Sawan Fibrosis: Serba Serbi
Showing posts with label Serba Serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba Serbi. Show all posts

Wednesday, May 20, 2020

Gratis Bingkisan McDonald Meals Untuk Para Tetangga

McDonald meals dengan McCafe

Radius 500 meter (0.5 km) dari rumah kami, banyak banget restoran, fast foods atau bisnis kuliner, ada yang lokal dan ada pula yang internasional.

Maksud yang lokal adalah hanya ada di Amerika, sedangkan yang internasional bisa ditemui di banyak negara.

Diantara yang sudah anda kenal misalnya:
- McDonald
- KFC
- Pizza Hut
- Dunkin Donuts
- Burger King

McDonald menawarkan bingkisan “meals” gratis untuk para tetangganya yang berjarak 500 meter selama 30 hari.

McDonald meals dengan soft drink

Artinya?

Kami bisa ambil satu bingkisan McDonald “meals” gratis setiap hari selama bulan Ramadhan.

Apa saja isi bingkisan itu?

Isi bingkisan “meals” dari McDonald itu bisa dipilih, biasanya kami milih:
- burger ikan
- chicken nuggets
- fries (potatoes)
- salads
- soft drinks (coca cola, root beer, sprite), Teh atau coffee.

Saya dan istri ngambil yang gratis dari McDonald, baru dua kali, karena “tidak begitu cocok” dengan perut kami yang Indonesia.

Anak kami, dia baru pulang ke rumah, karena Pandemi Covid-19, maka hutan lokasi penelitiannya akhirnya ditutup sementara waktu.

Tentang pekerjaan anak bisa dibaca di: Intermezo - Dari Tutor Menjadi Research Associate.

Kata emaknya:”berhubung orang hutan, nggak pernah makan McDonald, semenjak pulang seminggu ini, tiap hari ngambil bingkisan gratis dari McDonald.”

Terus, kenapa McDonald berbaik hati?

Harus begitu dong, coba kalau saya dan para tetangga tidak rajin motong rumput halaman rumah, kan kawasan bisnis McDonald jadi jelek. Kumuh. Siapa yang mau datang membeli??

Bagaimana dengan Franchise yang lain? Ngasi diskon antara 10% sampai 20% selama pandemi Covid-19. 

Saturday, May 9, 2020

Tentang Blog – Perhatian dan Penghargaan Internasional

Medical on Miami, membaca blog saya secara reguler.

Tidak pernah saya sangka, blog saya: Tanza Erlambang Update mendapat “perhatian” dari beberapa pihak.

Tak sekedar pujian, sebuah organisasi di Austria mencalonkan blog saya untuk mendapatkan “award” sebagai blog yang mendorong orang untuk mencintai ilmu pengetahuan.

Teman blogger Amerika merekomendasi blog saya untuk mendapat “penghargaan” sebagai blog edukasi.

Ini yang membuat saya tersentak:
Hi,
I read your blogs on a regular basis. Your humoristic style is witty, keep it up!
Thank You for Providing Such a Unique and valuable information.
I enjoyed this blog post.

Medical on Miami

Kenapa saya tersentak dan kaget?

Kaget pertama adalah “Medical on Miami” adalah rumah sakit besar. Karena besarnya, punya PESAWAT untuk mengangkut pasien di lokasi yang jauh.

Kaget kedua, ternyata saya BISA menulis dengan gaya humor dalam bahasa Inggris.

Soalnya, kalau istri saya “terbahak bahak” membaca tulisan berbahasa Inggris, hanya saya anggap “meledek” saja.

Tidak begitu saya pedulikan!

Tuesday, April 28, 2020

Apakah Anda Termasuk Golongan Orang Sabar dan Teliti?

Mobil diantara kerumunan

Kesabaran memberi peluang waktu untuk berpikir strategis dan mengevaluasi situasi secara komplit.

Teliti berarti anda mengamati sesuatu (lingkungan dan masalah) dengan cermat dan seksama.

Sabar dan teliti menyebabkan anda bisa menerima perbedaan, sehingga punya sifat empati pada orang lain.

Ujung ujungnya, tanpa anda sadari, anda punya sifat toleransi terhadap keberagaman. Disitulah letak keunggulan anda yang tidak dimiliki orang lain.

Salah satu TEST untuk mengetahui anda punya sifat sabar dan teliti adalah menyelesaikan masalah sederhana, diantaranya dalam sebuah permainan tebak tebakan sederhana.

Coba, temukan mobil pada gambar yang disajikan. Apakah posisinya di kiri, kanan, atas, bawah atau dimana?

# Jawaban akan diberikan pada posting berikutnya. Selamat menebak!

Friday, April 3, 2020

Keluarga Indonesia Bisa Dapat Sampai Rp84 juta Karena Covid-19

Diantara dana untuk memerangi Covid-19 (credit to Rizal Ramli)

Keluarga “tertentu” Indonesia BISA dapat “bantuan” dari negara sampai Rp84 juta karena musibah Covid-19.

Mereka yang termasuk mendapatkan bantuan Rp84 juta per keluarga ini adalah:
- keluarga pas pas pasan (tidak kaya dan tidak miskin) sebanyak 115 juta jiwa
- keluarga miskin dan kelaparan, 25 juta jiwa
- usaha kecil, sebanyak 15 juta unit (milik keluarga).

Pertama, dari mana duitnya?
Kedua, bagaimana hitung hitung sederhananya?

Caranya, tentu saja “alokasi” dana, salah satunya dari yang bisa ditunda karena kurang urgen, dialihkan ke bantuan untuk rakyat dan industri KECIL karena terdampak Covid-19.

Dari meme Dr Rizal Ramli yang saya comot, ada dana infrastruktur + dana pemindahan ibukota, subtotal dana Rp700 triliun.

Kemudian, ada dana yang dikeluarkan oleh BI sebesar Rp300 triliun untuk intervensi pasar uang (rupiah/valas). 


Menurut KPK, negara rugi Rp2000 triliun tiap tahun (dari Google search)

Itu duit untuk tahun 2020 saja. Ini masih bulan April 2020. Jika dikit dikit intervensi, bukan tak mungkin cadangan devisa hangus sia sia lebih dari Rp500 triliun.

Kemudian, data resmi dari Litbang KPK, bahwa ada KEBOCORAN penerimaan negara
sebesar Rp2.000 triliun. Hal ini sudah saya tulis juga: Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri

Jika separuhnya saja diselamatkan tahun ini, maka kita akan punya duit untuk
menanggulangi dampak Covid-19 sebesar Rp1.000 triliun.



Presiden dan keluarganya TIDAK butuh hidup MEWAH 
(dari Google search)

Setelah itu, ada dana sekitar Rp300 triliun yang berasal dari:
- anggaran presiden (biaya pesawat satu rombongan ke LN; biaya perawatan mobil mewah; jalan jalan satu keluarga ke LN dsbnya). Toh presiden cuma naik becak, bajaj dan pakai sendal jepit seperti saat kampanye.

- perjalanan dinas dan tunjangan pejabat, karena pejabat “stay at home” selama wabah Covid-19

- dana Asabri dan Jiwasraya

- dana bailout berbagai perusahaan konglemerat

- pajak yang belum tertagih dari konglemerat

- dsbnya

Total dana yang tersedia adalah: Rp700 triliun + Rp300 triliun+ Rp1000 triliun + Rp300 triliun = Rp2.300 triliun.



Orang miskin Indonesia (credit to TubasMedia)

Dari data Bank Dunia, Bank Asia dan berbagai sumber media yang bisa di-search di Google:
- Jumlah orang yang secara keuangan pas pasan (vulnerable): 115 juta jiwa
- jumlah orang MISKIN dan kelaparan: 25 juta

140 juta jiwa ini jika dijadikan keluarga dengan 4 anggota, akan jadi 35 juta keluarga.

Jika kita alokasikan Rp1.800 triliun, maka: (Rp1.800.000.000.000.000)/(35.000.000) = (Rp1.800.000.000)/(35 keluarga) = Rp51 juta

Uang sisa Rp500 triliun dialokasikan untuk menolong usaha kecil. Anggap saja 40% keluarga hidup dari usaha kecil: warung, pedagang siomay, pedagang bubur ayam dan sebagainya.

Maka hitungan kasarnya adalah: (Rp500.000.000.000.000)/(15.000.000 keluarga) = Rp500.000.000)/(15 kk)= Rp33 juta


Ada keluarga yang bisa dapat bantuan maksimal, karena pas pasan, miskin dan sekaligus pedagang kecil. Dana bantuan yang didapat adalah Rp84 juta!!

Sunday, March 22, 2020

Pengalaman Pribadi - Menemukan Obat Anti Virus

Virus, credit to Harvard University

Jika anda jeli membaca profil di salah satu blog saya, ada saya cantumkan “kepakaran” di bidang ecology dan microbial diseases.

Ada tiga paper ilmiah saya yang berkenaan dengan penyakit, dua diantaranya diseminarkan secara internasional.

Salah satu seminar dihadiri oleh anggota “Royal Swedish Academy of Science,” dimana mayoritas juri Hadiah Nobel berasal dari organisasi ini.

Saya, tentu saja tidak dalam posisi sebagai calon pemenang hadiah Nobel, ya, jauh panggang dari api.

Takkan pernah saya lupakan adalah dialog antara saya dan juri Hadiah Nobel:
Juri hadiah Nobel: “kamu percaya penyakit, bakteri atau virus bisa meregulasi populasi mahluk hidup?”
Saya: “ya, tentu saja”

Juri hadiah Nobel: “apakah mahluk hidup bisa punah karena penyakit?”
Saya: “TIDAK”

Juri hadiah Nobel: “loh, kamu bilang penyakit bisa meregulasi populasi.”
Saya: “Ya, tapi takkan sampai punah”

Juri hadiah Nobel: “Kenapa?”
Saya: “Karena hanya penyakit (bakteri atau virus) yang BODOH akan memusnahkan mahluk hidup!!”

Juri hadiah Nobel (menatap saya dengan mata tidak berkedip, merasa heran dengan jawaban saya): “sekali lagi, kenapa?”
Saya: “mereka, penyakit itu (bakteri atau virus) juga akan turut PUNAH!!”
---------------------------

Terus, apa hubungannya dengan pengalaman saya “Menemukan Obat Anti-Virus?”

Salah satu dari tiga paper ilmiah saya yang berhubungan dengan penyakit adalah tentang obat anti-virus. Untuk menemukan obat tersebut memakan waktu sangat lama. Hampir dua tahun.

Saya hanya sekedar ingin menyampaikan bahwa menemukan obat, termasuk Covid-19 melalui langkah langkah tertentu. Bukan pekerjaan sehari dua hari.

Jika ada berita berita vaksin Covid-19 sudah ditemukan, ya, artinya hoax. Ngecap dari penjual obat, agar obatnya laku.

Sederhananya begini (sengaja saya ringkas, agar mudah dimengerti untuk pembaca sekelas medsos):
- Saya mencari “calon obat” dari alam, try and error. Memakan waktu setahun

- kemudian calon obat tersebut diekstrak pakai “centrifuges.”

- Setelah itu dites keampuhannya terhadap berbagai jenis penyakit (bakteri dan virus) di laboratorium. Proses ini memakan waktu sekitar 6 bulan

- Dilanjutkan ke uji coba terhadap hewan yang sakit.

Dan berhasil!!

Saturday, February 8, 2020

Tak Belanda Hilang di Amerika Serikat

Kincir angin berusia ratusan tahun

VOC pernah beroperasi di New York beberapa ratus tahun lalu, seiring datangnya imigran Belanda ke Amerika. Mentalitas korup menyebabkan VOC bangkrut,

Mereka kemudian mencari lokasi baru. Ternyata mereka memilih Maluku, karena dekat dengan SDA, rempah. Namun demikian, praktek korupsi tak surut, menyebabkannya, ya, untuk kedua kali bangkrut.

Pindah ke Jawa, apakah membaik? Selain korupsi, ternyata VOC juga doyan DIJILAT dan dikasi UPETI (sogok) oleh raja raja kecil.

Jilat menjilat dan sogok menyogok sangat subur ketika VOC berada di Jawa.

Ujungnya? Anda tahu sendiri kisahnya!
-------------------------------

Tak semua orang Belanda ikut VOC, barangkali karena tidak suka DIJILAT. Geli geli, mungkin.

Ada yang tetap di New York, dan ada pula yang menyebar ke berbagai state di Amerika.

Michigan adalah salah satu state yang banyak komunitas Belanda. Satu kota, malah walikota dan mayoritas penduduknya turunan Belanda.



Taman pemisah jalan ditanami aneka bunga tulip

Kota Holland didiami sekitar 30 ribu turunan Belanda. Suasananya dipertahankan seperti tahun 1600-an, ketika imigran Belanda pertama kali menjejakkan kaki.

5 juta bunga tulip ditanam, sehingga bunga tulip ada di mana mana. Ada di taman, pekarangan rumah penduduk dan jalan jalan kota. 


Aneka bunga tulip dan kincir angin, dilihat dari sisi lain.

Bandingkan dengan kota Amsterdam yang berpenduduk hampir 900 ribu jiwa, jumlah bunga tulipnya hanya 7 juta pohon.

Artinya, satu orang di kota Holland, Michigan, USA lebih banyak 30 kali bunga tulip dibandingkan dengan 1 orang penduduk Amsterdam, Belanda


Bangunan tertua, tahun 1613

Selain tulip, peninggalan atau tradisi Belanda lainnya juga dipelihara, diantaranya:
- Kincir angin tua, lebih dari 240 tahun usianya
- bangunan pertama dan tertua, didirikan 400 tahun lalu atau tahun 1613
- sepatu dari kayu untuk souvenir
- produksi aneka keju
- kue kue Belanda
- kopi Belanda (Java coffee).

Itulah warisan Belanda di Michigan. Jika ada pertanyaan, apa yang diwariskan VOC di Indonesia?

Korupsi, dan menyuburkan budaya MENJILAT serta sogok menyogok!! 

Sunday, January 19, 2020

Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri

Setelah kunjungan presiden, pencuri menjadi jadi

Jika orang asing mengikuti berita mass media Indonesia, kesimpulan yang dapat ditarik adalah:”Indonesia negeri yang tak habis dirundung korupsi.”

Hampir setiap hari kita disuguhkan berita korupsi dan sogok menyogok di berbagai lembaga pemerintah dan BUMN.

Seperti monster ganas, koruptor itu juga ada di partai politik, bahkan lembaga yang dianggap independen seperti KPU.

Kalau dihitung hitung, kata KPK, nilai korupsi itu untuk tahun 2019 sekitar Rp2.000 (dua ribu) triliun rupiah. Ini termasuk APBN plus potensi pendapatan negara plus kekayaan negara.

Bisa apa kita dengan uang sebanyak itu?:
- bisa menggratiskan biaya kesehatan
- gratis biaya pendidikan dari dasar sampai S3 (Doktor)
- mensubsidi BBM dan listrik
--------------------------------------------------------

Dua anggota TNI AL, Alfriansyah dan Edi dibunuh oleh Pencuri ikan Thailand ketika sedang melakukan patroli di kepulauan Anambas, Laut Cina Selatan, Kepulauan Riau.

Tentang pembunuhan ini, silahkan baca media nasional seperti Tempo, Detik, Merdeka dan Okezone edisi bulan April 2014.

Bangkok Post memuat berita bahwa polisi Thailand telah berhasil menangkap para pembunuh anggota TNI AL tersebut.

Natuna, Anambas dan ribuan pulau adalah bagian dari laut Cina Selatan. Berada di provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Ada paling sedikit 1.000 (seribu) kapal pencuri ikan dari berbagai negara keluar masuk Natuna, Anambas dan Kepulauan Riau setiap hari. Ya, setiap hari
-----------------------------------------------------------------

Apa maknanya?

Mental korup (MALING) kita dibaca oleh para MALING dari berbagai negara:
- Koruptor hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga, paling jauh para pendukung dan penjilatnya.
- Koruptor hanya BISA dan MAMPU melakukan korupsi di wilayah kekuasaan yang nyaman (BUMN, Departemen, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan dan seterusnya).

Apa konsekwensinya? Negara lain atau maling maling dari berbagai negara itu akan berani melakukan operasi di luar “zona nyaman” para koruptor negeri:
- mencuri ikan di laut yang sepi
- membakar hutan
- membuang sampah di laut tak terjaga
- mengklaim pulau yang tak ada penghuni (Sipadan dan Ligitan)

Terus apa yang harus kita lakukan?

Sunday, January 12, 2020

Ada Dijual Keripik Pisang di Amerika Serikat

Keripik pisang, dijual di Amerika

Keripik pisang adalah diantara produk yang biasa dikonsumsi saat berada di tanah air. Di Amerika, juga ada dijual di toko atau warung milik orang Meksiko atau Latin Amerika.

Anehnya, tak pernah ditemui di warung milik orang Asia seperti Vietnam, Bangladesh atau Pakistan. Padahal negara negara ini juga menghasilkan pisang.

Harganya cukup lumayan juga, US$ 6.89 (Rp 100 ribu) per bungkus dengan berat setengah kilo (½ kg). Per kilonya, ya dikali dua saja, Rp 200 ribu.

Selain bisa dibeli langsung di toko, keripik pisang juga bisa dipesan secara online, melalui Amazon dan retail terbesar di Amerika Serikat, Walmart.

Harganya hampir sama saja, tapi pesan online harus ditambah ongkos kirim, jika pesanan dibawah US$ 50 (Rp 900 ribu).




Bungkus keripik pisang,
berbagai ukuran disusun di rak

Keripik pisang menurut pakar nutrisi sangat baik untuk kesehatan. Mengandung diantaranya:
- Berbagai vitamin, seperti vitamin A, B6 and C.
- minerals (magnesium, phosphorous, iron, potassium)
- fiber

Fiber adalah manfaat terbesar mengkonsumsi pisang atau keripik pisang. Fiber sangat bermanfaat untuk memperlancar pencernaan dan mengurangi resiko penyakit kronis.


Pisang segar, disusun rapi di warung milik orang Meksiko

Selain keripik, Amerika tentu mengimpor pisang segar juga. Negara yang meng-ekspor pisang ke Amerika adalah:
- Guatemala
- Ecuador
- Costa Rica
- Colombia
- Honduras

Amerika mengimpor sebanyak 3.9 juta ton pisang dari 5 negara di atas, semuanya negara Amerika Latin.

Amat disayangkan, negara Indonesia belum bisa memanfaatkan pasar Amerika yang besar ini. Padahal kita banyak memproduksi pisang!

Wednesday, January 1, 2020

Gagal Melihat Patung Budha, Ditraktir Shopping Sama Anak

Beberapa tas belanjaan ditraktir oleh anak

Anak kami, liburan akhir tahun pulang ke rumah, kemudian mengajak melihat patung Budha, pemberian pemerintah China ke Amerika, sekitar 200 tahun lalu.

Lokasinya luar kota, sekitar 120 km dari rumah. Pergi pulang, lumayan juga, 240 km. Perjalanan terpaksa dibatalkan, karena jalan licin dan cuaca tidak bersahabat.

Tiba tiba si anak menawarkan traktir shopping ke emaknya. Boleh pilih apa saja, merek atau brand yang disukai.

Un-limited, sesuka dan sepuas hati. Wah, emaknya kelihatan “happy” bukan main.

Kamipun menuju ke lokasi shopping yang “tax free.” Ditambah discount dari 35% sampai 85%, jadi “luar biasa murah meriah” daripada harga biasa, jika dibandingkan dengan belanja di mall sehari hari.

Besar discount sangat tergantung pada merek (brands) dan stock (persediaan) barang tentunya. Dan berbeda dari satu kunjungan ke kunjungan, dan waktu.


Celana Levis, 501 Original made in Amerika

Ada sekitar 65 merek (brands) dan outlets. Diantara merek dan outlets yang ada di lokasi “tax free shopping” yang kami kunjungi adalah sebagai berikut:

- Van Heusen Izod
- Levis
- Dior
- Polo
- American Eagle
- Haggar
- Fragrance outlet
- Kay Jewelers outlet
- Michael Kors
- Bass


Kaos Levis, Made in USA

Karena banyak pilih dan pilah, happy si emak berakhir di outlet ke 10. Disebabkan oleh kakinya sudah lecet berjam jam keluar masuk outlets.

Sesampai di rumah, menyesal (sesal kemudian tak berguna):
1) Dari sekitar 65 outlets, separuhpun tidak habis dikunjungi.
2) Dari 10 outlets yang dikunjungi, hanya beberapa saja yang dibeli (terlihat hanya beberapa kantong belanjaan).

Saya sendiri? Dua outlet saja: 
- Levis kaos dan Levis celana 501 original 
- Sepatu kulit, Bass.

Kata anak: “sampai jumpa tahun depan.” Tanggal 3 Januari, dia sudah masuk kerja. Libur musim panas TIDAK pulang, karena ada tawaran kerja tambahan.


# Untuk turis internasional, sama jika shopping di Paris, France, dimana “tax” yang sudah anda bayar, bisa diminta kembali (refund) waktu keluar di bandara udara.

Sunday, December 22, 2019

Tentang Ekspor Lobster: Dua Menguak Aneh

Lobster mutiara, unggulan Indonesia.

Aneh pertama (sebenarnya juga membanggakan), Indonesia adalah produsen lobster 3 besar dunia (data FAO tahun 2013):
- Canada, produksi 75 ribu ton
- USA, produksi 71 ribu ton
- Indonesia, produksi 17 ribu ton

Aneh kedua, Canada dan USA, produsen sekaligus eksportir. Ternyata Indonesia bahkan TIDAK masuk 10 besar eksportir lobster dunia. Top 3 eksportir dunia:
- Canada
- USA
- France

Apakah Indonesia TIDAK mengekspor lobster sama sekali?
------------------------------------

Tentu, kita mengekspor lobster, dibawah menteri perikanan dan kelautan, Susi Pudjiastuti , ekspor lobster meningkat pesat.

Pada tahun 2015, ekspor senilai US$ 7,1 juta (Rp 99 milyar), meningkat menjadi US$ 29 juta (Rp 400 milyar) pada tahun 2018.

Peluang pasar ekspor lobster dunia tahun 2025 sebesar Rp 200 Triliun. Artinya kita hanya dapat “serpihan” saja saat ini, nilai ekspor kita jauh dibawah angka dunia.

Kemudian, kenapa kita ribut ribut soal ekspor lobster, terutama bibit lobster?
---------------------------------


Dari data produksi, ekspor dan peluang ekspor dunia menunjukkan:
1) Konsumsi pasar dalam negeri kita sangat besar.
2) Indonesia punya “potensi” untuk meningkatkan produksi, kemudian ekspor (bibit maupun lobster dewasa).

Di Canada dan America, hatchery milik pemerintah memproduksi berjuta juta juvenile lobster, setelah dipelihara sampai ukuran beberapa cm (paling sedikit 1 cm), kemudian dilepas ke laut.

Bibit inilah yang kemudian membesar dan ditangkap, untuk diekspor dan konsumi dalam negeri.

Jika mau, kitapun bisa melakukan hal yang sama, yaitu produksi bibit:
- diekspor
- dilepas ke laut, setelah besar ditangkap untuk konsumsi dalam negeri serta ekspor.

10% saja pasar ekspor dunia dikuasai Indonesia, ada sekitar Rp20 Triliun valuta asing masuk ke kas negara.

Ekspor artinya duit dolar (hard currency) dan lapangan kerja!