Wednesday, October 9, 2019

“Pseudobulbar,” Penyebab Joker Tertawa Panjang!

Joker tertawa panjang

Banyak orang bilang, Joker adalah simbol dari tawa. Dalam film, sang Joker bisa tertawa, tanpa mengenal kondisi dan waktu.

Bahkan bisa tertawa panjaaaang, meskipun sedang melakukan kejahatan!

Dalam konteks “medical” dan “psychological,” apakah tertawa panjang itu “normal?”

Secara medik, tertawa panjang dikategorikan sebagai gangguang kesehatan, disebut dengan istilah “pseudobulbar.”

Tidak hanya tertawa, penderita “pseudobulbar” juga bisa menangis panjang.

Tertawa dan tangis bisa silih berganti. Penderita “pseudobulbar” tertawa dan menangis tanpa sebab, di mana saja dan tanpa mengenal waktu.

Dalam kehidupan sehari hari, bisa anda telusuri melalui media sosial, berjibun alias banyaaak penderita “pseudobulbar.”

Contoh nyata penderita “pseudobulbar” adalah mentertawakan, sekaligus menghardik orang lain dalam kondisi SUSAH, karena:
- biaya sekolah naik
- berobat tak sanggup
- bbm menjulang tinggi
- listrik tak ada tanda tanda turun!

Sejak pilpres 2014, banyak banget penderita “pseudobulbar”:
-Tak bisa membedakan mana fantasi dan mana yang realitas. Mana yang pencitraan (ber-TOPENG), mana yang sesungguhnya!

Joker, hidup bertopeng, bisa disarungi dengan TOPENG. “Pseudobulbar,”

2 comments:

  1. banyak manusia munafik di kita.

    “Pseudobulbar,” Penyebab Joker Tertawa Panjang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks:
      “Pseudobulbar,” Penyebab Joker Tertawa Panjang!
      -
      Joker tertawa panjang

      Delete