiden.

# karena rasa benci makanya anti sama praktik nepotisme. Wow. Jadi kita semua harus mencintai nepotisme? Mencintai bini orang?

Selanjutnya?

Mari kita tunggu badut badut nepotisme berakrobat, kita, sudah barang tentu, sambil ngopi dan tertawa terpingkal pingkal membaca argumen pembenaran dari para badut di medsos.

Saturday, July 18, 2020

Pilgub Kepri 2020 – Sabda Didengar, Rakyat Berbinar Binar

Isdianto dan Suryani (credit to KalbarOnline)

Setelah hiruk pikuk akan berpasangan dengan “istri orang,” yang notabene adalah meng-abadikan “nepotisme,” akhirnya Isdianto mendengarkan “sabda” rakyat, sabda langit.

Ini sekaligus sebagai “edukasi” politik yang bisa diselipkan saat kampanye dan temu masyarakat bahwa:
- siapa saja bisa menjadi peserta pilkada asal punya “track record” sebagai pejabat publik, bukan semata mata karena dia ibu rumah tangga dan istri orang (bini pejabat).

Terang benderang, Suryani pasangan Isdianto adalah anggota legeslatif, DPRD Kepri dari partai PKS, untuk maju di Pilgub Kepri 2020.

Dua periode terpilih sebagai anggota DPRD Kepri menunjukkan Suryani punya “jam terbang” yang sangat memadai dalam dunia politik Kepri.

Beberapa posting saya pernah menyinggung tentang Isdianto, mulai dari puja puji sampai ke kritik pedas, diantaranya adalah sbb:

Apa keunggulan dan bagaimana peluang MENANG pasangan Isdianto dan Suryani?
----------------------------------------------------------

Sudah saya tulis berkali kali tentang keunggulan sebagai “incumbent,” diantaranya:
- Menguasai logistik yang “melimpah”
- Bisa mengakses birokrat sampai ke desa, RT/RW
- Punya wewenang untuk berkoordinasi dengan aparat, baik Polisi, TNI, termasuk Babinsa soal keamanan pilkada.

Untuk kasus Isdianto, ini keunggulan berpasangan dengan Suryani dan kemudian didukung oleh PKS dan partai Hanura:
- Partai PKS mengantarkan Prabowo-Sandi meraup suara 52% umat Islam. PS kalah karena suara non-muslim.
- Hanura adalah partai nasionalis yang konstituennya terdiri dari semua etnis dan agama.

Mayoritas penduduk Kepri, dan orang Melayu Kepri yang muslim, ditambah demograpi Kepri yang multi-etnis dan multi-agama, merupakan peluang besar untuk Isdianto dan Suryani. PKS dan Hanura adalah kartu “as.”

Apakah semua sumber keunggulan ini bisa mengantarkan Isdianto dan Suryani menang Pilgub Kepri 2020? Mari kita tunggu.

Wednesday, July 1, 2020

Tentang Masa Kecil - Castle on the Hill

Salah satu danau di pinggir hutan, tempat anak dan temannya istirahat
setelah keluar masuk hutan.

Ketika anak bertanya tentang masa kecil, maka saya kasikan lagu “Castle on the Hill” oleh Ed Sheeran.

Lirik lagu dalam bahasa inggris:

When I was six years old I broke my leg
I was running from my brother and his friends
And tasted the sweet perfume of the mountain grass I rolled down
I was younger then, take me back to when I

Found my heart and broke it here
Made friends and lost them through the years
And I've not seen the roaring fields in so long, I know I've grown
But I can't wait to go home

I'm on my way
Driving at ninety down those country lanes
Singing to "Tiny Dancer"
And I miss the way you make me feel, and it's real
We watched the sunset over the castle on the hill

Fifteen years old and smoking hand-rolled cigarettes
Running from the law through the backfields and getting drunk with my friends
Had my first kiss on a Friday night, I don't reckon that I did it right
But I was…

Saya suka lagu ini dinyanyikan dalam video berikut Castle On The Hill
--------------------------------------------------------

Tak semua bait lagu sesuai dengan masa kecil, hanya ini bait bait yang saya alami, saya modifikasi dalam bahasa Indonesia:

- jungkir balik dari atas bukit sambil mencium bau rumput.
- berlari kencang di bibir pantai dan suka menyusuri anak sungai
- nonton tari, musik dan pernah tampil di atas panggung
- ngisap rokok gulung, dan mengeluarkan asap dari hidung.
- minum “spirit” sampai mabok
- menikmati “sunset” dari pelabuhan

- punya teman, ada yang jadi: penjual baju, bekerja di luar negeri, ada yang punya dua anak, dan ada pula yang kawin berkali kali.
---------------------------------------------------------------

Tidak ada dalam bait lagu:
- berenang seharian sambil mengintip ular laut kawin, kemudian disengat ampai (ubur ubur).
- menunggangi penyu di sungai, bukan main happy-nya, tapi ketika si penyu menyelam, langsung gelagapan, lemas mau mati.

Misteri TIDAK terjawab:
- Naik sepeda motor mati mesin, tengah malam buta, bulan purnama, tiba tiba datang perempuan cantik membawa bensin.

- Jam dua malam, keluar dari apartment di sebuah negara (bukan Indonesia, bukan Amerika), ada sosok rambut panjang berjalan, saya kejar agak berlari, ternyata jarak saya dan si rambut panjang tetap.
Merasa heran, lihat ke kakinya….. wow…. TIDAK ada kakinya.

# Ternyata, masa kecil saya (sampai hari ini) SANGAT indah, nggak sabar mau diceritakan ke cucu.
--------------------------------------------------------

Bagaimana dengan masa kecil anda? Apa saja yang INDAH dalam hidup anda?
- Kapan “first kiss?”…...