Sawan Fibrosis

Saturday, November 6, 2021

Kenapa Jerman Lebih Bahagia Dibanding Amerika Serikat?

Fig 01- Mercedes Benz, AMG G 63, tahun 2021

Ada 7 (tujuh) negara industri maju di dunia ini, Amerika Serikat tidak hanya terbesar dari segi jumlah penduduk dan luas, tetapi juga terbesar dari segi kekuatan ekonomi.

Urutan pendapatan perkapita (income perkapita) nominal adalah sebagai berikut (berdasarkan rangking):

1. Amerika Serikat, US$66.000.,
2. Jerman, US$52.000.-
3. Canada, US$46.000.-
4. Perancis, US$45.000.-
5. Inggris, US$42.000.-
6. Jepang, US$41.000.-
7. Italia, US$35.000.-

Dengan pendapatan tertinggi, tidak otomatis menjadikan rakyat Amerika Serikat paling bahagia.

Kenapa?


Fig 02- Parkir mobil, masih kelihatan sepi

Ranking kebahagiaan (happiness) diantara 7 negara industri yang ditetapkan oleh PBB (United Nations) tahun 2021:

- Jerman, rangking 13
- Canada, rangking 14
- Inggris, rangking 17
- Amerika Serikat, rangking 19
- Perancis, rangking, 21
- Italia, rangking 28
- Jepang, rangking 55


Fig 03- Jerami, dijual di pasar petani.

Jerman ranking 1 diantara negara industri, dan ranking 13 di dunia. Sementara itu Amerika hanya ranking 4 diantara negara industri dan rangking 19 dunia.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor diantaranya pendidikan dan biaya berobat gratis di Jerman.

Dengan hidup sehat dan pendidikan memadai, otomatis bisa bekerja kuat dengan gaji lumayan besar. Dan bisa menikmatinya dengan riang gembira.

Negara untung, karena akan mendapatkan pajak dari warganya. (Pajak pendapatan di Jerman lebih besar dibanding Amerika Serikat).

Itulah penyebab utama kenapa rakyat Jerman lebih bahagia dibanding Amerika Serikat. Jadi, semata mata pendapatan besar bukan penentu utama untuk hidup bahagia!

# Posting sebelumnya

Indonesia – Nomor Dua di Dunia Kematian Karena Gigitan Ular – Bagian 2

Ular hitam diantara daun daun di belakang rumah

Sebelum membaca, sebaiknya simak posting sebelumnya (Bagian 1):

Pertanyaan mendasar, kenapa top 5 negara yang paling banyak digigit ular dan gigitan itu menyebabkan kematian adalah negara negara berkembang?

Lebih parah lagi adalah kenapa Indonesia berada di posisi kedua?

Jawaban sederhananya adalah:

- Sebagai negara berkembang, penduduknya tidak begitu peduli dengan keselamatan diri.

- Melakukan aktifitas, termasuk mencari sumber penghidupan di tempat tempat yang berbahaya.

- Fasilitas kesehatan memang sangat kurang. Hanya menumpuk di kota kota besar.

Di negara kita, Indonesia yang memiliki lebih dari 15 ribu pulau, bahkan banyak pulau tidak pernah dikunjungi oleh seorang dokter sama sekali.


Pohon tumbang, hanya ilustrasi.

Paling krusial adalah ketersediaan obat penawar racun ular berbisa (anti venom drugs) untuk menetralisir bisa ular.

Mengejutkan!

Ternyata obat penawar gigitan ular berbisa BELUM ada di Indonesia (silahkan baca detikNews edisi 15 Februari 2020).

Jadi, selama ini hanya dipakai suntikan anti biotik dan anti tetanus!

# Posting sebelumnya:

Thursday, November 4, 2021

Halloween di Sekitar Perumahan Amerika Serikat

Fib 01- Mobil mobilan Halloween

Paling tidak, sudah dua posting saya tentang halloween, satu tulisan tentang jasa dekorasi yang mencapai angka Rp14 juta dan tulisan kedua tentang suasana perayaan di neighborhood.

Bisa disimak kembali dua posting tersebut:

Sekarang, sebenarnya Halloween tidak lagi berhubungan dengan “tradisi” sebelum orang Eropa punya agama, tetapi lebih kepada industri.

Ya, aktifitas untuk cari uang dan acara happy untuk anak anak, terutama di neighborhood kami.

Petani untung karena labu hasil panennya laku. Remaja berlatih kemahirannya “memahat” (mendekorasi) labu menjadi berbagai bentuk mahluk mahluk aneh, termasuk wajah hantu.

Remaja remaja ini juga menawarkan jasa dekorasi kepada para tetangga.

Terus, apa hubungannya dengan anak anak kecil?


Fig 02- Labu labu yang diberi hiasan


Fig 03- Tengkorak di sudut rumah


Fig 04- Anak anak dengan pakaian alien


Fig 05- Kucing tetangga, dicuri di malam Halloween


Fig 06- Halaman salah satu rumah di neighborhood


Fig 07- Pintu salah satu rumah penduduk

Anak kecil paling happy, berjalan dalam satu rombongan, dari satu rumah ke rumah lainnya mengumpulkan permen, coklat atau kue.

Sekaligus acara anak anak mengenal lingkungan dan memahami para tetangga.

Sayangnya, tahun ini kurang meriah, karena barusan kena musibah badai “hurricane Ida.”

Tidak banyak tetangga yang menghias rumahnya dengan tema Halloween.

Disamping itu, kriminal meningkat tajam akhir akhir ini, jadi pada “malas” keluar rumah dan lihat lihat dekorasi Halloween.

# Posting sebelumnya:

Monday, November 1, 2021

Matinya Ikan di Danau Saat Musim Gugur

Fig 01- Ikan mati di danau

Jalan pagi kali ini mengitari perumahan yang ada “danau” kecil. Jalan terpaksa dihentikan karena melihat ikan ikan mengapung, mati di pinggir danau.

Jumlahnya barangkali seratusan di seluruh permukaan. Baunya mulai tercium menyengat.

Kenapa ikan ikan tersebut mati?

Pertanyaan sederhana, dan jawabannya juga simpel, yaitu terjadi perubahan suhu!

Bagaimana mekanismenya?

Saat ini sudah masuk ke musim gugur (Autumn atau Fall). Suhu mulai dingin, bisa sekitar 10 derjat Celsius di malam sampai pagi hari (subuh), di lokasi perumahan kami tentunya.

Permukaan danau akan terimbas, segera mengalami pendinginan. Tetapi, suhu di dasar danau masih hangat.

Terus?


Fig 02- Ikan mati di atas rumput


Fig 03- Ikan mati di salah satu sudut danau


Fig 04- Terlihat ikan mati mengapung


Fig 05- Sisi danau dekat jalan

Untuk menyesuaikan suhu air di permukaan danau yang mulai mendingin, maka air di dasar danau akan naik ke atas.

Sehingga terjadi percampuran (mixing) antara air permukaan dan air dari dasar danau.

Gerakan air dari dasar danau ini membawa gas sulfur dan methane dalam jumlah besar.

Gas inilah yang bisa membunuh ikan ikan di danau.

Cara mencegahnya?

Masukkan aerator atau kincir ke dalam kolam, sehingga kosentrasi oksigen meningkat, dan ikan bisa selamat.

# Posting sebelumnya:

Friday, October 29, 2021

Di Amerika Serikat – Rebutan Masuk Rumah Sakit Jiwa - Psikologi 10

Salah satu rumah sakit jiwa di Amerika

Beberapa waktu lalu, kami melakukan riset (internal report, tidak dipublikasikan ke publik) untuk mengetahui:

- cost perawatan pasien sakit jiwa
- sebab memilih rumah sakit untuk perawatan jiwa.

Hasilnya?”

Ada beberapa kejutan.

Apaan?”

Pertama, ternyata biaya berobat sakit jiwa itu sangat mahal. Ada obat yang harganya Rp15 juta per item.

Luar biasa mahal untuk orang sakit jiwa.

Terus, kenapa rebutan masuk rumah sakit jiwa?”

Dari segi kesanggupan membayar (ekonomi), ada 3 kategori pasien sakit jiwa:

- pasien mampu (bayar sendiri)
- pasien kurang mampu (bayar 50%)
- pasien miskin (tidak bayar alias gratis)


Langit gelap, hanya ilustrasi

Karena ada beribu ribu orang sakit jiwa di luar sana, sementara fasilitas atau daya tampung yang tersedia sangat terbatas, maka untuk bisa dirawat di RSJ harus antri. Kasarnya rebutan.

Bagaimana cara mengatasi agar setiap orang diperlakukan adil?

Calon pasien memohon ke pengadilan. Kemudian dilakukan sidang. Si pasien yang kaya, pakai pengacara tentunya.

Setelah mendengar argumentasi dari pihak pasien (biasanya keluarga pasien) dan pengacara pasien, maka pengadilan akan memutuskan:


1) Kapan si pasien masuk rumah sakit jiwa.
2) Lamanya pasien dirawat di rumah sakit jiwa, maksimum 20 hari
3) Biaya yang harus ditanggung pasien (100%, 50% atau gratis).

Bagaimana menurut anda?

# Ada juga sih fasilitas yang khusus melayani pasien bayar penuh (100% bayar sendiri)

- rate per malam lebih mahal dari hotel
- biaya obat bisa dua kali lipat

## Posting yang lalu:

Wednesday, October 27, 2021

Indonesia Punya Ikan Hias - Singapura Dapat Untung Rp672 Milyar Per Tahun

Ikan hias air tawar dari negara tropis.

Bisnis ekspor impor ikan hias melibatkan uang triliunan rupiah, anehnya negara kita Indonesia bukan pemain utama, meskipun sebagai produsen besar di level dunia.

Top 5 besar importir didominasi Amerika Serikat dan Eropa, sedangkang eksportir dunia adalah negara Asia.

5 besar importir ikan hias dunia adalah sebagai berikut:

1. Amerika Serikat dengan nilai US$42. 9 juta.
2. United Kingdom (UK) dengan nilai US$29.5 juta.
3. Jerman dengan nilai US$23.4 juta
4. Singapura dengan nilai US$21.3 juta
5. Jepang mengimpor ikan senilai US$19.5 juta.

Paling unik adalah Singapura, angka impornya sangat kecil (US$21,3 juta), sedangkan ekspornya sebesar US$69.32.

Jika dirupiahkan selisihnya sebesar Rp672 Milyar

Artinya?


Hanya ilustrasi saja.

Singapura untung besar!

Kenapa bisa?

Daftar 5 negara ekportir ikan hias dunia adalah sebagai berikut:

1.Singapura memiliki nilai ekspor sebesar US$69.32 juta.
2. Jepang dengan nilai US$41.34 juta.
3. Czech Republic dengan nilai US$32.0 juta
4. Thailand punya nilai ekspor sebesar US$23.31 juta
5. Malaysia dengan nilai US$22.62 juta.

Dari data terlihat jelas, bahwa Singapura “mengekspor” kembali ikan hias yang dia impor. Dari mana ikan hias yang diimpor tersebut?

Dari mana lagi kalau bukan dari kita (Riau dan Kepri). Selesih keuntungan ini sekitar Rp672 Milyar.

Itu baru dari ikan hias. Untuk berbagai jenis ikan lain, Singapura untung triliunan rupiah. Kita buntung, Singapura untung!

# Posting sebelumnya:

Monday, October 25, 2021

Apakah Timur Tengah Lebih Bahagia Dibanding Timur Jauh?

Fig 01- Hanya ilustrasi saja

Hanya sekedar iseng, kita bandingkan “index happiness” antara Timur Tengah dan Timur Jauh. “Index kebahagian” ini dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setiap tahun.

Negara negara dibawah ini, kita kategorikan saja sebagai negara Timur Jauh:

- Taiwan
- Jepang
- Korea Selatan
- Cina

Dan kita ambil 4 negara Timur Tengah sebagai pembanding:

- Bahrain
- United Emirat Arab
- Arab Saudi
- Kuwait

Mana yang lebih bahagia: Timur Tengah atau Timur Jauh?


Fig 02- Es krim, kreasi istri, hanya ilustrasi

Ranking negara bahagia di Timur Tengah dan Timur Jauh untuk tahun 2021, berdasarkan urutan paling bahagia (happiness) ke paling sedih.

Urutan berdasarkan ranking di dunia adalah sebagai berikut:

- Bahrain, ranking 22
- Taiwan, ranking 24
- United Emirat Arab, ranking 25
- Arab Saudi, ranking 26
- Kuwait, ranking 46
- Jepang, ranking 55
- Korea Selatan, ranking 61
- Cina, ranking 82


Fig 03- Hanya ilustrasi saja.

Ternyata 4 negara di Timur Tengah, kalau dirata ratakan, jauh lebih bahagia dibandingkan dengan 4 negara Timur Jauh.

Bahkan, orang Bahrain, United Emirat Arab dan Arab Saudi lebih bahagia daripada negara negara Eropa seperti:

- Spanyol, ranking 27
- Italia, ranking 28
- Slovania, 29

Bagaimana menurut anda tentang fakta ini?