Sawan Fibrosis: Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

Sunday, March 6, 2022

Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

Sekarang saya memakai teknologi cable (fiber) dari perusahaan Cox. Kecepatan internet saya adalah 157,2 Mbps (download).

Bandingkan dengan kecepatan internet Indonesia, menurut Detik (Februari, 2022) kecepatannya adalah 15 Mbps (download).



Fig 01- Starlink (credit to Redbubble)

Elon Musk menawarkan jasa internet dengan teknologi satelit, disebut dengan istilah “Starlink” atau “SpaceX Starlink.”

Pertanyaannya kemudian:

- Berapa kecepatan internetnya?
- Apa keunggulan teknologi SpaceX Starlink?
- Berapa biaya langganan perbulan?



Fig 02- Kecepatan internet komputer saya

Kecepatan internet dari perusahaan Elon Musk ternyata tergantung dari lokasi, berikut perbandingan dari dua lokasi:

- Ukraina, 136,76 Mbps (download).
- Amerika Serikat, 161,35 Mbps (download).



Fig 03- Kecepatan internet Starlink di Ukraina

Boleh dikatakan TIDAK berbeda dengan kecepatan cable (fiber) yang sekarang saya pakai.

Perbandingan biaya berlangganan antara perusaahan yang saya langganan dengan Starlink:

- perusahaan Cox (langganan saya), sekitar Rp1,1 juta
- perusahaan Elon Musk (SpaceX Starlink), sekitar Rp1,4 juta



Fig 04- Internet speed dari Starlink di USA

Jadi untuk kecepatan yang hampir sama, tapi yang saya berlangganan lebih murah, maka saya memutuskan TIDAK akan memakai teknologi internet dari Elon Musk saat ini (untuk sementara waktu).



Fig 05- Hanya ilustrasi (credit to Medium)

Namun demikian, satelit yang diorbitkan baru sekitar 2 ribu, dari rencana 12 ribu nantinya.

Diharapkan kecepatan internet milik perusahaan Elon Musk menjadi 3 kali lipat lebih atau 500 Mbps (download), setelah 12 ribu satelit berada di orbit.

Keunggulan SpaceX Starlink, diantaranya akan tetap beroperasi meskipun ada badai, tidak terpengaruh oleh bencana alam. Internet juga bisa diakses di titik manapun di muka bumi ini, apakah di hutan belantara, desa terisolir, tengah laut atau di atas gunung.

Kesimpulannya, saya akan berlangganan Starlink, kalau semua 12 ribu satelit berada di orbit dan kecepatan internet sebesar 500 Mbps (download).

# Posting sebelumnya:

22 comments:

  1. Replies
    1. Thanks to visit my blog-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
  2. Thanks for your informative sharing:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks to visit my blog-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
  3. Biayanya hanya selisih 300ribu. Dengan kecepatan 3x lipat dan tdk terpengaruh bencana alam, itu cukup sepadan.

    Tapi 12 ribu satelit itu banyak banget tuh. Di film Ben Afleck dia gak setuju, katanya satelit cuma jadi sampah di atmosfer dan menyedot sumber daya, entahlah?

    Btw bisa ditangkap dari Indonesia gak ya sinyalnya? 😅😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh ralat, bkn Ben Afleck tapi Brad Pit, yg nyari ayahnya di atmoosfer, ayahnya nyari Tuhan 🤣🤣

      Delete
    2. internet tercepat itu di Korsel, saya pernah mencicipinya keren abis...

      Delete
    3. Sepertinya starlink bisa ditangkap di Indonesia kang, tapi biayanya itu.😄

      Eh, prof Jaey mah bebas ya, duitnya unlimited.😅

      Delete
    4. @Jaey...
      angkasa terlalu luas, bahkan untuk 1 juta satelitpun...

      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
    5. @Jaey>
      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
    6. @Sofyan> Ya, Korea lebih cepat yang saya punya...
      Saya bayar harga normal, kalau harga premium, kecepatannya bisa 500MBps

      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
    7. @Agus... barangkali....
      harganya nanti turun, kalau sudah semua 12 ribu satelit berada di orbit....

      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
  4. Mantap. Tinggal milih. Beda dengan kami di pedesaan. Khususnya di tempat saya. Yang ada hanya T.... saja. Selamat pagi Mas Tanza.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, di kita serba monopoli....

      Thanks atas kunjungannya-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
  5. Di batam saya menggunakan teknologi mobile 5G kecepatan 150mbps, mungkin karena dekat Singapore. Kalau di desa asal saya sering frustasi pada saat download dan upload file besar...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mantap 150 Mbps, berarti download file 1 GB sekitar 7-10 detik doang ya, baru nyeduh kopi sudah selesai.😄

      Delete
    2. @Sofyan....
      5G memang lebih baik, daripada cable (optik) di mana mana....

      Kata Kompas, kecepatan 5G Indonesia, masih 4G....

      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
    3. @Agus...ya, sangat cepat

      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
  6. Disini kalo malam internet lelet abis, buat streaming YouTube saja kadang masih muter-muter, setelah agak lama baru lancar. Tapi kalo siang sih lancar saja.

    Kecepatan 15 Mbps itu juga tidak merata, disini sepertinya hanya 5-10 Mbps saja.

    Mahal juga ya biaya internet starlink, kalo 100 ribuan mah minat.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, mahal yang Elon Musk..... tapi, katanya akan turun.....

      perusahaan lain bersaing, ada yang sekitar 500 ribu, kecepatan hampir sama...

      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete
  7. wah klaim tahan banting terhadap cuaca buruk amatlah menggiurkan ya pak tanza satelitnya perusahaan elon musk. Kecepatannya jozzz heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.... tapi lebih mahal saat ini, mudah mudahan harganya turun nanti....

      Thanks-
      Apakah Saya Harus Memakai Teknologi Internet Elon Musk?

      Delete