Thursday, October 22, 2020

Nepotisme – Amerika Serikat Vs Negara Nganu

Salah seorang yang ikut Pilkada (Credit to GenPI).

Membandingkan NEPOTISME di Amerika Serikat dengan Negara Nganu, sama saja membandingkan antara Petir (gledek) Vs Dangdut.

Petir menyebabkan orang TEPONGKENG, mati konyol kata teman saya yang orang Melayu Pulau Penyengat, Indera Sakti.

Dangdut? Masa sih nggak tahu? Yang bikin orang sik siik asiik.

Kemudian, kenapa ada nama nama terkenal seperti:

- Kennedy

- Bush

- Clinton

-------------------------------

Untuk menjadi CALON pejabat publik, katakan walikota, gubernur dan presiden di Amerika, HARUS mengikuti proses “primary” namanya.

Siapa saja bisa menjadi calon, tanpa pandang agama, asal usul, warna kulit, anak gembel atau anak presiden. Siapa saja.

Masa sih tanpa ada syarat apapun?

Cuma SATU syaratnya, yaitu punya OTAK.

Apakah boleh si calon masuk ke dalam “gorong gorong” misalnya?

Kalau mau dilempar BATU, ya, silahkan saja!

Apakah boleh pakai sendal jepit dan naik becak saat kampanye?

Pasti ditelanjangi dan diarak keliling kampung!!

Disuruh pakai OTAK, kok malah pakai sendal jepit?

Itulah di Amerika Serikat. Terus, apa itu “primary?”

------------------------------------

Primary adalah seleksi yang diiukuti oleh calon presiden, gubernur atau walikota. Diantara proses yang diikuti oleh CALON adalah:


1) Debat TERBUKA

- minimal 8 kali, bisa sampai 12 kali

- diperlukan OTAK dalam debat, karena akan diketahui pikiran, program dan ide ide baru untuk mengatasi problem terkini.


2) Kampanye TERBUKA

- setiap calon harus berkampanye dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu kota ke kota lainnya.


3) Debat di “town hall” bisa sampai 10 kali

- setiap calon harus menjawab pertanyaan langsung dari rakyat: anak kecil, orang tua renta, guru, dokter, veteran, ibu rumah tangga, tukang batu. Pokoknya siapa saja.


Siapa yang akan menang sebagai CALON ditentukan oleh:

1) Voting

- rakyat memberikan suara persis seperti pemilihan umum asli. Tiap propinsi dan daerah beda tanggalnya.

- pengurus partai: pusat, tingkat propinsi dan daerah


2) Duit sumbangan

- tiap debat, akan ada sumbangan. Siapa yang debatnya HEBAT, maka sumbanganpun mengalir kencang


3) Polling

- ada 50 badan atau institusi atau lembaga yang melakukan polling dari waktu ke waktu. Akan diambil 5 poling teratas dari 5 lembaga.


Dari 22 calon presiden partai Demokrat, maka yang terpilih sebagai calon adalah Joe Biden.


Dasar pemilihan Joe Biden adalah:

1) Mengumpulkan duit sumbangan tertinggi. Lebih dari Rp20 Triliun. Terus mengalir sampai hari ini

2) Polling tertinggi

3) Voting tertinggi (suara rakyat dan suara pengurus partai Demokrat)


Sekarang, Joe Biden melawan Donald Trump. Kita tunggu hasilnya.


# Proses ini juga terjadi di pemilihan walikota dan gubernur. PERSIS sama.

- Jika keluarga Kennedy, Bush atau Clinton yang terpilih, ya, monggo.

1 comment:

  1. waaah berat nih, hati hati ada kang bakso lewat depan rumah kak :D

    ReplyDelete