Sawan Fibrosis: Psikologi
Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Friday, February 18, 2022

Elon Musk – Hidup Bukan Mencari Menang dan Paling Benar – Psikologi 20

Pada posting yang lalu, ada menyebutkan keunikan Elon Musk, diantaranya homeless tapi punya jet harga triliunan rupiah:

- Coding Rute Perjalanan Jet Pribadi Elon Musk

- Meskipun Terkaya di Dunia – Elon Musk Tercatat Sebagai Homeless



Fig 01- Ada 7 anak Elon Musk (credit to Google)

Keunikan yang lain diantaranya:

- sudah punya 7 (tujuh) anak, tetapi merasa belum cukup.
- masih cinta, tetapi hidup berpisah dengan pasangannya.

Tambah unik, meski sudah berpisah, tetap pingin punya anak dari pasangannya tersebut.

Bagaimana caranya?”

wallahualam bissawab! Hanya Allah yang mengetahuinya.

Jangan jangan Elon Musk juga sudah tahu caranya.”

Terus, apa maksudnya Hidup Bukan Mencari Menang dan Paling Benar?”



Fig 02- Rumput pada mati, karena udara beku

Menurut Elon Musk, hidup bukan untuk mencari menang dan paling benar, maksudnya adalah kita tidak perlu menang dalam argumentasi apapun.



Fig 03- Topeng untuk perayaan tradisional

Misalnya, hampir semua orang akan bilang, paling efektif untuk travel dari Texas ke California adalah naik jet pribadi, karena:

- tidak perlu antri di bandara
- schedule penerbangan sesuka hati
- penerbangan langsung, tanpa singgah.

Tapi, kata Elon Musk, bisa saja argumentasi itu tidak sesuai pada waktu tertentu.



Fig 04- Kucing kampung, gentayangan di neighborhood

Kita pingin naik mobil dari Texas ke California, karena bisa lihat lihat pemandangan alam. Fresh dan barangkali bisa dapat ide ide baru.

Orang orang mungkin akan tertawa terbahak bahak dengan argumen kita, kata Elon Musk.

Intinya, apapun yang kita lakukan adalah tujuan kita tercapai. Kita bisa sampai ke California dengan selamat sentosa. Itu tujuan kita, bukan memenangkan argumentasi serta merasa paling BENAR.

Hidup bukan mencari MENANG dan Paling BENAR, tetapi mencapai TUJUAN.

# Agak mirip dengan pepatah orang Minang:

## Posting sebelumnya:

Wednesday, February 16, 2022

37 Juta Orang Hidup Sendiri di Amerika Serikat – Psikologi 19

Jumlah orang dewasa dan tua yang hidup sendiri di Amerika bertambah dari 33 juta tahun lalu, menjadi 37 juta tahun ini. Kenaikan yang cukup significant.

Kenapa semakin banyak yang hidup sendiri?

Apa efek hidup sendiri terhadap psikologi?



Fig 01- Kucing, hanya ilustrasi

Ada tiga sebab utama kenapa orang hidup sendiri. Pertama dikarenakan tingginya tingkat perceraian.

Soal perceraian ini, bahkan orang kaya raya dan diketahui hidup harmonis seperti Bill Gate bercerai:

Terus?

Apa sebab yang kedua dan ketiga?



Fig 02- Bunga rose merah

Sebab kedua masih berkaitan dengan perkawinan, bukan karena perceraian, tetapi mereka yang tidak pernah menikah sama sekali.



Fig 03- Hanya sekedar ilustrasi

Ternyata orang “singgle,” karena berbagai alasan akan cenderung untuk hidup sendiri sepanjang hayatnya.



Fig 04- Dua jenis anggur, ilustrasi

Ketiga, sebab orang hidup sendiri karena “life style,” gaya hidup. Mereka yang punya uang, sekarang merasa lebih nyaman untuk hidup sendiri. Sendirian saja di rumah besar.



Fig 05- Rumah di suatu sudut.

Kemudian, apa efek hidup sendiri terhadap psikologi?

Ternyata efeknya lebih positif daripada negatif.

Orang yang hidup sendiri memiliki keuntungan psikis and fisik, beberapa diantaranya:

- lebih kuat secara fisik, karena semuanya dilakukan sendiri.
- tahu kelebihan dan kelemahan diri
- waspada dalam berbagai situasi.
- lebih matang sebagai “human beings.”

Dan hidup sendirian sudah menjadi hidup normal di banyak negara maju seperti di Jepang, Amerika dan banyak negara di benua Eropa.

Jadi, jangan berkecil hati, jika anda harus hidup sendiri

# Posting sebelumnya:

Thursday, January 27, 2022

Kenapa Orang Mudah Menjadi Korban Penipuan? - Psikologi 18

Baru saja dapat dua pesan, satu dari sahabat dan satu lagi dari sepupu yang profilnya dipakai untuk penipuan di medsos.

Profil sepupu (dari garis ayah) sangat mengesankan, karena:

- sosoknya yang handsome
- pendidikan sarjana kesehatan masyarakat
- dan pekerjaan di sebuah rumah sakit umum daerah, ibukota provinsi.


Fig 01- Malam di sudut kota

Sebenarnya, tipu menipu di medsos sudah lama berlangsung, dan ternyata masih saja terjadi sampai saat ini.

Wajar jika kita bertanya: Kenapa Orang Mudah Menjadi Korban Penipuan?

Pakar psikologi cognitive mencoba menjawab pertanyaan ini setelah melakukan riset dari tahun 2014.

Apa kira kira hasil dari riset itu?


Fig 02- Tembokpun ditabrak

Orang yang mudah menjadi korban penipuan memiliki 3 (tiga) ciri ciri sebagai berikut:

1) Lebih condong menggunakan perasaan

- Mudah kagum dengan profil yang dipakai si penipu.
- Padahal profil itu juga tipuan dari hasil mencuri profil orang lain (TNI, Polisi, PNS/ASN, Pegawai BUMN dsb).


Fig 03- Pohon yang berusia 3 tahun

2) Merasa familiar dengan si penipu

- karena si penipu memakai profil teman anda, atasan anda, bawahan anda atau bahkan saudara anda sendiri.


Fig 04- Masyarakat di sebuah acara


3) Terburu buru tanpa sempat menggunakan pikiran (judgement) atau mencari konfirmasi.
- penipu menggunakan kalimat kalimat yang mengharu biru misalnya, karena kecelakaan, kematian, digarong orang dsb, sehingga korban penipuan cepat cepat (terburu buru) memberikan bantuan (uang) yang diingini si penipu.

Dari memahami tiga poin di atas, semoga kita bisa terhindar dari segala penipuan di medsos dan dalam kehidupan sehari hari.

Apakah anda pernah tertipu oleh penipu yang memakai profil teman, saudara, atasan, bawahan, orang ganteng atau cantik?

# Posting sebelumnya:

Monday, January 24, 2022

Dua Makna Unjuk Gigi Puan Maharani – Psikologi 17

Paling sedikit ada 3 posting yang berkenaan dengan Puan Maharani:


Fig 01- Salah satu “unjuk gigi” Puan Maharani (credit to Presiden Jokowi)

Seperti unjuk gigi, Puan Maharani “memerintahkan” ekskutif untuk menurunkan harga minyak goreng.

Apa respon pemerintah?

Jokowi tertanggal 14 Desember 2021 langsung memposting keinginan ketua DPR itu di laman Facebook presiden RI.

Kemudian, apa realisasinya?

Sudah kita ketahui bersama, harga minyak goreng turun menjadi sekitar Rp14.000,- per liter saat ini.

Secara Psikologi, apa makna keberhasilan unjuk gigi Puan ini dalam konteks pilpres 2024?


Fig 02- Harga menjulang tinggi (credit IDX Channel)

Makna pertama, presiden berada di “line” Capres 2024, yaitu Puan Maharani secara kasat mata.


Fig 03- Puan di dapur rakyat (credit to Kaskus)

Meskipun istana belum secara tegas memihak Capres 2024 yang mana satu, namun demikian, setujunya presiden menurunkan harga minyak goreng, merupakan sinyal sangat penting buat Puan dan para pendukungnya.


Fig 04- Puan dan Gibran blusukan di Solo (credit to Suara Surakarta).

Cukup mengejutkan, Susi Pudjiastuti (mantan menteri Perikanan dan Kelautan) yang biasanya mengkritik Puan, ternyata mendukung langkah Puan dalam soal minyak goreng (riau24, 2022).

Sebelumnya, Susi Pudjiastuti juga mendukung puan soal harga tes PCR (tribunnews, 2021).

Selanjutnya, makna kedua, Puan semakin percaya diri untuk melaju ke Pilpres 2024.

Pendukung dan simpatisan tentu saja berharap Puan Maharani terus unjuk gigi yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak.

Semoga gigi Puan terus ada sampai garis finish.

Kita tunggu!!

# Posting sebelumnya:

Tuesday, January 4, 2022

Alasan Berbagai Negara Membenci Orang Amerika – Psikologi 16

Anda tidak sendirian, jika tergolong orang yang membenci Amerika Serikat. Paling sedikit ada 15 negara yang tidak menyukai negeri Paman Sam.

Alasan membenci, sudah barang tentu beda beda. Mulai dari hal hal sepele, sampai ke alasan yang tidak masuk akal.


Fig 01- Bendera Amerika, hanya ilustrasi

Canada, tetangga dekat, salah satu sebab tidak menyukai Amerika adalah beda nyebut dua kata “mouse” dan “house.”

Orang Canada menyebutnya “mooose” dan “hooose.” Ada juga menyebutnya “aau.”

Karena sering diolok olok, akhirnya membenci Amerika.

Soal mengolok olok orang lain, tergambar jelas di film film Hollywood.

Kemudian, apa pula yang menyebabkan Jerman tidak menyukai Amerika?


Fig 02- Snowman di Washington DC (credit to Washingtonian)

Pada posting lalu, ada saya sebutkan minum bir atau mabuk di depan umum adalah perbuatan melanggar hukum di Amerika.

Bintang film Hollywood, Nicolas Cage pernah masuk penjara karena minum bir di depan rumah sendiri.

Di Jerman, selain boleh minum di tempat umum, harga bir dan minuman beralkohol sangat murah dibanding Amerika.

Nah, kesempatan orang Amerika untuk mabuk mabukan.


Fig 03- Suhu sangat dingin

Jika hanya sampai mabuk saja, mungkin tidak masalah, tetapi selalu membuat keributan.

Inilah yang menyebabkan orang Jerman “muak” dengan kelakuan orang Amerika.


Fig 04- Setelah badai salju di sudut kota kami

Bagaimana dengan Perancis?

Teman Amerika pernah ingin menguangkan cheque di sebuah bank di Paris.

Serta merta si pegawai bilang TIDAK bisa.

Kemudian si teman minta menghadap ke atasan si pegawai. Apa jawaban si atasan?

Karena kamu orang Amerika!

Ternyata, orang Perancis tidak menyukai Amerika tidak tahu alasannya apa. Tanpa alasan.

Nah, apakah anda membenci Amerika?

Apa alasannya? Apakah sama dengan Perancis?

Pokoknya benci. Main pokok saja?

# Posting sebelumnya:

Sunday, January 2, 2022

Kenapa Orang Menganggap Dirinya Lebih Penting? - Psikologi 15

Membunyikan klakson ketika orang melintas di “zebra cross” adalah contoh menganggap diri sendiri penting.

Kenapa?

Karena bunyi klakson itu artinya: minggir... minggir... minggir…. Aku ini orang penting. Aku mau lewat…


Fig 01- Hiasan, hanya ilustrasi

Brutal

Jika anda lakukan di negara negara maju, hukumannya adalah penjara.

Bahkan membunyikan klakson tanpa sebab di jalan raya dianggap tindakan ilegal. Didenda sebesar Rp5 juta.

Baru baru ini, seorang perempuan “menerobos” antrian. Di depan si perempuan adalah orang cacat.

Akibatnya apa?

Si perempuan ditangkap polisi, kemudian dijebloskan ke penjara selama 6 bulan.

Selain 6 bulan penjara, si perempuan harus membayar denda sebesar Rp36 juta. Bayar tunai.


Fig 02- Burung hiasan, ilustrasi saja

Kenapa Orang Menganggap Dirinya Lebih Penting?

Ada beberapa jawaban atas pertanyaan ini, sederhananya adalah:

1) Diajarkan oleh orang tuanya

- misalnya orangtuanya selalu membanggakan pangkat, jabatan dan kehormatan yang dimiliki. Si anakpun ingin mengetes kebanggaan orangtua tersebut ke siapa saja.


Fig 03- Bukan topeng monyet

2) Tidak rasional (tidak punya otak)

- Orang yang tidak mampu menilai diri sendiri, otomatis selalu salah dalam menyikapi situasi, sehingga gampang melanggar UU.

# Hanya sekedar info, di Amerika, untuk pekerjaan tertentu anda harus punya SIM self defense (safety driving). Anak saya punya SIM kategori ini:

- tidak boleh membunyikan klakson dalam kondisi apapun
- mengalah di jalan raya
- menghindar dari keramaian, dan mencari jalan sepi pakai GPS atau app di smartphone.
- jika di simpang empat yang tak berlampu lalu lintas, dia akan mempersilakan siapa saja untuk jalan duluan.

## Posting sebelumnya:

Saturday, January 1, 2022

50% Perceraian Disebabkan oleh Hal Ini - Psikologi 14

Pada posting lalu (Kenapa Bill Gate dan Melinda Bercerai? - Psikologi 1), penyebab utama perceraian adalah:
- piti
- duit
- money
- uang
- hepeng
- doku
- artos


Fig 01- Wine, dijual di Walmart

Wajar kalau ada pertanyaan pertanyaan:

- kenapa orang tidak punya uang?
- kenapa tidak bisa dapat penghasilan yang mencukupi?
- apakah besar pasak dari tiang?

Sementara itu, banyak pekerjaan di negara negara maju yang bisa dijadikan sumber kehidupan, bahkan cukup memadai.

Ada banyak pekerjaan dengan ijazah SMA, dan bergaji tinggi. Silahkan baca posting sebelumnya:


Fig 02- Dua vase bunga di pojok

Kemudian, Aspenridge Recovery (2021: Alcoholism and Divorce) melaporkan 50% perceraian di Amerika dan negara negara Skandinavia disebabkan oleh alcoholisme atau pasangan yang mabuk mabukan.


Fig 03- Hanya ornamen di belakang rumah

Beberapa efek negatif dari minum minuman mengandung alkohol:

- pengangguran (diberhentikan kerja)
- krisis pengelolaan keuangan (besar pasak dari tiang)
- gangguan kesehatan, baik fisik dan mental
- menurunnya hubungan romantis

Jadi ada hubungan kuat antara keuangan (pendapatan dan pengelolaannya: apakah besar pasak dari tiang), alkoholisme (mabuk mabukan) dan perceraian.

Uniknya, pemabuk itu TIDAK mesti lelaki (suami). Imbang antara suami dan istri.

# Posting sebelumnya:

Monday, December 27, 2021

1 dari 9 Suami Dianiaya oleh Istri – Psikologi 13

Breaking news - Salah seorang “tokoh” konspirasi teori Amerika Serikat, Alex Jones dianaya oleh istrinya.

Dan tentu saja sang istri ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Kekerasan rumah tangga tidak hanya dilakukan oleh suami terhadap istri, tetapi juga istri terhadap suami.


Fig 01- Suasana di luar kota

Angka 1 dari 9 istri melakukan kekerasan terhadap suami adalah angka resmi. Namun demikian diperkirakan jauh lebih dari angka ini.

Kenapa?

Karena ada dua sebab:

- suami malu melaporkan ke polisi
- suami masih sayang ke istrinya, toh, dia adalah emak dari anak anak mereka.

Suatu pagi, ketika jogging, saya dan istri berpapasan dengan suami istri sedang bertengkar. Kamipun segera menjauh.

Eh, tak lama kemudian polisi datang, dan menangkap yang perempuan.

Siapa yang melaporkan pertengkaran tersebut?

Kenapa istri agresif terhadap suami?


Fig 02- Langit di suatu senja


Fig 03- Aneka labu, hanya ilustrasi

Jika anda selalu mengunjungi tempat publik tertentu, pasti ada orang yang mengamati anda.

Kemungkinan kedua adalah kamera yang banyak terpasang di area publik.

Dua hal inilah yang menyebabkan polisi datang dan menangkap si istri yang dianggap melakukan tindakan “abusive” terhadap suami.

Kemudian, kenapa istri agresif terhadap suami?

Stress, kemudian depresi dalam jangka panjang bisa menyebabkan jiwa labil. Di Amerika Serikat, dikategorikan dalam kelompok sakit jiwa.

Stress dan depresi banyak dialami oleh perempuan.

Itulah jawaban kenapa istri menganiaya suami.

# Posting terdahulu:

Monday, November 15, 2021

Decoding Isi Kepala Puan Maharani – Psikologi 12

Jokowi dan Puan panen di Malang, Jawa Timur (credit to Antara)

Pagi pagi Puan Maharani sudah iklan Capres 2024”

Emangnya kenapa?

Lah…. apakah dia top 3 atau top 5 di survey?”

Puan Maharani yakin, dan diamini oleh Pengurus PDIP bahwa survey atau poling Copras Capres bukan penentu segalanya.

Apa yang menentukan?”

Psiko atau sikap percaya diri (pede) Puan yang menentukan.

Kok tau kalau Puan Maharani merasa pede?”

Men-decode (decoding) atau membaca isi kepala Puan Maharani.

Macam mana pula jalan ceritanya?”

Pada posting lalu, ada saya singgung tentang kekalahan Megawati dan kemungkinan kalahnya Puan Maharani di Jawa Tengah:

Beda dengan isi posting di atas, Puan Maharani punya argumen tersendiri, dia merasa yakin akan menang di tiga Jawa: Jateng, Jatim dan Jogyakarta.


Puan meninjau pasar ikan (credit to Puan Maharani)

Ini diantara hasil decoding isi kepala Puan Maharani:

1) Merasa paling lengkap memegang jabatan dibanding Capres yang lain:

- pernah menjadi Menko di kabinet Jokowi; Ketua DPR RI dan pengurus partai terbesar saat ini (PDIP).

2) Sebagai mantan Menko:

- punya peluang untuk didukung oleh Jokowi. Dukungan Jokowi sangat penting.
- jika tidak dapat dukungan, yakin bisa menetralisir pengaruh Jokowi dalam pilpres 2024

3) Sebagai ketua DPR:

- berdasarkan konsep Trias Politica, jabatan ketua legeslatif (DPR dan MPR) setara dengan ekskutif (Presiden).


Puan bersama Gibran (credit to Tribun Solo) .

4) Sebagai pengurus PDIP

- mendapat dukungan solid dari Ketum

- beda dengan Megawati yang mendapat perlawanan ketua DPD PDIP Jateng saat ikut pilpres, Puan Maharani malah dapat dukungan all out.
- PDIP adalah partai yang punya jaringan kuat sampai ke desa desa.

Perlu ditambahkan bahwa Puan Maharani “bergerilya” secara rutin ke tiga Jawa: Jateng, Jatim dan Jogya.

Saat kunjungan di Jateng, Puan selalu didampingi oleh 13 orang bupati atau walikota kader PDIP, termasuk Gibran.

Mari kita tunggu: Apakah Puan Maharani akan melaju sebagai Capres PDIP tahun 2024?

# Posting sebelumnya: