Wednesday, April 10, 2019

Pilpres 2019 - Putra Daerah Tak Berguna, Rakyat Solo MELAWAN

Perbandingan Kampanye Jokowi di TANAH Kelahirannya
dan Kampanye Prabowo di TANAH Entah Siapa.

Tak ada angin, tak ada badai (silahkan baca Detik, tanggal 19 Maret 2019), Jokowi bilang ke petani:”Jangan bayangkan swasembada.” Sekarang Jokowi nuduh karena INFRASTRUKTUR, maka kita TIDAK swasembada.

Kayak serial film horor yang berjudul “banjir” : Banjir Solo bisa diatasi Kalau jadi gubernur, banjir Jakarta bisa diatasi kalau jadi presiden. Padahal ujung ujungnya DUIT dan KEKUASAAN.

Banjir datang silih berganti: di Solo, di Jakarta, dan daerah daerah Indonesia yang sebelumnya tak terdengar banjir, eh, malah BANJIR di era Jokowi.

Mahluk apa ya orang yang bernama Jokowi ini? Padahal KPK sudah mengendus minimal ada 14 proyek infrastruktur yang digerogoti MALING. Tahun ini saja!!
----------------------------------------------------------------------------

Jauh jauh hari, salah seorang tim BPN Prabowo-Sandi, yaitu Ferdinand Hutahaean sudah wanti wanti bahwa pembangunan infrastruktur era Jokowi adalah bagi bagi proyek.

Kalau saya terjemahkan dengan bahasa “halus,” proyek infrastruktur yang kebut kebutan itu cuma untuk menelorkan MALING.

Toh, hasilnya cuma jalan tol yang banjir. Jalan tol yang tak bisa dilalui karena mahal bayarnya. Jalan tol yang menurut bank dunia: Tak bermutu alias tak berkualitas!
----------------------------------------------------------------

Balik ke soal swasembada! Terus, apa hubungannya dengan SOLO dan wong Solo?

Saya coba coba lihat data statistik kota SOLO, luar BIASA faktanya: selama Jokowi jadi walikota bahwa baik jumlah PETANI dan luas lahan pertanian di Solo MENURUN sekitar 5,4%. Pada tahun 2013, ada sekitar 1.900 keluarga petani dengan luas lahan 10 hektar.

Artinya apa? 10 hektar untuk menghidupi 1900 keluarga? Luar BIASA miskinnya.

Pantasan ada petani SOLO yang menangis ketika bicara harga pupuk yang MAHAL. Apa hasilnya? Di-bully habis habisan oleh pendukung, penjilat dan penyembah Jokowi
---------------------------------------------------------------------------

Jika petani yang LUAR BIASA miskinnya itu dibully, bagaimana dengan wong cilik lainnya?

MEREKA melawan, ketika kampanye akbar Jokowi dan nyonya besar serta putri mahligainya berlangsung di SOLO. Sepi pengunjung! Padahal disediakan nasi bungkus loh (mungkin lauknya RENDANG)

Mereka beranggapan, Tidak BERGUNA atau bahasa Melayu-nya TAK GUNE, Menyampah saja punya PUTRA daerah, tapi bisanya cuma mem-bully !!
-------------------------------------------------------------------

Rakyat Solo saja MELAWAN!

Masa sih anda dengan SOMBONGnya menjadi pendukung, penjilat dan PENYEMBAH Jokowi?
--------------------------------------------------------------------

# To Facebook and Blogger Admins:
Jokowi is a Corrupt, dictator and Manipulator president !
This is my civic duty to express opinions…. My absolutely rights and protected by law.

2 comments:

  1. ehmmm…

    Pilpres 2019: Putra Daerah Tak Berguna, Rakyat Solo MELAWAN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks:
      Pilpres 2019 - Putra Daerah Tak Berguna, Rakyat Solo MELAWAN
      -
      Perbandingan Kampanye Jokowi di TANAH Kelahirannya
      dan Kampanye Prabowo di TANAH Entah Siapa.

      Delete