Thursday, February 20, 2020

Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan

Mike Bloomberg, capres kaya raya

Dari 22 calon presiden partai demokrat, gugur satu persatu, akhirnya tersisa 6 orang. Kenapa GUGUR? Karena salah satu alasan utamanya adalah: UANG.

Seperti sebuah lingkaran, 4 hal ini saling bersinggungan: ide, debat, polling dan UANG.

Pertama, untuk jadi capres harus punya ide bagus, kemudian ide bagus tersebut dipertahankan di dalam debat.

Penampilan debat yang cemerlang, biasanya akan diikuti oleh polling (elektabilitas) yang tinggi.

Semakin tinggi elektabilitas, maka DUIT akan mengalir kencang. Kemudian UANG tersebut bisa dipakai untuk apa saja (yang berhubungan dengan kampanye tentunya).
--------------------------

Sampai detik ini, capres Mike Bloomberg, satu satunya capres yang MENOLAK sumbangan uang dari siapa saja, padahal dalam polling, beliau top 3 secara nasional:
1) Bernie Sanders
2) Joe Biden
3) Mike Bloomberg

Kenapa beliau TIDAK mau menerima uang sumbangan? Jawabnya karena Mike Bloomberg adalah seorang triliuner dengan harta kekayaan sekitar Rp 1 ribu (seribu) triliun.

Mike Bloomberg rangking 8 terkaya di Amerika Serikat.

Harta kekayannya setara dengan 6 tahun APBD pulau jawa atau 20 tahun APBD pulau Sumatra atau separuh APBN Indonesia

Apa ide cemerlang beliau sehingga di polling berada di posisi top 3? Secara garis besar ini diantaranya:

1) Pensiun
- semua pekerja: swasta maupun PNS dapat pensiun.
- uang pensiun karyawan swasta berasal dari potongan gaji + kontribusi (sumbangan perusahaan) + kontribusi negara + bunga yang diberi negara.
- uang pensiun karyawan swasta bisa lebih besar dari PNS

2) Tabungan
- semua karyawan swasta dan PNS akan punya tabungan
- uang tabungan berasal dari sekian persen gaji karyawan + sekian persen dari perusahaan + sekian persen dari negara
- tabungan bisa dipakai untuk hal hal penting misalnya mau beli mobil, beli rumah, ngirim anak studi tour ke luar negeri dsb (pengambilan uang dari tabungan harus izin pihak berwenang)

3) Bidang kesehatan
- menekan biaya obat obatan dan memotong rantai birokrasi, sehingga biaya keseluruhan kesehatan bisa ditekan.
- biaya dan pelayanan kesehatan tergantung pada pendapatan pasien.
- namun demikian, semua rakyat bisa mengakses pelayanan kesehatan, meskipun dalam kondisi miskin.

Pemilihan capres partai demokrat ini masih panjang, masih ada 3 debat sisa secara nasional, dan temu muka dengan calon pemilih di semacam balai kota yang berlangsung di setiap state (propinsi).

Di pertemuan “balai kota,” para capres akan langsung “berdebat” dengan rakyat. Petanyaan dari rakyat terkadang di luar dari dugaan, misalnya:

aku single parent, punya empat anak: Kalau aku pilih kamu jadi presiden, kemudian, anak anakku bisa jadi apa?”

sekarang gaji aku US$2 ribu, kalau kamu presiden, berapa gaji aku bisa meningkat?”

Pertanyaan pertanyaan tak terduga dan kemudian didebat bisa berlangsung berjam jam.

Begitulah proses pemilihan presiden di Amerika Serikat. Dalam proses panjang ini akan dipilih SATU orang untuk melawan Donald Trump.

Mari kita tunggu hasilnya!

15 comments:

  1. Ya ampunnn..keren bgt ya kak programnya. nyata,nggak diawang2 hehehehe...terutama program pensiun dan tabungan tu bagus bgt. jadi pemerintah nggak mikirin PNS doang huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups…..

      Thank you to visit:
      Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan
      -
      Mike Bloomberg, capres kaya raya

      Delete
    2. Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan

      Delete
  2. Menarik programnya Tanpa harus bingung dengan pendanaan politik yang terkadang ujung2nya bisa jadi kontroversi.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you to visit:
      Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan
      -
      Dari 22 calon presiden partai demokrat, gugur satu persatu, akhirnya tersisa 6 orang. Kenapa GUGUR? Karena salah satu alasan utamanya adalah: UANG.

      Delete
  3. Cikbunga singgah sini๐ŸŒน๐ŸŒน

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you to visit:
      Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan
      -
      Seperti sebuah lingkaran, 4 hal ini saling bersinggungan: ide, debat, polling dan UANG.

      Delete
  4. ngeri ya, itu sih kaya raya pke bgt. wkwkwk
    kita tunggu hasilnya akan seperti apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...dia sudah kalah

      Thank you to visit:
      Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan
      -
      Pertama, untuk jadi capres harus punya ide bagus, kemudian ide bagus tersebut dipertahankan di dalam debat.

      Delete
  5. Kalo melihat visi misi nya, sepertinya Mike Bloomberg itu calon kuat presiden dari partai Demokrat, semoga saja bisa mengalahkan petahana Donald Trump.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe.... sudah kalah dia....

      Thank you to visit:
      Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan
      -
      Penampilan debat yang cemerlang, biasanya akan diikuti oleh polling (elektabilitas) yang tinggi.

      Delete
  6. Sebentar lagi USA akan turun dan Israel yang naik jdi negara adidaya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jumlah penduduk Israel TIDAK memenuhi syarat negara adidaya, Indonesia lebih berpeluang….

      Thank you to visit:
      Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan
      -
      Semakin tinggi elektabilitas, maka DUIT akan mengalir kencang. Kemudian UANG tersebut bisa dipakai untuk apa saja (yang berhubungan dengan kampanye tentunya).

      Delete
  7. Mike Bloomberg menolak sumbangan uang karena memang udah enggak butuh kali ya. politik memang butuh dana untuk kampanye dll. makanya calon di sana banyak yang gugur salah satunya mungkin masalah dana kampanye. hal yang sama sih terjadi di sini. beberapa punya ide-ide yang kreatif tapi tidak didukung oleh dana. tapi bukan berarti yang punya dana banyak itu enggak berkualitas juga sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. siip….

      Thank you to visit:
      Pilpres USA 2020 - TIDAK Butuh UANG Sumbangan
      -
      Sampai detik ini, capres Mike Bloomberg, satu satunya capres yang MENOLAK sumbangan uang dari siapa saja, padahal dalam polling, beliau top 3 secara nasional:
      1) Bernie Sanders
      2) Joe Biden
      3) Mike Bloomberg

      Delete