Sawan Fibrosis

Saturday, March 20, 2021

Penolakan Impor Beras Semakin Nyaring! Dimana Gibran? Sedang Ghosting?

Gubernur Jateng dan Walikota Solo (credit to Inews Jateng)

Di berita berita “mainstream,” dapat kita simak “koor” penolakan impor beras dari berbagai kalangan, mulai dari petani, pejabat, pemda dan bahkan mantan pejabat.

Jika kita bagi para penolak impor beras ini, bisa kita golongkan kedalam kategori besar yaitu formal dan informal.

Dari kategori formal, berdasarkan hasil bacaan sepintas (maaf, jika ada yang tidak lengkap):

1) Pejabat daerah

- gubernur Jateng dan gubernur Jabar
- bupati Blora

2) Pejabat pusat

- Direktur Utama Bulog, Budi Wasesa

3) Mantan Pejabat

- Susi Pudjiastuti, mantan menteri perikanan dan kelautan

4) Partai politik

- seperti biasa adalah PKS

Netizen, dari golongan informal, memainkan jari jemarinya di media sosial sangat keras menolak impor beras.

Selanjutnya, PKS punya nostalgia indah dengan sektor pertanian, karena menteri pertanian era presiden SBY. Anton Apriantono berasal dari partai ini. Indonesia sempat swasembada pangan saat itu.

Jabar juga pernah menjadi lumbung beras, ketika gubernurnya dijabat oleh Ahmad Heryawan (Aher) dari PKS.

Anehnya, partai politik, tokoh masyarakat dan bahkan ulama yang “ngaku ngaku” berjasa ketika presiden Jokowi membatalkan perpres Miras, sekarang “sembunyi” di mana?

Apakah akan kembali “ngaku ngaku” berjasa jika presiden Jokowi sudah “membatalkan” atau paling tidak “mengurangi” impor beras?

Dan lebih menarik lagi, walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka kok diam?

Apakah sedang “ghosting?”

Apakah Solo bukan Jawa Tengah?

Ditunggu loh suaranya dari para petani Jawa Tengah.

Friday, March 19, 2021

Vaksin Covid 19 Untuk Warga Indonesia di Amerika Serikat

Vaksinasi Untuk Warga Indonesia di Amerika

Warga negara Amerika Serikat baru sekitar 38% yang divaksin untuk mencegah penularan virus Covid 19.

Namun demikian, warga Indonesia mendapat kesempatan luas untuk divaksinasi. Tersedia tempat tempat khusus untuk warga Indonesia.

Mereka yang dimaksud dengan warga Indonesia ini adalah sebagai berikut:

- para professional atau mereka yang bekerja di Amerika

- generasi kedua (anak anak Indonesia yang lahir di Amerika)

- warga Indonesia yang menikah dengan warga negara Amerika Serikat

- Mahasiswa atau pelajar Indonesia di Amerika


Berapa jumlah orang Indonesia di Amerika Serikat?

----------------------------

Tidak ada data yang pasti, karena tidak semua warga melaporkan diri ke keduataan atau Konsul Indonesia.

Tapi, beberapa media “mengestimasi” paling sedikit jumlah orang Indonesia di negeri paman Sam adalah 500 ribu jiwa.

Ada pula yang memperikirakan tak kurang dari 2 juta jiwa. 


Upacara HUT Kemerdekaan RI di Amerika (credit to KJRI Houston)

Tersebar di 50 states Amerika, dari Alaska sampai ke Hawaii, dari New York sampai ke Florida. Utara ke Selatan, dan dari Barat ke Timur.

Diantara states yang banyak orang Indonesianya barangkali bisa anda tebak. Jawaban anda mungkin benar. Ini dia:

- California

- New York

- Florida

- Texas


Untuk generasi kedua, yaitu mereka yang lahir di Amerika atau datangnya saat SD, sekarang, punya karir hampir di semua bidang:

- ASN

- Militer

- Polisi

- professional (dokter, lawyer, akuntan, bankir, guru, politisi dsb)

- pengusaha (besar, menengah, kecil).

- dosen, ilmuwan, tutor


Tak beda dengan rekan rekannya di tanah air dan dengan warga negara Amerika Serikat lainnya!!

Tuesday, March 16, 2021

Pada Sebuah Wabah Penyakit – Cerpen 3 – bagian 6

Fig 01- Bendera Amerika, hanya ilustrasi

Sebelum membaca bagian 6, ini bagian 1, 2, 3, 4 dan 5:

- Pada Sebuah Wabah Penyakit – Cerpen 3 – bagian 1.

- Pada Sebuah Wabah Penyakit – Cerpen 3 – bagian 2.

- Pada Sebuah Wabah Penyakit – Cerpen 3 – bagian 5.


“Pikirkan, Forry! Pikirkan tentang orang tua yang aku ajak bicara sebelumnya. Katanya setiap dua bulan, sebelum dia diizinkan untuk kembali mendonasi darahnya, dia merasa tidak nyaman menunggu hari H.”

Aku kembali termenung kosong. “Dan engkau mengatakan bahwa setiap dia memberikan darahnya, dia sesungguhnya menyenangkan parasit, menyediakan vektor pada inang inang baru...”

Inang inang baru adalah mereka yang selamat setelah dioperasi, karena rumah sakit menyediakan darah segar untuk mereka. Semuanya karena orang tua yang baik hati. Ya, mereka semuanya terinfeksi oleh virus yang tak penting, bukan virus ganas seperti AIDS dan flu. Virus itu bahkan mungkin menjalin hubungan komensalisme dengan inang barunya – bahkan menyerang … ”


Fig 02- Langit biru, hanya ilustrasi.

Dia menatapku, dan kemudian melambai lambaikan tangan. “Baiklah, aku tahu. Tapi coba pikirkan! Karena tidak ada gejala, tak seorangpun pernah mengamati virus ini sampai sekarang.”

Dia telah mengisolasi virus itu, aku tersadar. Dan, secara instant mengetahui apa makna semua ini, untuk karirku, secara licik bersiasat agar namaku masuk dalam karya ilmiah yang akan dipublikasinya. Aku telah kehilangan jejak atas kata katanya.


Fig 03- Es beku di atas sampah.

“ … dan sekarang, kita ke bagian yang menarik. Lihat secara normal, Tory akan berpikir bagaimana dia akan ke bank darah seperti yang dilakukan selama ini?”

Um,” Aku menggeleng. “Pesona? Hypnotis?”

Omong kosong!” Kata Les. “Bukan begitu caranya. Kita cenderung melakukan sesuatu tanpa mengetahui apa alasannya. Kita ngaku salah, kemudian memperbaiki! Jika tidak punya alasan jelas, kemudian kita ciptakan alasan untuk itu. Ego adalah hal yang sangat dominan, sahabatku.”

Hey, begitu yang kupikir. Jangan ajarkan nenekmu menghisap telur.

Kepuasan diri,” Kataku nyaring. “Mereka ke bank darah secara rutin. Karena mereka orang baik…Kemudian mereka bangga. Mereka membual tentang itu”

Kau akhirnya mengerti,” Kata les. “Dan karena mereka bangga, bahkan munafik tentang kemurahan hati, mereka cenderung terbawa bawa ke bagian lain dari kehidupan!”


Aku berbisik kagum penuh keheningan. “Seekor virus altruisme! Tuhan, Les, kapan kita umumkan hal ini ….”

Aku berhenti ketika melihat kening Les mengkerut barangkali karena aku menggunakan kata “kita.” Aku semestinya lebih faham bahwa Les sulit untuk berbagi hal apapun.

Tidak, Forry. Kita belum akan mempublikasikan temuan ini.”

Aku menggeleng. “Kenapa tidak! Ini hal besar, Les! Sebuah bukti yang selalu engkau katakan, tentang simbiosis virus dengan manusia. Bahkan lebih dari itu!”

Aku berteriak akhirnya. Tapi, Les bahkan tidak mendengarnya. Sialan. Les, tidak semata mata tertarik dengan hadiah dari Stockholm (hadiah Nobel). Tapi dia adalah orang yang suka memuaskan diri dengan caranya sendiri.

Disitulah kekeliruannya!


# Bersambung.

Diterjemahkan dan dimodifikasi dari judul asli: The Giving Plague oleh David Brin

Cerpen ini adalah pemenang kedua "Hugo Award."

Saturday, March 13, 2021

Vaksin Covid 19 Semprot Melalui Hidung Untuk yang Takut Suntik

Fig 01- Vaksin Covid 19 metode semprot (spray), credit to thenewsstand.

Takut disuntik vaksin Covid 19?

Takut JARUM suntik?

Ketakutan terhadap jarum suntik, memang banyak terjadi di negara negara berkembang.

Ada banyak alasan, diantaranya “multi” pemakaian jarum, sehingga sangat “tumpul” pada orang yang dapat giliran terakhir. Dan tentu saja sangat sakit.

Ilmuwan menjawab hal ini dengan mengembangkan vaksin Covid 19 tanpa suntikan. Dengan semprotan langsung ke hidung, sehingga rasa sakit jarum suntik hilang serta merta.

Negara negara yang terlibat dalam pengembangan vaksin semprot:

- USA

- Finland

- UK

- India

- China


Fig 02- Bunga cherry, hanya ilustrasi

Negara Finlandia berada di garis depan. Ilmuwan salah satu negara Skandinavia ini telah berhasil dan uji laboratorium dengan menggunakan hewan sebagai model.


Fig 03- Pohon yang rantingnya ditutupi es, hanya ilustrasi.

Uji klinik terhadap manusia akan segera dilaksanakan beberapa minggu depan oleh Rokote Laboratories Finland Ltd (SciTech Daily, MARCH 8, 2021).

Selain tidak memakai jarum suntik, vaksin semprot ini memiliki beberapa keunggulan:

- lebih efektif mengontrol transmisi corona virus.

- mengenai sasaran virus covid 19 yang menginfeksi “membrane” mukosa.

- menstimulus system kekebalan untuk memproduksi protein khusus dalam darah dan hidung untuk menyerang corona virus.

- lebih murah

- tidak membutuhkan freezer atau kulkas untuk menyimpan vaksin.

- mudah untuk didistribusikan


Amerika juga berhasil mengembangkan vaksin metoda semprot, dan sekarang dalam tahap uji coba klinik pada manusia.

Vaksin sedang diuji coba pada 180 individu yang berusia antara 18 tahun sampai 55 tahun. Hasilnya akan segera diketahui.

Sebenarnya, banyak vaksin sudah memakai metode semprot atau tetes, diantaranya vaksin flu yang ada di Inggris dan Amerika Serikat.

Vaksin semprot ke hidung ini pertama untuk melawan virus covid 19. Semoga pandemi segera berakhir di dunia.

# Tulisan dalam bahasa Inggris:

- Advantages of Nasal Spray Vaccine for Covid 19 Virus - Science and Technology 7.

Thursday, March 11, 2021

Belanja di Pasar Hari Selasa di Amerika

Suasana pasar Selasa

Ada banyak jenis pasar di seputaran rumah kami, diantaranya pasar petani. Pasar petani ini, ada yang buka reguler, artinya tiap hari, dari Senin ke Senin.

Ada pula yang sekali seminggu. Dua pasar yang buka sekali seminggu di dekat rumah. Kami paling suka yang hari Selasa, karena bukanya pagi pagi sekali, dan tutupnya siang hari.

Ya, waktu bukanya sekitar 6 jam saja.

Bedanya dengan pasar petani lain, keistimewaan pasar hari Selasa ini:

- tenda jualan disediakan oleh pemerintah kota

- gratis baik sewa tenda dan waktu jualan. Biaya hanya beberapa dolar untuk kebersihan

- hanya petani yang boleh jualan, bukan pedagang.

- petani hanya menjual hasil pertaniannya sendiri. Jadi sangat fresh.

- tidak ada pajak jual beli, sehingga petani dan pembeli sama sama untung.


Pasar hari Selasa ini hanya buka sepanjang musim semi (bunga) dan panas. Karena memang, hasil pertanian itu mulai ada di penghujung musim semi dan selama musim panas.


Madu hutan, dan jeruk untuk dicipi sebelum dibeli

Apa produk pertanian yang menjadi favorit kami?

Diantaranya adalah sebagai berikut:

- madu hutan

- jeruk

- strawberry dan blackberry

- kentang

- paprika

- broccoli

- bayam

- cabe

- tomato

- telur ayam buras


Mungkin, jika waktu tertentu petaninya kelebihan produksi, satu keranjang aneka sayur harganya cuma satu dolar (Rp14 ribu).

Murah meriah!

Tuesday, March 9, 2021

Breaking News – Vaksin Covid 19 Inggris Masuk Indonesia

Kasus positif Covid 19 yang terus menurun di Indonesia

Pada tanggal 12 Desember 2020, tahun lalu, saya menulis status sebagai berikut, saya kutip:

Indonesia akhirnya memesan vaksin buatan Inggris, AstraZeneca – Oxford.

Apa kelebihannya?

- Harganya sangat murah, di kisaran US$ 3 sampai US$ 8 (Rp45 ribu sampai Rp120 ribu)

- Distribusinya bisa pakai teknologi sederhana seperti "ice box", dan bisa disimpan di kulkas biasa, sehingga sangat cocok dengan Kondisi negara berkembang seperti Indonesia.


Kemudian, pesanan ini, sebanyak 1,1 juta dosis telah tiba kemaren, tepatnya pada tanggal 8 Maret 2021 (silahkan baca Tempo dan CNNi).

Fakta ini menyiratkan dua hal:

- presiden Jokowi memang “serius” menangani pandemi Covid 19

- rakyat Indonesia punya pilihan vaksin Covid 19, selain Sinovac.


Untuk saya pribadi bahwa sumber informasi yang saya dapat selalu BENAR.

Terus, apa yang TIDAK serius?


Vaksin asal Inggris (credit to Time Magazine)

Tidak “serius” adalah soal distribusi Bansos. Selain tidak merata, diembat pula di sana sini:

Bisakah Orang MISKIN Dijebloskan Ke Penjara?

Apakah Ada Uang Stimulus untuk Rakyat di Afrika?


Disamping murah, AstraZeneca – Oxford lebih efektif dibandingkan dengan Sinovac buatan China.

Harga vaksin Sinovac, China kisarannya US$ 15 (Rp225 ribu) sampai US$ 20 (Rp 300 ribu) di pasar internasional.

Meskipun demikian, vaksin Sinovac punya efek yang baik. Terjadi penurunan kasus positif Covid 19 di Indonesia:

- puncak kasus sebanyak 14.518 kasus positif pada 30 Januari 2021

- turun drastis, hanya 6.894 kasus positif pada 8 Maret 2021.


Dengan tambahan 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca – Oxford ini, semoga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap vaksin meningkat, sehingga vaksinasi berlangsung lebih cepat!

Sunday, March 7, 2021

Kota Paris di Mata Pelukis Vincent Van Gogh

Salah satu jalan di Paris, lukisan Van Gogh (1887)

Tahukah anda bahwa pelukis Belanda, Vincent Van Gogh pernah bermukim di Perancis dan juga meninggal dunia di negara itu?

Ini diantara kota atau daerah yang pernah ditempati sang pelukis selama di Perancis:

- Auvers-sur-Oise

- Saint- Remy- de- Provence

- Arles

- Paris

Hidup di kota Paris sangat penting untuk seorang Van Gogh, karena banyak karya karya monumental lahir di kota tersebut.

Periode dua tahun bermukim di Paris, dari bulan Maret 1886 sampai Februari 1888, sang legendaris menghasilkan 224 lukisan.

Barangkali anda bertanya tanya, kenapa TIDAK ada lukisan menara Eiffel dari sang maestro?


Luar kota Paris, dilukis oleh Van Gogh (1886).

Beberapa karya lukisan selama dua tahun di ibukota Perancis:

- Street in Montmartre, 1887

- Outskirt of Paris, 1886

- Vase with flowers, 1886

- View of Paris from near Montmartre, 1886

- View of the roof of Paris, 1886.

Sekarang agak “rame”, karena karyanya yaitu “salah satu jalan di kota Paris (Street in Montmartre” Tidak diperlihatkan ke publik sejak tahun 1920, lebih 100 tahun.

Kemudian lukisan ini (lukisan paling atas di posting ini), dipertontonkan di 3 kota besar Eropa:

- London

- Amsterdam

- Paris

Untuk menjawab pertanyaan kenapa TIDAK ada lukisan Van Gogh tentang menara Eiffel? Fakta fakta dibawah bisa menjawab pertanyaan ini:

- Van Gogh menetap di kota Paris dari bulan Maret 1886 sampai Februari 1888

- Sementara menara Eiffel mulai dibangun tahun 1887, dan selesai tahun 1889


Terakhir, apakah anda menyukai lukisan Van Gogh? Mengapa?