Sunday, January 13, 2019

Pilpres 2019: Prabowo Tampil Ragu Ragu Ketika Debat

Debat Capres-Cawapres 2019, credit to Republika

Kilas balik debat capres 2014, menurut saya, secara keseluruhan Prabowo tampil “ragu ragu” dalam menyampaikan argument: cenderung mengambang dan tanpa sumber.

Hanya sebagai contoh, ketika menyebut kata “bocor,” Prabowo tidak menerangkan secara singkat makna kata itu, dan dari mana sumbernya?

Padahal sumbernya jelas dari begawan ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo. “Bocor” menurut beliau adalah dana yang berkurang, hanya sebagian saja benar benar sampai ke tangan pemborong atau diimplementasikan di lapangan.

Kebocoran terjadi oleh beberapa sebab: komisi pejabat, dana konsultasi, dana untuk pengawasan, dana administrasi dan sebagainya. Tentu saja korupsi termasuk kategori kebocoran.

Kebocoran 30% terjadi pada proyek proyek yang didanai oleh bank dunia. Sumber dana lokal, silahkan ditanya ke pemborong. Paling paling yang sampai ke tangan mereka 55%. Bocornya 45%.

Soal bocor ini, pernah menjadi berita hangat tahun 1990-an awal. Prof. Sumitro sempat dipanggil Presiden Suharto. Ketika ditanya wartawan, apakah beliau “dimarahi” presiden, beliau menjawab dengan humor:”loh...sayakan besannya.”

Tentu saja konteks “bocor” di era presiden Suharto dan debat capres 2014 berbeda. Tapi sebab musabab bocor tetap sama. Masa sih dana pembangunan diemplementasikan 100% di lapangan? Tanpa bocor?

Seandainya, kemudian Prabowo mengkaitkan jumlah orang miskin di Solo ketika Jokowi menjadi walikota dengan menyebut sumber datanya (bukan hoaks). Adalah bukti bahwa:
1. Dana pembangunan “tidak memadai” untuk menekan jumlah orang miskin. Selain tidak mencukupi, bisa juga karena ada kebocoran. Apakah Jokowi menerima 100% dana pembangunan dari yang diusulkan?

2. Cara tidak bermoralnya walikota Solo “mengutak atik” data kemiskinan, agar bisa mengajukan penaingkatan dana APBD.

Sekali lagi, kalau saja, Prabowo belajar cara cara “mengeksekusi” lawan debat dari Rocky Gerung dan Fahri Hamzah, serta bahkan dari Ruhut Sitompul, maka Jokowi akan kalah telak dalam debat capres 2014 lalu.

Sekarang, 2019, banyak sekali data data yang “melawan” Jokowi, diantaranya: Esemka hanya isapan jempol; pertumbuhan tidak 7%; mangkraknya proyek jalan tol; hutang membumbung; impor yang “membunuh” petani dan sebagainya. Semoga menjadi topik debat yang diangkat ke permukaan.

Jika Jokowi berkelit, seperti tahun 2014 bahwa banjir di Jakarta akan beres dengan beliau menjadi presiden. Kemudian beliau berkelit, semuanya akan beres kalau dia memegang jabatan dua periode. Maka, segera eksekusi beliau di forum debat tanpa ampun. Jangan biarkan orang seperti ini “berbohong” di depan publik.

Jangan pernah dibiarkan, calon presiden berbicara sesuka hati di depan ratusan juta rakyat Indonesia. Jangan pernah dibiarkan, calon presiden "gombal" di depan rakyat!

Terakhir, debat pertama pilpres 2019, tanggal 17 Januari, topiknya: Hukum, HAM, korupsi dan terorisme. Hampir pasti, HAM era Suharto akan diungkit ungkit. Petanyaannya, apakah HAM di era Jokowi lebih baik? Semoga segera dibandingkan !

2 comments:

  1. Replies
    1. Thank you:
      Pilpres 2019: Prabowo Tampil Ragu Ragu Ketika Debat
      -
      Debat Capres-Cawapres 2019, credit to Republika

      Delete