Sunday, January 19, 2020

Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri

Setelah kunjungan presiden, pencuri menjadi jadi

Jika orang asing mengikuti berita mass media Indonesia, kesimpulan yang dapat ditarik adalah:”Indonesia negeri yang tak habis dirundung korupsi.”

Hampir setiap hari kita disuguhkan berita korupsi dan sogok menyogok di berbagai lembaga pemerintah dan BUMN.

Seperti monster ganas, koruptor itu juga ada di partai politik, bahkan lembaga yang dianggap independen seperti KPU.

Kalau dihitung hitung, kata KPK, nilai korupsi itu untuk tahun 2019 sekitar Rp2.000 (dua ribu) triliun rupiah. Ini termasuk APBN plus potensi pendapatan negara plus kekayaan negara.

Bisa apa kita dengan uang sebanyak itu?:
- bisa menggratiskan biaya kesehatan
- gratis biaya pendidikan dari dasar sampai S3 (Doktor)
- mensubsidi BBM dan listrik
--------------------------------------------------------

Dua anggota TNI AL, Alfriansyah dan Edi dibunuh oleh Pencuri ikan Thailand ketika sedang melakukan patroli di kepulauan Anambas, Laut Cina Selatan, Kepulauan Riau.

Tentang pembunuhan ini, silahkan baca media nasional seperti Tempo, Detik, Merdeka dan Okezone edisi bulan April 2014.

Bangkok Post memuat berita bahwa polisi Thailand telah berhasil menangkap para pembunuh anggota TNI AL tersebut.

Natuna, Anambas dan ribuan pulau adalah bagian dari laut Cina Selatan. Berada di provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.

Ada paling sedikit 1.000 (seribu) kapal pencuri ikan dari berbagai negara keluar masuk Natuna, Anambas dan Kepulauan Riau setiap hari. Ya, setiap hari
-----------------------------------------------------------------

Apa maknanya?

Mental korup (MALING) kita dibaca oleh para MALING dari berbagai negara:
- Koruptor hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga, paling jauh para pendukung dan penjilatnya.
- Koruptor hanya BISA dan MAMPU melakukan korupsi di wilayah kekuasaan yang nyaman (BUMN, Departemen, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan dan seterusnya).

Apa konsekwensinya? Negara lain atau maling maling dari berbagai negara itu akan berani melakukan operasi di luar “zona nyaman” para koruptor negeri:
- mencuri ikan di laut yang sepi
- membakar hutan
- membuang sampah di laut tak terjaga
- mengklaim pulau yang tak ada penghuni (Sipadan dan Ligitan)

Terus apa yang harus kita lakukan?

14 comments:

  1. malangnya ibu pertiwi, dikorupsi dan ikannya dicuri, hmmm... saya pun bingung harus gimana, apakah perlu untuk menggandeng lagi bu Susi ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Setelah kunjungan presiden, pencuri menjadi jadi

      Delete
    2. Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Bisa apa kita dengan uang sebanyak itu?:
      - bisa menggratiskan biaya kesehatan
      - gratis biaya pendidikan dari dasar sampai S3 (Doktor)
      - mensubsidi BBM dan listrik

      Delete
  2. Memang yaaa. :(
    Sedih. Semoga banyak petinggi2 yg kerja untuk negeri. Tulus. Tnpa melakukan tindakan2 korupsi macam gini ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Jika orang asing mengikuti berita mass media Indonesia, kesimpulan yang dapat ditarik adalah:”Indonesia negeri yang tak habis dirundung korupsi.”

      Delete
    2. Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Dua anggota TNI AL, Alfriansyah dan Edi dibunuh oleh Pencuri ikan Thailand ketika sedang melakukan patroli di kepulauan Anambas, Laut Cina Selatan, Kepulauan Riau.

      Delete
  3. Padahal para petinggi-petinggi itu sudah kaya, tapi sepertinya mereka tambah serakah saja. Sudah kaya, tapi tetap korupsi. Bisa gak ya, negara ini bebas korupsi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertanyaan untuk kita semua: apakah kita Bisa bebas korupsi?

      Thanks atas kunjungannya:
      Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Hampir setiap hari kita disuguhkan berita korupsi dan sogok menyogok di berbagai lembaga pemerintah dan BUMN.

      Delete
    2. Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Tentang pembunuhan ini, silahkan baca media nasional seperti Tempo, Detik, Merdeka dan Okezone edisi bulan April 2014.

      Delete
  4. Miris juga membaca dan mengetahui hal ini, semoga pada cepat sadar deh tuh orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Seperti monster ganas, koruptor itu juga ada di partai politik, bahkan lembaga yang dianggap independen seperti KPU.

      Delete
    2. Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Bangkok Post memuat berita bahwa polisi Thailand telah berhasil menangkap para pembunuh anggota TNI AL tersebut.

      Delete
  5. Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri

    menyimak…..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks atas kunjungannya:
      Tak Habis Dirundung Korupsi, Di Laut NATUNA Kitapun Dicuri
      -
      Kalau dihitung hitung, kata KPK, nilai korupsi itu untuk tahun 2019 sekitar Rp2.000 (dua ribu) triliun rupiah. Ini termasuk APBN plus potensi pendapatan negara plus kekayaan negara.

      Delete