Sawan Fibrosis: Penyakit Diabetes
Showing posts with label Penyakit Diabetes. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Diabetes. Show all posts

Sunday, March 15, 2020

Apa itu Hypoxia dan Bagaimana Dia Berhubungan Dengan Diabetes? - Sakit Diabetes 7

Illustration effect of hypoxia on cells or tissues
(credit to Osmosis, YouTube)

Kita telah berdiskusi tentang dua faktor metabolisme, yaitu glucotoxicity dan lipotoxicity pada dua artikel sebelumnya:


Kemudian, kita akan sedikit bicara tentang faktor metabolisme yang disebut dengan istilah ““hypoxia” pada artikel ini.

Seperti yang ditekankan oleh WebMd (2019) bahwa hypoxia adalah kondisi di mana kandungan oksigen di jaringan tubuh rendah akibat rendahnya oksigen di dalam darah.

Dengan demikian, dapat dikatakan, darah tidak bisa membawa oksigen yang diinginkan dari darah ke jaringan tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan “luka” pada sel dan tidak berfungsi beberapa organ tubuh.



Illustration of wide effects of hypoxia (credit First Aid).

Tergantung pada lamanya penderitaan, pengaruh hypoxia pada tubuh (organ) manusia, dari mulai tidak ada masalah sampai ke pengaruh yang ringan, dan bisa juga sampai ke kematian:
- Sakit kepala
- Sulit bernafas (kecepatan bernafas meningkat)
- detak jantung meningkat
- tubuh tidak bekerja dengan baik
- otak berhenti berfungsi
- kerusakan otak permanen
- mati

Kemudian, pertanyaan yang mesti dijawab: apa hubungan antara hypoxia dan diabetes?

Beberapa literatur menyebutkan bahwa hypoxia dan makanan yang berlebihan telah menyebabkan obesity, kemudian menyebabkan meningkatnya glukosa di darah dan diabetes. 

Dianjurkan untuk mencegah hypoxia dan makanan yang berlebihan untuk mencegah berat tubuh dengan cara:
- konsumsi diet sehat
- olahraga secara teratur
- kurangi pemakaian bahan kimia dan obat obatan

Diterjemahkan dari judul asli:

Tulisan lain tentang diabetes:

Reference

WebMd. 2019. What is Hypoxia. Retrieved from https: webmd.

Sunday, March 1, 2020

Bagaimana Lipotoxity Bisa Berhubungan dengan Diabetes? - Sakit Diabetes 6

Relation of beta cells, insulin and lipotoxicity 
(credit to Yoon et al, 2018).

Posting terdahulu berbicara tentang dua faktor metabolisme yaitu hyperglycemia (tingkat gula darah) dan keracunan gula (glucose toxicity).

Di artikel yang berjudul: Pengaruh Metabolisme Terhadap Sel Beta Dalam Pankreas – Diabetes 5, kita telah berdiskusi tentang “hyperglycemia.” Kemudian, kita akan berdiskusi faktor lain dari metabolisme yaitu “lipotoxicity.”

Lipotoxicity adalah istilah medik yang berhubungan dengan meningkatnya lemak (asam lemak bebas) di dalam darah. Ketika tingkat glucosa tinggi dalam darah, maka Lipotoxicity memiliki efek sebagai berikut:

- beberapa organ seperti liver dan otot akan resisten terhadap insulin
- generasi glukosa meningkat
- produksi insulin dalam pancreas akan menurun.
- menyebabkan kidney dan jantung tidak sehat

Sayangnya, efek negatif ini sangat berdampak pada penderita diabetes type 2 dengan berkurangnya sel beta dan berkurangnya produksi insulin dalam pancreas.


Illustration of beta cell damage (credit to ScienceDirect)


At cellular level, Lipotoxicity may induce:

Pada tingkat celluler, Lipotoxicity bisa menyebabkan:
- terjadi stress pada endoplasmic reticulum
- oxidative stress
- rusaknya sel beta, kemudian berdampak pada berkurangnya jumlah sel beta tersebut
- peradangan
- kematian sel

Untungnya, akibat negatif dari Lipotoxicity pada beta sel dapat diproteksi oleh beberapa faktor seperti adanya lactogens, incretins and estrogens.

Hormon hormon ini tidak hanya menekan efek “racun” pada lemak, tetapi juga bisa menstimulus fungsi serta perkembang biakan sel beta.

Akhirnya, dalam kasus ini, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak hanya gula, ternyata lemak juga menyebabkan kerusakan sel beta sehingga terganggu untuk memproduksi insulin.

References
Yoon, S, Oh et al. 2019. Fatty Acid-Induced Lipotoxicity in Pancreatic Beta-Cells During Development of Type 2 Diabetes. Endocrinol., 16 July 2018

# Diterjemah dan dimodifikasi dari judul:

Wednesday, January 29, 2020

Pengaruh Metabolisme Terhadap Sel Beta Dalam Pankreas – Sakit Diabetes 5

Level of glucose in the blood (credit to HiClip)

Salah satu dari tiga faktor yang menyebabkan kehancuran sel beta adalah faktor metabolisme (silahkan lihat posting sebelumnya: Apakah Ada Obat yang Mempengaruhi Pancreas untuk Memproduksi Insulin? - Diabetes 4)

Faktor metabolisme termasuk:
- hyperglycemia (level gula darah tinggi)
- keracunan glukosa (glucotoxicity)
- keracunan lipid (lipotoxicity)
- hypoxia

Hyperglycemia menyebabkan glucotoxicity, dimana tingginya gula darah bisa menyebabkan kematian sel beta.

Hyperglycemia itu sendiri disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah:
- konsumsi makanan (tidak mengikuti diet untuk penderita diabetes)
- minuman manis (terlalu banyak)
- kurang aktif (kurang bergerak)
- menderita sakit
- tidak minum obat diabetes
- tidak disuntik oleh insulin yang tidak fresh
- menggunakan obat yang mendorong tingginya gula darah.



Hyperglycemia caused of glucotoxicity (credit to PainAssist).


Glucotoxicity adalah kondisi gula darah yang tinggi dalam jangka panjang. Hal ini bisa menghancurkan sel beta secara fungsi dan struktural.

Rusaknya sel beta dan rusaknya jaringan sel yang berhubungan dengan produksi insulin punya efek terhadap:
- menurunkan produksi insulin
- meningkatkan resistansi insulin

Anda mungkin tahu bahwa “hyperglycemia” menyebabkan efek negatif terhadap beberapa organ atau jaringan sel seperti pembuluh darah.

Terganggunya suplai darah ke organ penting, dapat menyebabkan:
- tingginya resiko terkena stroke dan penyakit jantung
- masalah ginjal
- kerusakan mata
- masalah jaringan saraf

Dengan demikian, mengontrol gula darah adalah sangat penting bagi penderita sakit diabetes.

# Diterjemah dan dimodifikasi dari judul:

Wednesday, January 22, 2020

Apakah Ada Obat yang Mempengaruhi Pancreas untuk Memproduksi Insulin? - Sakit Diabetes 4

Vitamin B3(Niacin), hanya untuk ilustrasi

Pada posting sebelumnya (silahkan baca: Mengapa Pankreas Pasien Diabetes Type 2 Kurang Menghasilkan Insulin? - Diabetes 3), kami nenekankan tentang beberapa faktor yang mempengaruhi “sel beta” untuk memproduksi insulin dalam pankreas.

Faktor faktor yang merusak “sel beta” dapat dibedakan paling tidak dalam tiga kelompok:
- Secara medis dan pharmacy
- Biologi atau metabolik
- Faktor lingkungan

Kita akan berdiskusi tentang efek obat terhadap “sel beta.” Beberapa obat yang memiliki efek negatif terhadap sel beta adalah:

- obat antimicrobial
- obat antidepressants
- Niacin (vitamin B3)
- obat anti seizure (sakit Parkinson)
- Obat HIV
- Obat Pneumonia seperti Pentamidine
- Glucocorticoids (obat asthma and rheumatic arthritis)
- Statin


Tablet Statin (credit to AARP)

Dua obat yang mendapat perhatian untuk kasus ini adalah Statin dan Niacin. Keduanya diberikan oleh dokter untuk menurunkan kandungan kolesterol dalam darah.

Niacin adalah suplemen, artinya bahwa kita bisa membeli tanpa resep dokter. Dijual baik di apotik maupun di toko obat (di Amerika, bahkan dijual di kedai makanan)

Statin adalah obat yang harus dengan resep dokter. Selain untuk mengontrol kolesterol, Statin juga dipakai untuk melindungi jantung, dan menghindari stroke. Sangat disayangkan, Statin diduga bisa menyebabkan sakit diabetes.

Niacin sebagai Vitamin B3 adalah suplemen yang dapat mengurangi sakit arthritis dan menstimulasi fungsi otak. Dosis yang disarankan adalah 15 mg per hari.

Efek negatif Niacin adalah bisa meningkatkan kadar gula dalam darah. Dengan demikian bisa merusak sel beta, kemudian mempengaruhi pasien diabetes.

Terakhir, setiap pasien diabetes sebaiknya menyadari tentang efek negatif dari berbagai obat. Jika ragu, sebaiknya tanya dokter.

# Diterjemahkan dan dimodifikasi dari judul asli:

Sunday, January 5, 2020

Mengapa Pankreas Pasien Diabetes Type 2 Kurang Menghasilkan Insulin? - Sakit Diabetes 3

Organ Pankreas yang memproduksi insulin (credit to Alamy)

Anda mungkin sudah tahu bahwa insulin adalah hormon penting membawa glukosa dari darah ke dalam sel, kemudian dipecah di dalam mitochondria sebagai sumber energi, untuk kemudian dipakai oleh tubuh.

Glukosa juga disimpan di dalam sel untuk digunakan dikemudian hari. Dengan demikian insulin akan mempertahankan gula darah pada level normal, tidak rendah (hypoglycemia) atau tidak tinggi (hyperglycemia).

Adalah fakta, orang yang mengidap diabetes type 2 memiliki pankreas yang sedikit memproduksi insulin, jika dibandingkan dengan orang normal.

Pertanyaan kemudian, kenapa penderita diabetes type 2 memiliki pankreas yang sedikit memproduksi insulin?

- Umumnya, pankreas berkurang atau berhenti sama sekali memproduksi insulin disebabkan oleh beberapa faktor:
- rusaknya sebagian (bagian tertentu) pankreas karena kanker dan trauma
- efek negatif karena menelan obat tertentu
- penyakit, seperti gangguan hormon
- mutasi gen



Beta cell di dalam pancreas (credit to PLOS Biology)


Jika kita amati, ada bagian pankreas yang terdiri dari titik (area) kecil, disebut dengan istilah “islet.” Ini bagian yang mengandung “beta sel”

Islet adalah area yang memiliki sekitar 50% sampai 70% beta sel yang fungsi utamanya menghasilkan insulin.

Hubungan antara beta sel dan diabetes adalah sebagai berikut:
- Jika beta sel rusak atau menurun fungsi kerjanya, kemudian akan menyebabkan ketergantungan terhadap insulin (diabetes type 1)

- Jika beta sel jumlahnya berkurang (karena yang tumbuh lebih sedikit dari yang mati), kemudian, menyebabkan produksi insulin berkurang (diabetes type 2).

Perlu ditambahkan, defisiensi fungsi beta sel bersama resistensi tubuh terhadap insulin, dapat juga menyebabkan diabetes type 2.

# Artikel ini adalah terjemahan dan modifikasi dari artikel berbahasa Inggris:

Thursday, December 26, 2019

Apakah Ada Hubungan Antara Telur dan Diabetes? - Sakit Diabetes 2

Telur mata sapi, hanya ilustrasi

Study awal sekitar tahun 1970-an menghasilkan dugaan bahwa diabetes type 2 dipicu oleh kolesterol yang terkandung dalam telur.

Tidak hanya diabetes, koleterol pada telur juga diyakini sebagai salah satu penyebab terjadinya penyakit “cardiovascular.”

Dokter kemudian menyarankan kepada penderita diabetes untuk membatasi mengkonsumsi telur.

Kemudian, beberapa pakar kesehatan mengatakan konsumsi sehat adalah 4 telur per minggu atau satu telur dalam dua hari.

Tapi, dari hasil penelitian terbaru, ilmuwan merasa ragu bahwa ada hubungan antara konsumsi telur dan diabetes.

Dengan demikian, mitos tentang telur yang menyebabkan diabetes (terutama diabetes type 2) telah terbantahkan.


Telur kaya dengan kandungan nutrisi, diantaranya:
- rendah kadar karbohidrat (0.4 gr)
- rendah kalori (80 cal)
- Kolesterol sebanyak 216 mg
- 1.8 gram saturated fat

Perlu ditambahkan bahwa telur adalah sumber vitamin D, asam lemak dan protein yang sangat penting untuk:
- memperkuat tulang
- pengangkut oksigen dan sumber energy (jika tidak ada glucose)
- memperbaiki dan menumbuhkan jaringan tubuh
- memformulasi hormon dan enzym

Mengingat kandungan kolesterol dan lemak jenuh, pakar gizi memberi rekomendasi:
- untuk mengkonsumsi 300 mg kolesterol per hari (sebenarnya tidak ada batasan khusus untuk mengkonsumsi kolesterol di Amerika)
- mengkonsumsi 11 sampai 13 gr lemak jenuh per hari.

Sangat disarankan agar mengkonsumsi makanan yang rendah kalori dan karbohidrat untuk mengontrol fluktuasi gula darah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makan 1 butir telur setiap hari sangat baik untuk penderita diabetes.

# Artikel ini adalah terjemahan dan modifikasi dari artikel berbahasa Inggris:

Sunday, December 15, 2019

Apa yang Dimaksud dengan Diabetes type 2? - Sakit Diabetes 1

Kue dengan kadar gula tinggi, hanya ilustrasi

Diabetes type 2 adalah penyakit diabetes yang terjadi bila gula darah meningkat di atas normal (tidak terkontrol), juga disebut dengan istilah “hyperglycemia.”

Gula darah normal berada pada kisaran antara 70 mg/dL sampai 130 mg/dL (sebelum makan) dan 70 mg/dL sampai 180 mg/dL (setelah makan).

Jika di atas 130 mg/dL atau 180 mg/dL disebut “hyperglycemia,” sedangkan dibawah 70 mg/dL disebut dengan istilah “hypoglycemia.”

Di dunia, ada sekitar 400 juta penderita diabetes type 2 pada tahun 2015, dan bertambah menjadi 463 juta jiwa tahun 2019. Angka ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 10,3 juta jiwa menderita diabetes, di-estimasi akan bertambah menjadi 16,7 juta pada tahun 2045 nanti.

Saat ini, Indonesia menempati urutan ke 6 di dunia sebagai negara yang penduduknya terkena sakit diabetes. 


Aneka “candy” yang dijual di pasar Amerika, hanya ilustrasi.

Di Amerika, jumlah orang yang didiagnosa menderita diabetes type 2 sekitar 30.3 juta jiwa, dan 80 juta pada tahapan “pre-diabetes” pada tahun 2015.

Sama dengan di belahan dunia lain, jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bagaimana orang bisa terkena sakit diabetes? Jawaban dasarnya adalah karena tubuh tidak efectif dalam menggunakan insulin.

Awalnya, “pancreas” memproduksi insulin sesuai kebutuhan. Karena tubuh tidak efektif “menggunakannya,” kemudian produksi insulin ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Sampai ke waktu tertentu (lama lama kemudian), kemampuan “pancreas” untuk menghasilkan insulin menurun.

Akibatnya apa? Gula darah tidak bisa dikontrol ke level normal. Setelah makan, makan gula darah akan meningkat tajam.

Faktor penyebab (risk factors) diabetes type 2 adalah sebagai berikut:
- badan terlalu gemuk (over weight)
- kurang aktif secara fisik
- diet buruk (diantaranya, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi).

Faktor lain yang bisa “mendorong” terkena diabetes type 2 adalah:
- usia
- genetik atau turunan (ada anggota keluarga dekat yang terkena diabetes)
- etnis tertentu
- tekanan darah tinggi

# Artikel ini adalah terjemahan dan modifikasi dari artikel berbahasa Inggris: