Thursday, February 21, 2019

Pilpres 2019: Saving Private “Sumitro Djojohadikusumo”

Film Saving Private Ryan, credit to RAF Museum

Film “Saving Private Ryan” bercerita tentang upaya menyelamatkan nyawa seorang prajurit bernama “Ryan” oleh tim khusus yang langsung dbentuk Mabes tentara Amerika Serikat. Kenapa dan ada apa dengan “Ryan,” sehingga nyawanya harus diselamatkan?

Ryan bersama 3 abang kandungnya ditugaskan untuk memerangi Nazi Jerman. 3 saudaranya tewas di medan tempur. Mengetahui hal ini, menhan Amerika langsung memerintahkan Ryan keluar dari zona tempur.

Celakanya, Ryan tidak diketahui berada di Batalion, platoon atau squad yang mana satu. Terpaksa pasukan khusus dibentuk. Tom Hank berperan sebagai kapten pasukan. Sebagaimana film perang, isinya tentu saja heroisme, kesetiakawanan, nilai nilai kemanusiaan dan terkadang ada dialog dialog lugu yang membuat kita geli.

Tragisnya, kapten pasukan penyelamat ini, Tom Hank dan beberapa prajuritnya tewas oleh terjangan peluru panas.

Film yang disutradarai Steven Spielberg tersebut mendapat nominasi 11 piala Oscar dan menjadi film box office.

Apa hubungan antara “saving private Ryan” dengan Sumitro Djojohadikusuomo, ayah Prabowo Subianto?

Dua saudara kandung Sumitro Djojohadikusumo, yaitu Soebianto Djojohadikoesoemo dan Soejono Djojohadikoesoemo gugur di medan tempur dalam usia yang sangat muda. Ada syair di saku Soebianto Djojohadikoesoemo (barangkali memprediksi kematiannya):

Kami bukan pembina candi
Kami hanya pengangkut batu
kamilah angkatan yang pasti musnah
agar menjelma angkatan baru…..”

Di Amerika, jika satu serdadu tewas, maka menteri pertahanan yang akan langsung menghubungi pihak keluarga. Jika lebih dari satu (abang-adik) gugur di medan tempur, maka presiden yang langsung menyatakan belasungkawa ke pihat keluarga serdadu. Kemudian, semua adik beradik yang masih tersisa di medan tempur akan ditarik pulang.

Apa perlakuan negara terhadap Margono Djojohadukusumo yang dua putranya diterjang peluru tentara Jepang? TIDAK ADA. Nihil. Nothing. Tidak menteri, apalagi presiden yang menyampaikan berita duka.

Tentu saja, Margono Djojohadukusumo tak ingin satu putranya yang masih tersisa GUGUR. Maka akan “musnah” silsilah turunan Djojohadukusumo.

Sumitro Djojohadikusumo, kemudian dikirim kuliah di Nederlandse Economiche Hogeschool, Belanda sampai memperoleh gelar Doktor (S3) bidang ekonomi.

Kita tahu bahwa Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo Subianto adalah arsitek ekonomi Indonesia yang sangat berjasa terhadap pembangunan kembali ekonomi yang sedang “porak poranda,” baik setelah kemerdekaan RI dan setelah G30S PKI.

# Pengorbanan keluarga Prabowo Subianto sangat luar biasa terhadap Indonesia:
-Darah, jiwa, raga, air mata dan harta untuk Republik Indonesia

4 comments:

  1. Terlepas apapun itu mslh politik... what everlah... sy sih lbh tertarik ama syair ato tulisan yg ada di saku Soebianto...lbh menyentuh.. Peace...

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip deh

      Thanks:
      Pilpres 2019: Saving Private “Sumitro Djojohadikusumo”
      -
      Film Saving Private Ryan, credit to RAF Museum

      Delete
  2. Replies
    1. Thanks:
      Pilpres 2019: Saving Private “Sumitro Djojohadikusumo”
      -
      Film “Saving Private Ryan” bercerita tentang upaya menyelamatkan nyawa seorang prajurit bernama “Ryan” oleh tim khusus yang langsung dbentuk Mabes tentara Amerika Serikat. Kenapa dan ada apa dengan “Ryan,” sehingga nyawanya harus diselamatkan?

      Delete