Sawan Fibrosis

Thursday, March 28, 2019

Pilpres 2019 - OK Oce Sandiaga Uno Vs Program Menciptakan “Maling” Ala Jokowi

Salah satu dari 90 ribu wirausaha program OK OCE, credit to TribunNews

Sebelum “menghakimi” OK OCE, ada baiknya kita mengetahui apa itu program yang digagas oleh Anis-Sandi ini.

Saya kutip: “OK Oce atau One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship adalah program pemerintah provinsi DKI Jakarta yang berusaha melakukan pembinaan kewirausahaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di bawah Sudin Koperasi dan UMKM.”

Berapa target program OK OCE? Menciptakan 200 ribu wirausahawan dalam waktu 5 tahun!

Modal? DENGKUL. Ya, tidak menggunakan dana APBN, APBD atau dana dari siapapun.

Kenapa modal DENGKUL? Karena jika dimodali pakai dana APBN atau APBD akan mengundang SETAN. Ngundan Koruptor. Ngundang MALING uang negara seperti konco konconya presiden Jokowi. Teman MALING, partaipun MALING.

Masa sih cuma DENGKUL modalnya? Ya, OTAK dong. Makanya diajari mulai dari cara cara berbisnis yang sehat, halal dan diridhai tuhan sampai ke cara cara mendapatkan dana kredit dari bank. Untuk sementara pinjaman BISA dan harus memenuhi syarat ke bank DKI. Pinjam dan harus dibayar kembali.

Bagaimana progres program OK OCE? Sudah hampir 100 ribu terciptakan wirausahawan baru. Duit yang berputar sekitar RP 359 milyar (silahkan baca Kompas, 21 Maret 2019).

Duit Rp 359 milyar itu adalah duit dari rakyat, DIAJARI oleh Anis-Sandi dan untuk kemakmuran rakyat!

Baru satu tahun lebih, target yang tercapai sudah hampir separuh. Dalam tempo 3 tahun, akan tercapai target 200 ribu usahawan baru. 5 tahun, sangat mungkin melewati target dengan omzet sekitar Rp 1 Triliun.

Sampai di sini PAHAM?

Hanya orang yang NGAKU bodoh saja, seperti presiden Jokowi yang akan mengatakan program OK OCE gagal. Sudahlah BODOH, iri dan dengki pula!

Bagaimana dengan program BUMDES Jokowi? BUMDES, kebanyakannya hanya menyuburkan praktik korupsi dan menciptakan para MALING uang negara.

Sampai sampai ICW menyimpulkan ada 12 cara modus korupsi dana desa. Dari APBN (uang rakyat), oleh Jokowi untuk memakmurkan para MALING!

Monday, March 25, 2019

Pilpres 2019 - Sekali NGUTANG, Enam Presiden Terlampaui oleh Jokowi

Perbedaan hasil kerja antara SBY dan Jokowi

Kita mulai dari hutang, SBY meninggalkan hutang sebesar Rp2.371 Triliun, tapi perlu diingat bahwa itu adalah akumulasi HUTANG dari presiden sebelumnya: hutang Sukarno + Suharto + Habibie + Gus Dur + Megawati dan SBY sendiri.

Sementara hutang RI saat ini adalah sebesar Rp 5.275 Triliun (silahkan baca di Detik, 2019; dan BBC, London, 2019). Jumlah ini lebih besar dari Tabel di atas. Berarti hutang yang ditumpuk Jokowi adalah sebesar Rp 5.275 Triliun – Rp 2.371 Triliun = Rp 2.904 Triliun.

Seorang Jokowi MENUMPUK hutang lebih besar dari HUTANG yang dibuat oleh 6 (enam) presiden sekaligus. Ini rekor DUNIA. Tak ada seorang presiden membuat hutang dalam tempo sesingkat Jokowi dan MENGALAHkan 6 presiden terdahulu.

Saya TANTANG jika ada yang bisa menunjukkan seorang presiden di sebuah negara lain yang GILA menumpuk HUTANG seperti Jokowi.

SUHARTO, jenderal BESAR yang selalu dikritik kritak oleh Jokowi dan konco konconya itu, ternyata hanya membuat HUTANG sebesar Rp500 (lima ratus) triliun dalam tempo 32 tahun. Diantara prestasi pak Harto sbb:

- Jalan: Tol 490 km; Jalan lintas Sumatra 1.800 km; Renovasi jalan pulau jawa 1.000 km; ribuan km jalan di Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
-Pertumbuhan ekonomi 7% selama 11 tahun, dan pernah mencapai angka 11%
-Ribuan Puskesmas dan SD inpres hampir di setiap pelosok Indonesia.

Korupsi? Suharto “clear and clean” (menang atas tuduhan korupsi oleh majalah Time).

Sementara majalah “investing” memperkirakan uang haram Jokowi sebesar Rp200 Triliun. Kita persilakan Jokowi MENUNTUT. Monggo.

Membandingkan prestasi Suharto dengan Jokowi seperti membandingkan SINGA dan ANJING kudisan. Tidak sebanding. Langit dan bumi dari segi apapun!.

Jika dibandingkan antara Jokowi dengan SBY, sami mawon saja. Tidak sebanding. Di era SBY diantaranya BBM dan listrik subsidi. Listrik subsidi sangat membantu industri kecil dan rumah tangga.

Pertumbuhan ekonomi 6% dan kurs rupiah Rp10 ribu di era SBY.

Kemudian, apa istimewanya Jokowi di mata anda?

# To Facebook and Blogger Admins:
Jokowi is a Corrupt, dictator and Manipulator president !
This is my civic duty to express opinions…. My absolutely rights and protected by law.

Saturday, March 23, 2019

Pilpres 2019 - Negara MUSNAH, Puisi Serdadu Yang Ditembak Penjajah

TNI saat melakukan operasi militer, credit to Tribun

Negara MUSNAH? Ya itulah puisi yang ditemukan dalam saku seorang serdadu yang bernama Subianto Djojohadikusumo. Ditembak oleh tentara penjajah Jepang, karena membela negara, agar merah putih tetap berkibar.

Perlawanan sampai titik darah terakhir, harum namanya di pusara antara para syuhada. Tercatat dalam sejarah, kejadian tahun 1946.
------------------------------------------------------------

Simak baik baik potongan puisi di bawah, dan temukan kata MUSNAH:

Kami bukan pembina candi.
Kami hanya pengangkut batu.
Kamilah angkatan yang mesti MUSNAH.
Agar menjelma angkatan baru. Di atas kuburan kami lebih sempurna.”

Kata MUSNAH punya multi makna:
- Bisa bermakna pengorbanan demi ibu pertiwi, akan tergantikan oleh generasi lebih baik.

-Bisa juga kemusnahan suatu generasi karena PEMIMPIN yang BRENGSEK, pemimpin yang TIDAK BECUS mengurus negara.
----------------------------------------------------------------------

Kata MUSNAH dari seorang prajurit yang sudah menyerahkan NYAWA demi republik Indonesia, tidak pernah dipermasalahkan oleh Sukarno, bapak bangsa.

Begitu juga dengan Jenderal besar Suharto, biasa biasa saja dengan kata MUSNAH di sebuah puisi yang ditemukan diantara percikan darah seorang yang mati syahid. Prestasi Suharto, 11 tahun pertama pertumbuhan ekonomi 7%. Bahkan pernah 11%.

Idem dito dengan jenderal SBY, presiden yang selama 10 tahun berhasil menciptakan pertumbuhan ekonomi di atas 6%. Jauh jika dibandingkan dengan kerja “ugal ugalan” Jokowi yang pertumbuhan ekonominya cuma 5%. Tidak pernah mempermasalahkan kata MUSNAH.
---------------------------------------------------------------------------------------

Anehnya, kata MUSNAH bagi seorang presiden yang bernama Jokowi menjadi MASALAH besar.

Dengan SINIS, MENGEJEK dan Mengolok ngolok, Jokowi mengatakan bahwa yang menyatakan Indonesia MUSNAH, ya, musnah aja SENDIRI.
-------------------------------------------------------------------------------------------

Ya, benar, prajurit itu sudah “MUSNAH” bersama tembakan peluru tentara penjajah JEPANG.
----------------------------------------------------------------------------------

Tapi, prakiraan seorang prajurit yang mayatnya terbaring diantara para syuhada TIDAK pernah salah.

Negara akan MUSNAH di tangan seorang pemimpin yang TIDAK BECUS seperti anda, presiden Jokowi!!

PAHAM?!?


# To Facebook and Blogger Admins:
Jokowi is a Corrupt, dictator and Manipulator president !
This is my civic duty to express opinions…. My absolutely rights and protected by law.


Friday, March 22, 2019

Pilpres 2019 - Dari Jokowi, Dengan Toll Banjir Untuk Rakyat

Persembahan Jokowi untuk Rakyat, credit to Monitor.Id

Ada film yang berjudul “From Russia with Love,” jika sepak terjang Jokowi dibuat film, pastilah sangat hebat bahkan mengalahkan semua film film yang pernah dibuat di Hollywood. Film itu judulnya kira kira “From Jokowi with a Flooded Toll to Indonesians.”

Betapa tidak, seperti pepatah: di mana ada Jokowi, di situ ada banjir. Soal banjir ini, Jokowi punya tiga berkelit:

Berkelit pertama: Sejak tahun 1915, Solo secara periodik selalu dilanda Banjir. Solo saja “tak becus “ diatasi, tapi ketika ditanya apakah Jokowi bisa mengatasi banjir Jakarta? 

Beliau dengan enteng menjawab bahwa “nggak susah susah amat,” karena Jakarta punya dana gede (RMOL, 2011).

Berkelit kedua: Ketika tunggang langgang mengatasi banjir Jakarta, lagi lagi Jokowi berkelat kelit “gampang kalau jadi presiden Republik Indonesia.”

Berkeli ketiga: Kali ini Jokowi berkalau kalau binti berpura pura nggak tahu bahwa ada tol yang banjir, maka dipamerkanlah tol tol yang bebas banjir.

Jokowi sepertinya dikejar oleh kualatnya sendiri: di mana Jokowi bersembunyi, banjirpun mendatangi tanpa henti.

Istana Jakarta banjir, bahkan istana Bogor yang ngak pernah terdengar, eh ada banjirnya. 

Sekarang tol pun banjir.

Inilah hasabul kisah Jokowi dengan banjirnya, sehingga persembahan terbaik Jokowi adalah: Banjir tolnya, menggunung hutangnya dan sengsara rakyatnya! 

Luar Biasa!!

Thursday, March 21, 2019

Pilpres 2019 - Bapak Orang Utan Vs Bapak MONYET

Jokowi dan MONYET, credit to Kompas

Kita tahu semua kata dasar “pembangunan” adalah “bangun,” maknanya bisa “membangunkan.” Membangunkan anak anaknya adalah memang tugas Bapak atau Emak.

Dulu, Sukarno akan diberi gelar “Bapak Pembangunan Rimba.” Awalnya, Sukarno riang gembira akan diberi gelar “Bapak Pembangunan Rimba.” Akhirnya beliau menyadari bahwa isi rimba adalah “Orang utan” atau monyet besar.

Marah besar Sukarno akan diberi gelar “Bapak Pembangunan Rimba” yang tugasnya membangunankan anak anaknya sebagai bapak, itu juga bermakna “Bapak Monyet Besar”

Ketika jaman Jenderal besar Suharto, gelar “Bapak Pembangunan” tanpa embel embel. Konotasinya bisa Bapak yang “membangunkan” bangsa atau “bapak yang membangunkan negara.” Pak Harto tentu saja tenang dan gembira menerima gelar “Bapak Pembangunan” itu. Tidak ada masalah.
-----------------------------------------------------------------------------

Di Era Jokowi, beredar kabar (Detik, 2019; Tribun, 2019; Radar, 2019) akan ada gelar “Bapak Pembangunan Desa” untuk presiden tanggal 30 Maret 2019. Mengejutkan bahwa tiap desa “dipaksa” nyumbang Rp3 juta. Kalikan saja, ada sekitar 8 ribu desa. Berapa puluh milyar habis “dihamburkan” untuk sebuah gelar.

Sementara itu, barusan saja ada acara “apel” yang dihadiri presiden Jokowi di Semarang, menghamburkan duit rakyat sebesar Rp18 Milyar.

Presiden “berpesta pora” sementara jutaan rakyat menderita karena bencena alam di Lampung, Lombok, Sulawesi dan Papua. Riang gembira di atas penderitaan rakyat
--------------------------------------------------------------------------

Kembali ke gelar “bapak pembangunan desa,” bahwa semua orang tahu, terutama di desa desa pinggiran hutan, jika penghuni desa ke sawah atau ke kebun, maka desa cuma isinya MONYET.

Apakah Jokowi memang ingin menjadi Bapak yang tugasnya membangunankan? Dalam konteks ini : Bapak MONYET?

Sebenarnya, wajar saja jika Jokowi dapat gelar “Bapak MONYET,” Karena memang selama ini beliau lebih doyan ngurusin MONYET daripada ngurusin banjir dan rakyat yang MELARAT!


# To Facebook and Blogger Admins:
Jokowi is Corrupt, dictator and Manipulator president !
This is my civic duty to express opinions…. My absolutely rights and protected by law.

Monday, March 18, 2019

Pilpres 2019 - TIGA Niscaya JOKOWI Yang Belum KORUPSI

Jokowi dan orang dekatnya doyan DUIT.

Menurut berbagai media mainstraim, partai pendukung Jokowi disebut sebagai partai TERKORUP (Detik, 2017; Panjimas, 2015). Seperti biasa, tak mau sendirian dituduh MALING, PDIP pun teriak TIKUS ke partai lainnya (Detik, 2018). Maka keluarlah daftar partai partai terkorup di seputar Jokowi.

Seperti TAK mau Kalah, sohib dan handai taulan Jokowi satu persatu ditangkap atau punya urusan penting dengan KPK.

Ada bupati yang bernama Sopian Hadi, Kader PDIP, maling duit Rp 5,8 Triliun. Ada pula yang bernama Neneng Hasanah Yasin, tertangkap tangan KPK. 21 kepala daerah di Jateng terendus praktik penyalahgunaan uang negara. Jateng adalah kandang Banteng, dan tentu saja pendukung KENTAL Jokowi.

Tak mau ketinggalan, ulama yang MENDUKUNG Jokowi seperti Yusuf Mansur dan Tuan Guru Bajang terendus doyan duit haram. 

Menteri Agama kabinet Jokowi yang mengurus hal hal “suci” ternyata ditemukan duit ratusan di ruang kerjanya oleh KPK.

Kasus yang sedang “hot” yaitu sohib, sekaligus “tangan kanan” Jokowi untuk pilpres 2019, Romi, juga ketua partai PPP ternyata pontang panting dari kejaran KPK. Si “gatot kaca” itupun terbukti tidak bisa terbang, bisa tertangkap dan langsung masuk bui.

Bagaimana dengan keluarga Jokowi? Juga tidak steril dari praktik duit haram jadah. Arif Budi Sulistyo, menurut Detik (Februari 2017) tersangkut kasus suap pajak sebesar Rp1,9 Milyar.

Wow, ternyata KKN juga ya Jokowi ! Nggak nyangka deh, kirain cuma ada di Orde Baru dan Orde Megawati.

Namun demikian, Jokowi tetap BANGGA bahwa masih ada yang BELUM korupsi di sekitarnya. Siapa sih? Tiga niscaya, yaitu 
-BAJU
-CELANA 
- dan SEPATU yang sedang dipakainya.

Pendukung, Penjilat dan Pemuja Jokowipun segera mengubah SLOGAN hebat: BAJU, CELANA dan SEPATU milik Jokowi BERSIH! Bebas KORUPSI.

LUAR BINASA satu satunya presiden di dunia dan akhirat !!

Sunday, March 17, 2019

Pilpres 2019 - Ujian Nasional Vs Naik Kelas SEMUA di Negara DENMARK

Hapus Ujian Nasional

Sesuai janji, saya takkan mengulas DEBAT Cawapres, karena TAKUT kualat sama Bung Karno yang berprinsip bahwa hanya PEMUDA yang bisa membantunya mengubah DUNIA.

Jadi, Jokowi “melawan” Sukarno soal memilih Wapres tua renta. LUAR BIASA perlawanan Jokowi terhadap Bung Karno. Nggak nyangka betapa BERANI Jokowi MELAWAN bapak bangsa.

Tapi, saya hanya menanggapi soal ide penghapusan UN. Pertama, Sandiaga Uno dan Tim Prabowo-Sandi sangat mengerti pendidikan negara negara maju:
# Sandiaga Uno studi S1 dan S2 di Amerika Serikat, dan kemudian pernah bekerja di Canada
# Prabowo Subianto sendiri pendidikan dasarnya di luar negeri
# Hashim Djojohadikusumo selain pendidikan dasar di luar negeri, Kuliahnya di Amerika Serikat
# Sara Djojohadikusumo pendidikan dasar di Eropa, studi S1 di Amerika Serikat, dan post-graduate di Inggris
# Fadli Zon pernah studi di Inggris, dan anaknya bolak balik “summer courses” di Amerika Serikat.

Kedua, ya, tidak ISTIMEWA, jika ide penghapusan UN muncul dari kubu Prabowo-Sandi. Mereka tahu PERSIS sistem pendidikan TERBAIK di muka bumi!!

Saya hanya sekedar menambahkan bahwa di negara Denmark, dan negara Skandinavia lainnya (Swedia, Norwegia, Finlandia dan Islandia) bukan hanya TIDAK ADA UN, tapi juga TIDAK ADA TINGGAL KELAS.

Apa? Tidak ada tinggal kelas? Ya, semua anak anak NAIK Kelas di SD, SMP dan SMA. Bagaimana ceritanya?:
-Yang pintar ngajarin yang “bodoh”
-Ada pelajaran atau jam ekstra sore hari untuk anak anak yang tertinggal kemampuan akademiknya.
-Jika si anak TERLALU bodohnya, maka ada sekolah khususnya. Silahkan masuk sekolah khusus.

# Kemampuan quantitative (berhitung atau matematika), membaca (mengarang), seni (nyanyi, musik, lukis) dan olahraga sangat diutamakan di negara negara Skandinavia.
-SEMUA pemenang hadiah Nobel pernah studi atau riset di salah satu negara Skandinavia.

## Di Amerika Serikat, diutamakan pendidikan Quantitative (Matematika) dan Membaca (mengarang). Semua anak terbiasa ber-argumen secara lisan dan TULISAN.