Sawan Fibrosis: Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

Friday, March 25, 2022

Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

Begitu pentingnya sedekah, sampai sampai “ngecappun” bisa disedekahkan di Amerika, jika kita tidak memiliki uang:

- Tidak Ada Duit, NGECAP pun Jadi - Sedekah Ramadhan di Amerika Serikat



Fig 01- Segerakan bersedekah (credit to Rumah Zakat)

Secara agama, anda pasti sudah tahu, apa sebabnya anda “harus” atau dianjurkan untuk bersedekah.

Secara idielogi, sedekah atau donasi adalah diantara hal yang membedakan ideologi sosialis dan kapitalis.

Hanya perbandingan sederhana, ideologi sosialis menekankan peran negara dalam distribusi kesejahteraan.

Dalam sistem kapitalis yang banyak dihujat di negara kita, apakah anda tahu bahwa SEDEKAH adalah inti ajaran kapitalis?

Kemudian, secara psikologi, untuk apa kita harus sedekah?



Fig 02- Apakah jemuran di jalan?

Dalam sistem kapitalis, peran negara SANGAT kurang (minimal). Rakyat SANGAT bebas dari segi apapun.

Mau bicara presiden anak haram jadah, anak tuyul, anak apapun silahkan saja. Anda TIDAK akan ditangkap hanya karena anda bicara, apakah bicara anda menyenangkan atau menjengkelkan.

Begitu juga dalam distribusi kesejahteraan (welfare). Peran negara hampir tidak ada.



Fig 03- Kursi dan meja GRATIS

Terus apa peran negara?

Menyediakan perangkat (policy, aturan, fasilitas, infrastruktur) agar individu kaya raya. Silahkan kaya, tanpa batas.

Negara mengambil pajak, sebagai sumber APBN. Hanya sebagian kecil saja APBN dialokasikan untuk welfare rakyat (sekolah, kesehatan dan sebagainya).

Ada perangkat aturan (insentif) agar rakyat, terutama yang kaya raya “sedekah” atau menyumbang.



Fig 04- Simbol yang menyenangkan anak anak

Nah, uang sedekah atau sumbangan inilah dipakai, misalnya untuk membantu mereka mereka yang tidak masuk kategori miskin (yang miskin dibantu negara), tapi masih kesulitan.

Memberi beasiswa kepada atlit agar menang medali emas olimpiade. Menyediakan dana riset untuk kemajuan ilmu dan teknologi. Dan sebagainya.

Kembali kepertanyaan: secara psikologi, untuk apa kita harus sedekah?

Ternyata, setelah sedekah, otak anda akan mengeluarkan hormon atau senyawa kimia yang disebut endorphins dan oxytocin.

Kedua hormon ini akan menyebabkan perasaan (psycho) anda menjadi bahagia dan damai sentosa.

Itulah alasan kenapa anda harus sedekah. Menguntungkan secara psikologi. Bagaimana menurut anda?

# Posting sebelumnya:

11 comments:

  1. Iya sepertinya menguntungkan dari segala segi, psikologi, agama, sosial, dan yg lainnya.

    Sedekah sepertinya mudah, bisa sedekah dgn senyuman, tenaga, pemikiran, dan materi, pada diri sendiri, family maupun pada hewan2 dan org2 yg membutuhkan.

    Tapi mgkn sedekah dgn materi uang/harta pada org membutuhkan, bahagia dan damainya jauh lebih terasa.

    Postingan dan komentar ini sepertinya tergolong sedekah pemikiran/ilmu/ide, makanya saya habis komen diujungnya ada emoticon ketawa, karena hormon bahagia 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...😁🤣

      Thanks atas kunjungannya-
      Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

      Delete
    2. Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

      Delete
  2. Sedekah bisa saling menguatkan dalam hidup bertetangga.
    Ibaratnya kalau tidak ada uang, sedekah dari buah hasil kebun sendiri pun sudah membawa hormon bahagia. Tetanggapun makin remaket

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip....👍👍👍

      Thanks atas kunjungannya-
      Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

      Delete
    2. Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

      Delete
  3. siip deh Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks-
      Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

      Delete
    2. Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

      Delete
  4. Replies
    1. Thanks for visiting-
      Secara Psikologi - Kenapa Kita Harus Sedekah? - Psikologi 25

      Delete